Sunday, December 12, 2010

Inilah Pulau Bersejarah yang Terlupakan di Indonesia




Pada masa kolonial Belanda, rakyat sekitar menyebut pulau ini adalah Pulau Kapal karena sering sekali dikunjungi kapal-kapal Belanda sebelum menuju Batavia. Di dalam pulau ini terdapat banyak peninggalan arkeologi pada masa kolonial Belanda dan juga sebuah rumah yang masih utuh dan dijadikan Museum Pulau Onrust. Di pulau ini terdapat pula sebuah makam yang konon kabarnya makam dari pemimpin pemberontakan DI/TII yaitu Kartosoewirjo.

Pulau Onrust merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta yang letaknya berdekatan dengan Pulau Bidadari. Nama 'Onrust' diambil dari bahasa Belanda yang artinya 'Tidak Pernah Beristirahat' atau dalam bahasa Inggrisnya 'Unrest'.

Sejak penjajahan bangsa Belanda di Indonesia, Pulau Onrust menjadi pulau yang sangat strategis sekaligus sangat sibuk. Onrust yang memiliki nama lain sebagai Pulau Kapal memang senantiasa sibuk disinggahi kapal-kapal VOC. Selain itu Pulau Onrust menjadi markas Belanda yang penting untuk menyerang daratan Jakarta.

Seiring berkurangnya pengarush Inggris di Hindia Belanda, pada tahun 1848, Belanda masuk kembali ke Pulau ini dan difungsikan sebagai Pangakalan Angkatan Laut. Namun pada tahun 1883, sarana prasarana yang telah dibangun oleh belanda kembali hancur berat akibat gelombang Tidal letusan gunung Krakatau.

Pada tahun 1911 - 1933, Pulau Onrust diubah fungsinya sebagai Karantiana Haji. Masyarakat Indonesia pada saat itu yang akan naika haji ke Mekah dikarantina terlebih dahulu di pulau ini baik ketika pergi maupun sepulangnya. Hal ini merupakan taktik dari Belanda untuk menekan pengaruh ulama-ulama pada masa itu. Belanda tahu bahwa pergoalakan/pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia pada saat itu karena dipengaruhi oleh besarnya kharismatik ulama dimata rakyatnya.

Pada awal masa kemerdekaan, Pulau Onrust dimanfaatkan sebagai rumah sakit Karantina bagi penderita penyakit menular dan penyakit kusta/lepra dibawah pengawasan Departemen Kesehatan hingga awal tahun 1960. Para penderita penyakit lepra saat ini ditampung di RS Sintahala Tangerang.

Selain itu pulau ini juga pernah dimanfaatkan sebagai penampungan gelandangan dan pengemis dan juga latihan militer. Tahun 1968 pulau Onrust dijarah habis-habisan sehingga banguan bersejarah lenyap menyisakan puing-puing saja.

Setelah peristiwa tersebut, pulau Onrust menjadi sepi tidak sesuai lagi dengan namanya. Walaupun sekarang pulau ini sepi, jejak-jejak kesibukasnnya masih bisa ditelusuri. Beberapa bangunan masih tersisa dan masih dimanfaatkan sebagai penginapan. Sisanya adalah bekas-bekas fondasi bangunan yang menyisakan kepiluan yang menyesakan. Untuk melestarikan peninggalan sejarah yang terdapat di pulau ini maka berdasarkan kekputusan Gubernur KDKI Jakarta No. Cb. 11/2/16/1972 Pulau Onrsut dinyatakan sebagai pulau bersejarah yang dilindungi. Kemudian melalui SK Gubernur DKI Jakarta 134 tahun 2002 taman Arkeologi Pulau Onrust ditetapkan sebagai UPT di lingkungan Dinas kebudayaan dan Permusiuman DKI.

Face Climbing

Face Climbing
Yaitu memanjat pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau ronga yang memadai sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan.

Daftar Binatang Langka Indonesia

Daftar binatang langka di Indonesia semakin panjang. Binatang (hewan) langka merupakan spesies yang memiliki resiko akan punah baik punah di alam liar (extinct in the wild) ataupun sepenuhnya punah (extinct). Hewan-hewan dinyatakan langka berdasarkan rasio jumlah spesies (populasi) dan berdasarkan daerah persebaran (habitat). Di Indonesia, binatang-binatang langka semakin banyak.

Hewan (binatang) ini menjadi langka dan terancam kepunahan akibat perubahan kondisi alam, hewan pemangsa dan juga akibat perburuan yang dilakukan manusia.

Daftar Nama Binatang Paling Langka. Berikut daftar binatang dari kelas mamalia yang paling langka di Indonesia berdasarkan jumlah spesies (populasi) dan status konservasi yang diberikan oleh IUCN Redlist sebagai critically endangered (kritis).
1. Badak jawa satwa paling langka di duniaBadak Jawa (Rhinocerus sondaicus). Binatang endemik pulau Jawa dan hanya terdapat di TN. Ujung Kulon ini merupakan binatang paling langka di dunia dengan jumlah populasi hanya 20-27 ekor.
2. Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Populasi badak sumatera hanya 220-275 ekor (2007), bahkan menurut International Rhino Foundation (Virginia) diperkirakan populasi badak sumatera tidak mencapai 200 ekor (2010).
3. Macan Tutul Jawa atau Macan Kumbang (Panthera pardus melas). Subspesies ini populasinya kurang dari 250 ekor.
4. Rusa Bawean (Axis kuhlii) Binatang langka endemik pulau Bawean dengan populasi antara 250-300 ekor (2006).
5. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Subspesies harimau ini populasinya tinggal 400-500 ekor.
6. Beruk Mentawai (Macaca pagensis). Satwa endemik dan langka dari Kepulauan Mentawai, populasinya antara 2.100-3.700 ekor.
7. Orangutan Sumatera (Pongo abelii). Binatang langka ini populasinya sekitar 7.300 ekor (2004).
8. Simpei Mentawai (Simias concolor). Endemik Kepulauan Mentawai. Populasi 6.000-15.500 ekor (2006).
9. Kanguru Pohon Mantel Emas (). Endemik Papua, populasinya N/A.
10. Kanguru Pohon Mbaiso atau Dingiso (Dendrolagus mbaiso). Endemik Papua Indonesia
11. Kera Hitam Sulawesi (Macaca nigra). Kera langka dari Maluku dan Sulawesi dengan populasi sekitar 100.000 ekor.

Binatang Langka Lainnya. Selain 11 binatang paling langka di Indonesia di atas, masih terdapat hewan-hewan langka lainnya yang oleh IUCN Redlist dimasukan dalam status konservasi “endangered” (terancam punah), satu tingkat di bawah kategori “critically endangered”. Binatang-binatang tersebut antara lain (diurutkan berdasarkan abjad nama Indonesia):

1. Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis)
2. Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi)
3. Ajag (Cuon alpinus)
4. Banteng (Bos javanicus)
5. Bekantan (Nasalis larvatus)
6. Gajah Sumatera (Elephant maximus sumatranus)
7. Gibbon Kalimantan (Hylobates muelleri)
8. Gibbon Kalimantan White-bearded Gibbon (Hylobates agilis)
9. Kambing Hutan Sumatera (Capricornis sumatraensis sumatraensis)
10. Kanguru Pohon Goodfellow (Dendrolagus goodfellowi)
11. Kucing Merah (Pardofelis badia)
12. Kukang Jawa (Nycticebus javanicus)
13. Kuskus (Phalanger alexandrae)
14. Lutra Sumatra (Lutra sumatrana)
15. Macan Dahan Kalimantan (Neofelis diardi borneensis)
16. Macan Dahan Sumatera (Neofelis diardi diardi)
17. Monyet Sulawesi (Macaca maura)
18. Musang Air (Cynogale bennettii)
19. Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus)
20. Owa Jawa (Hylobates moloch)
21. Paus Bersirip (Balaenoptera physalus)
22. Paus Biru (Balaenoptera musculus)
23. Siamang (Hylobates klossii)
24. Siamang (Symphalangus syndactylus)
25. Tapir Asia (Tapirus indicus)
26. Trenggiling (Manis javanica)
27. Ungko (Hylobates agilis)
28. Wau-wau (Hylobates lar)


Informasi lebih lengkap tentang masing-masing spesies dari dalam binatang langka di Indonesia dapat dibaca dengan meng-klik tautan (link) yang tersedia atau dapat dicari di halaman Daftar Catatan.

Referensi: www.iucnredlist.org dan berbagai sumber lainnya

Friday, December 10, 2010

JALUR GUNUNG SUMBING-SINDORO

Jalur Gunung Sumbing

· Ada dua jalur yang bisa kita gunakan, yaitu Jalur Cepit (Desa Pager Gunung, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung), dan Desa Garung yang lebih dekat dengan jalur ke Gunung Sumbing.

· Untuk akses ke jalur Garung, kita bisa lewat dari Magelang ke Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kali Kajar, Wonosobo, Jawa Tengah (waktu tempuh dengan minibus sekira 1,5 jam).

· Dusun Garung – Desa Butuh adalah salah satu dusun terakhir yang menjadi entry point menuju puncak Gunung Sumbing, yaitu Puncak Buntu dengan ketinggian 3371 mdpl.

· Di dusun ini terdapat Pos Pendakian Gunung Sumbing dengan ketinggian sekira 1.543 mdpl. Jika terlalu sore atau malam, para pendaki biasanya menginap di pos ini atau di tempat Kepala Desa. Para pendaki juga mengisi penuh persediaan air dari pos ini.

· Dari Pos Pendakian ada dua jalur, masih disebut jalur baru dan jalur lama. Jalur lama, walau jarak dan waktu tempuhnya lebih dekat, sekarang agak jarang digunakan karena sering terjadi longsor.

· Jalur baru dan lama ini hanya beda satu punggungan dan saling bertemu sebelum sampai di Pucak Buntu.

· Melalui jalur baru, pendaki akan melewati ladang tembakau (kawasan Boswisen) – kawasan bukit Genus (kondisi jalan: tanah liat dan tanah merah berpasir) – Sedelupak Roto (kondisi jalan: tanah liat dan tanah merah berpasir) – kawasan Pestan (jalur pertemuan antara jalur baru dan jalur lama, kondisi jalan: penuh rerumputan dan pohon-pohon kecil) – Pasar Watu (kondisi jalan: jalannya menanjak dan berbatu) – Watu Kotak (ketinggian sekira 2.700 mdpl, kondisi jalan: tanah merah dan berbatu) – Puncak Buntu.

· Waktu tempuh pada umumnya untuk mendaki bisa mencapai 8 jam perjalanan dan untuk turun bisa mencapai waktu 5 jam perjalanan. Itu semua tergantung kondisi tim dan cuaca.


Jalur Gunung Sindoro

· Entry Point ke Puncak Sindoro ada dua jalur yang saya tahu, yaitu jalur Arjosari (Desa Sikatok) yang dapat ditempuh dengan angkutan umum Temanggung-Wonosobo dilanjutkan dengan angkutan umum Wonosobo-Arjosari. Jalur lainnya adalah Desa Kledung.

· Jalur yang dekat dengan Gunung Sumbing adalah melalui Desa Kledung.

· Di jalur pendakian ini pendaki akan melewati Watu Gede, Situk, Watu Tatah, dan puncak Sindoro.

· Pendaki yang lebih memilih menghapal dengan angka biasanya akan melakukan pembagian seperti ini: Pos I (1900 mdpl) – Pos II (2120 mdpl) – Pos III (2530 mdpl) – Pos IV/Pos Bayangan (Pos Ijin – Pos IV biasa ditempuh sekira 6 jam) – Kawah Mati – Puncak Sindoro (biasa ditempuh sekira 2 jam). Ketinggian Puncak Sindoro sekira 3150 mdpl.

3 Langkah Agar Tidak Mudah Lupa Nama Orang

Seiring proses penuaan, kemampuan otak untuk menyimpan memori akan terus menurun hingga akhirnya pikun. Salah satu gejalanya adalah mudah melupakan nama-nama orang yang pernah dikenal. Ada 3 langkah untuk melatih ingatan tentang nama seseorang.

Interaksi dengan banyak orang sering membuat ingatan tentang nama orang mudah terhapus atau tertukar. Dalam keseharian mudah ditemui beberapa orang dengan nama atau wajah hampir sama, sehingga semakin sulit untuk mengingat-ingat dengan benar siapa namanya.

Pakar aging (penuaan) sekaligus direktur Center of Aging di University of California, Los Angeles (UCLA), Gary Small mempunyai cara ampuh agar otak lebih mudah mengingat nama orang. Dikutip dari MSN Health, Jumat (10/12/2010), cara itu terbagi menjadi 3 langkah yakni Look, Snap and Connect.

Langkah 1: LOOK
Perhatikan benar-benar (look) dan fokuskan pandangan pada wajah seseorang yang akan diingat namanya.

Langkah 2: SNAP
Buat bayangan visual (snapshot) tentang nama dan wajahnya berdasarkan karakteristik yang menonjol, misalnya telinga agak lebar, hidung mancung, rambut ikal dan sebagainya. Boleh juga membayangkan kata atau benda lain yang berhubungan dengan nama orang tersebut misalnya kucing (cat) untuk mengingat Mr Katz, atau kertas tagihan (bill) untuk Mr Bill.

Langkah 3: CONNECT
Langkah ketiga adalah menghubungkan (connect) 2 langkah sebelumnya, yakni membuat bayangan yang benar-benar berhubungan dengan penampilan fisik atau hal lain yang mencirikan orang yang akan diingat namanya.

Misalnya untuk mengingat seseorang bernama Agus dengan ciri khas rambut tipis, ingat-ingatlah sebagai Agus yang kepalanya Agak Gundul Sedikit. Atau ingatlah Angela Shirnberger sebagai seorang perempuan bernama Angela yang sepatunya selalu mengkilap (shirny) dan senang makan hamburger.

Jika sudah berhasil mengingat nama orang, maka ingatan itu harus sering-sering digunakan agar tidak cepat lupa. Psikiater dari University of Wisconsin, Ken Robbin menyarankan untuk sesering mungkin menggunakannya saat bercakap-cakap.

Semakin sering mengucapkan nama seseorang, semakin melekat nama itu di dalam ingatan. Karena itu usahakan untuk menyebutkan nama dalam perbincangan dan kurangi penggunaan kata ganti seperti kamu, anda atau dia.

STANDAR NAVIGASI

Peralatan dan perlengkapan Standar Navigasi darat

Sebagai penunjang dalam bernavigasi, khususnya navigasi darat selain harus dapat memanfaatkan tanda-tanda alam (legend) kita juga harus dapat memahami serta menggunakan peralatan penunjang navigasi. Peralatan tersebut diantaranya,

1. Kompas
2. Altimeter
3. Protektor
4. Alat tulis dan jangan lupa
5. Peta

STANDAR NAVIGASI

Peralatan dan perlengkapan Standar Navigasi darat

Sebagai penunjang dalam bernavigasi, khususnya navigasi darat selain harus dapat memanfaatkan tanda-tanda alam (legend) kita juga harus dapat memahami serta menggunakan peralatan penunjang navigasi. Peralatan tersebut diantaranya,

1. Kompas
2. Altimeter
3. Protektor
4. Alat tulis dan jangan lupa
5. Peta

Navigasi Darat ada 3 buah utara

Dalam Navigasi Darat ada 3 buah utara yang dipakai, yaitu :
a. Utara sebenarnya (US)
Mengarah ke kutub & sesungguhnya menggambarkan gris lintang dunia
b. Utara peta (UP)
Biasanya digambarkan sebagai garis vertikal ke atas pada lembar peta. Arah utara ini hasil proyeksi garis bujur dan garis lintang dunia pada bidang datar yang berbentuk dalam pola koordinat (grid)
c. Utara Magnetis (UM)
Jarum kompas tidak tepat menunjuk ke arah utara sehingga perputaran bumi pada sumbunya merupakan perubahan kutub magnetis yang disebut variasi magnetis (VM)

MEMBUKA TABIR KEINDAHAN SURGAWI WAKATOBI


(Kemenhub, data pelaporan & informasi 2010) Dibandingkan tiga pusat penyelaman dunia ternama seperti Karibia dan Laut Merah, Wakatobi memiliki jumlah spesies terumbu karang dan hewan laut yang berkali lipat lebih banyak. Sedikitnya ada 942 spesies ikan dan 750 spesies terumbu karang—dari total 850 terumbu karang yang ada di Indonesia—terkandung di wilayah kabupaten di Sulawesi Tenggara ini. Namun, minimnya sarana transportasi masih menjadikan Wakatobi sebagai surga indah dunia yang ”tersembunyi”.


Berada pada koordinat 5.00°–6.25° LS dan 123.34°–124.64° BT di selatan garis khatulistiwa, wilayah yang terkenal dengan sebutan Kepulauan Tukang Besi ini resmi berdiri sendiri sebagai wilayah administratif di Provinsi Sulawesi Tenggara pada 18 Desember 2003. Berarti, tak lama lagi wilayah yang sebelumnya adalah bagian dari Kabupaten Buton tersebut akan merayakan hari jadinya yang ke-7.

Meski memiliki 142 pulau yang tersebar di area seluas total 1,39 juta hektare, penduduk Wakatobi yang saat ini mencapai 100.563 jiwa hanya menghuni tujuh pulau di antaranya. Empat dari tujuh pulau berpenghuni itu merupakan pulau utama yang mendasri pembentukan nama Wakatobi. Keempat pulau itu adalah Wangi-wangi yang didaulat sebagai ibu kota kabupaten, Kaledupa, Tomia dan Binongko.

Wakatobi dibentuk berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2003, dengan jumlah penduduk saat itu sebanyak 91.497 jiwa yang tersebar di delapan wilayah kecamatan (Binongko, Kaledupa, Liya, Timu, Togo, Tomia, Wangi-Wangi, Wangi-Wangi Selatan) dan 61 desa/kelurahan. Tercatat, luas wilayah daratan di kabupaten ini mencapai 823 kilometer per segi dan luas wilayah perairan sekitar 18.377 kilometer per segi. Tak hanya berstatus sebagai sebuah wilayah administratif, Wakatobi yang memiliki keanekaragaman hayati laut dengan skala dan kondisi karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia, juga dinobatkan Menteri Kehutanan sebagai Taman Nasional pada tahun 1996.

”Dibandingkan tiga pusat penyelaman dunia yang sangat terkenal seperti Karibia atau Laut Merah, Wakatobi yang terdiri dari 97 persen wilayah laut dan 3 persen darat, jauh lebih kaya. Di Karibia hanya ada 15 spesies terumbu karang, sementara Laut Merah hanya 300 spesies. Tetapi Wakatobi punya 750 spesies dari total 850 terumbu karang di Indonesia, ditambah 942 spesies ikan,” papar Bupati Wakatobi Hugua, ketika ditemui tim redaksi TransNews, awal November 2010.

Dunia internasional, menurut Hugua, telah mengenal akrab Wakatobi terbentuknya pemerintahan kabupaten yang mandiri. Wakatobi yang 97 persen wilayahnya merupakan perairan ini menjadi salah satu surga bawah laut dunia yang masiuk dalam daftar wajib dikunjungi, terutama oleh para penyuka wisata bawah laut. Tak heran, hal itu mengingat Wakatobi memiliki sekurangnya 100 titik penyelaman utama yang sangat menakjubkan dengan panorama berbeda yang tersebar pada area seluas 90.000 hektare dari total 118 ribu hektare terumbu karang yang ada.

Di Pulau Wangi-Wangi misalnya, terdapat 18 titik penyelaman utama yang dapat dijelajahi para pecinta panorama bawah laut. Titik-titik selam itu antara lain Kapotadive, Wahadive I-III, Patuno Gate, Patunodive, Arokadive, Karang Gurita, Tanjung Kapota, Kapota Gate, Kptkr 1-3, Wanci Gate, Wandokadive, Oogudive, Biradive, serta Sombudive. Kemudian di Kaledupa atau yang juga dikenal dengan nama Pulau Hoga, tersebar 25 titik penyelaman incaran. Antara lain Buoy 1-5, Pak Kasim, Baby Batish, Inner Pinnacle, Outer Pinnacle, Ridge 1-2, Coral garden, Aquarium, Blue Hole, North Wall 1-2, Sampela Buoy 1-2, Kaledupa Buoy 1- 2, Kaledupa Double, Turkey Beach, Conchta, Zoo, dan  Barracuda.

Sementara Pulau Tomia, memiliki lebih banyak titik penyelaman utama yang jumlahnya mencapai 48 titik, di mana sebagian besar titik telah mendunia. Mereka adalah RR&R, Teluk Maya, Traiblazzer, Tanjung Lintea, Pockets, Fan 36 East, Fan 36 West, Spiral Corner, Magnitica, Comuoopia, Batfish Wall, Fan Garden, Starship, Gallery, Pinkys Wall, Black Forest, Lorenzos Delight, Pastel, Inka Palette, Brians Choice, Channel, Tanjung Balok, Dunia Baru, Waitii Ridge, Table Coral City, Teluk Waitii, Kolo Soha Beach, Roma, Marimabuk, Gunung Waha, Ali Reef, Bel Valley, Waha Top, Kulati, Blade, Coral Hill, Pintu Timur, Mermaid, Fish Wall, Cavern Wall, Ndaa Light House, Ndaa Drop Off, Ndaa Selatan, House Reef, Anano, Rundumadive, serta Kr dive.

”Kalau di Binongko, ada sembilan titik utama penyelaman. Yaitu Koromahadive 1 dan 2, Cowodive, Kentioledive, serta  Koko dive 1 hingga Koko dive 5. Tetapi, secara keseluruhan, alam Wakatobi sangat layak untuk dinikmati dari titik manapun,” jelas Hugua.

Atas dasar itulah, hingga saat ini, para turis-turis asing yang berasal dari pelbagai penjuru dunia itu secara rutin dan bergelombang mendatangi Wakatobi. Mereka bahkan rela ”antre”  antara 6 bulan hingga satu tahun lamanya dan mengeluarkan biaya tinggi hanya untuk mengeksplorasi kekayaan alam Wakatobi selama 7 hari. Para turi asing itu begitu ikhlas merogoh kocek dalam-dalam untuk menebus sensasi di pusat segitiga karang dunia ini.

”Kalau dikonversi ke rupiah, tarif yang dipasang agen wisata mereka mencapai antara 35-40 juta per orang untuk 7 hari kunjungan. Sedangkan masa tunggu paling cepat dalam waiting list adalah 6 bulan. Kalau normalnya, rata-rata baru bisa berangkat setahun setelah mendaftar,” rinci Hugua. Dari sekian banyak turis mancanegara yang datang, sebutnya, pengunjung terbanyak adalah warga negara-negara Eropa seperti Belanda maupun Inggris.

Bagaimana dengan turis domestik? Hugua menyayangkan, hingga saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum familiar dengan nama Wakatobi. Kebanyakan masyarakat Indonesia masih sebatas mengenal Bunaken di Manado ataupun Raja Ampat di Papua sebagai objek wisata bawah laut. Dia menyadari bahwa minimnya sosialisasi turut berkontribusi terhadap ”keterasingan” Wakatobi di negara sendiri.

”Dari total wisatawan yang masuk, jumlah turis domestik yang datang ke sini tak mencapai setengahnya. Itu pun tidak seluruhnya datang untuk mengeksplorasi alam laut Wakatobi secara total. Berbeda dengan wisatawan asing, yang memang benar-benar datang dengan ketertarikan utama untuk melakukan penyelaman,” ujar Hugua.

Namun belakangan, seiring dengan maraknya publikasi yang dilakukan media massa terutama televisi dan gencarnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah daerah, ketenaran Wakatobi kian terangkat ke permukaan. Pola kunjungan pun perlahan meningkat. Kebanyakan wisatawan lokal yang datang saat ini tidak lagi sebatas menikmati keindahan alam di atas permukaan laut yang berisi pemandangan alam darat yang asri, maupun pesisir pantai berair jernih yang bertabur pasir putih nan jernih. Meski tidak menyelam, aktivitas snorkling alias menerawang terumbu karang dan biota laut dari permukaan air dengan berbekal kacamata renang dan alat bantu pernapasan tanpa tabung oksigen yang dilakukan pengunjung lokal sudah mulai banyak.

Peran Besar Sarana Transportasi

Hugua menyebutkan, sektor pariwisata adalah salah satu sumber PAD terbesar wilayahnya. Jumlah wisatawan yang datang ke Wakatobi saat ini sudah mencapai angka10 ribu hingga 12 ribu per tahun. Jumlah itu telah mengalami peningkatan drastis semenjak  dioperasikannya Bandar Udara Matahora di Pulau Wangi-Wangi pada 2009 silam. Kendati baru berusia setahun, Bandara Matahora telah mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata hingga 21 persen dari tahun sebelumnya yang rata-rata hanya berkisar 14 persen, menjadi 35 persen dari.

Sebelum Bandara Matahora yang berstatus terbuka untuk umum dioperasikan, jumlah wisatawan yang datang ke Wakatobi hanya berkisar 3.000-an orang per tahun. Sebelumnya, turis datang menggunakan kapal wisata pribadi maupun pesawat charter melalui bandara khusus milik salah satu resort yang dikelola asing di Tomia. Pada jalur reguler saat itu, transportasi udara yang tersedia baru mencapai wilayah tetangga seperti Kendari maupun Bau Bau. Sehingga untuk akses langsung ke Wakatobi hanya dapat dicapai melalui jalur laut dengan menggunakan kapal-kapal kayu berkecepatan rendah dari Pelabuhan Bau Bau yang berjarak sekitar 88 mil maupun Pelabuhan Kendari yang berjarak 129 mil dengan waktu tempuh antara 8-14 jam pelayaran.

”Selain kapal-kapal kayu itu, ada kapal Pelni yang singgah ke Wakatobi sekali dalam sebulan, datang dan pergi. Kapal ini melayani rute Surabaya-Papua (pp),” jelas Hugua. Waktu tempuh melalui jalur laut yang relatif lama ini yang membuat minimnya minat wisawatan lokal berlibur ke Wakatobi, sementara waktu yang mereka punya terbatas. Tetapi sekarang, wisawatan bisa mengakses langsung pulau ini melalui jalur udara yang jauh lebih cepat dari mana saja. Namun, saat ini baru satu maskapai yang membuka penerbangan langsung ke Wakatobi, yaitu Express Air, dengan frekuensi rata-rata dua kali sehari.

Berdasarkan catatan TransNews, penerbangan langsung dari Jakarta menuju Wakatobi ditempuh dalam waktu total sekitar 5 jam dengan dua kali transit, yaitu di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara Bau-Bau. Penerbangan dari Jakarta (Soekarno-Hatta) menuju Makassar ditempuh selama 2 jam 10 menit. Kemudian dari Makassar menuju Bau-Bau, ditempuh selama 45 menit, dan dari Bau-Bau ke Wakatobi  selama 25 menit. Untuk membawa penumpang dari Jakarta ke Makassar, Express Air menggunakan pesawat pesawat jenis Boeing 737-300 yang berkapasitas 130-an penumpang. Sedangkan dari Makassar menuju Bau-Bau dan Wakatobi, penerbangan diteruskan dengan menggunakan pesawat berbadan kecil jenis Dornier 328 yang berkapasitas 30-an penumpang. Hal itu mengingat Bandara Matahora yang memiliki landasan pacu sepanjang 1400 meter belum diizinkan untuk didarati pesawat berbadan lebar.

Saat ini Pemkab Wakatobi tengah melakukan penambahan landasan pacu sepanjang 600 meter lagi agar bisa didarati pesawat lebih besar sehingga kian membuka keterisoliran wilayah. Ditargetkan, akhir 2010 ini runway Matahora dibangun secara swadaya oleh Pemkab Wakatobi itu sudah mencapai 2000 meter, sehingga pesawat sekelas ATR 72-500 bisa mendarat. ”Untuk jangka panjang, kami menargetkan Matahora punya runway hingga 3000 meter. Itu karena kami optimistis Wakatobi di masa mendatang akan dan harus menjadi ikon wisata baru Indonesia yang akan menjadi idola wisatawan baik mancanegara maupun lokal. Dengan pengembangan bandara ini, kami menargetkan 25 ribu kunjungan wisawatan pada 2012,” ungkap Hugua.

Tidak hanya Bandara, lanjut dia, Pemkab Wakatobi juga mengupayakan untuk menambah fasilitas infrastruktur transportasi darat dan laut. ”Untuk darat, kami sedang melakukan peningkatan terhadap akses jalan. Kami akui, saat ini fasilitas transportasi darat masih minim. Angkutan umum reguler masih sangat sedikit sekali, sehingga masyarakat masih mengandalkan  kendaraan pribadi. Sementara wisatawan, mengandalkan kendaraan sewaan,” ujar Hugua.

Sementara untuk laut, dengan membangun pelabuhan feri berkapasitas besar untuk mengurangi beban Pelabuhan Laut Pelabuhan Pangulu Belo Mandati milik Pemerintah Pusat yang dikelola Unit Satuan Kerja Direktorat  Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. ”Resort-resort juga kita dongkrak untuk tumbuh,” imbuhnya.

Sebelum Matahora berdiri, Pelabuhan Pangulu Belo Mandati yang juga berada di Pulau Wangi-Wangi menjadi gerbang utama keterhubungan Wakatobi dengan dunia luar, baik dengan Kawasan Timur Indonesia (KTI) maupun Kawasan Barat Indonesia (KBI). Namun, sejalan dengan perubahan masa, daya tampung Pangulu Belo Mandati yang hanya dilengkapi dermaga sepanjang 70 meter itu tak lagi mencukupi.

Terlepas dari keberadaan Matahora, bagi daerah yang dikelilingi laut seperti Wakatobi, keberadaan pelabuhan laut menjadi sangat vital. Karena untuk menghubungkan wilayah satu dengan daerah lain menjadi sebuah keharusan. Posisi Pelabuhan Pangulu Belo Mandati juga menjadi titik penghubung antara pulau-pulau kecil yang ada di Kepulauan Tukang Besi itu.

”Kami berharap ada pengembangan yang dilakukan terhadap Pelabuhan Pangulu Belo Mandati. Minimal bisa dua kali lipat lebih panjang, menjadi 140 meter,” ungkap La Ode Sungkuarso, kepala Satuan Kerja Pelabuhan Wakatobi (Pangulu Belo Mandati) yang menginduk pada Kantor Pelabuhan Bau Bau. Tak hanya dermaga, fasilitas pendukung lain sepertinya juga sangat dibutuhkan pelabuhan ini. Salah satunya adalah terminal penumpang. Sebagaimana terpantau TransNews, di pelabuhan tersebut memang terdapat sejumlah bangunan dengan kondisi yang jauh dari standar kelaikan untuk dikatakan sebagai bagian dari fasilitas pelabuhan.

La Ode menambahkan, untuk kegiatan operasional pengawasan keselamatan pelayaran dan patroli laut, pihaknya sama sekali tak memiliki sarana yang cukup. Tak jarang dia dan sejumlah staf harus menyewa kapal masyarakat dengan uang pribadi untuk memeriksa kapal yang dicurigai dan berlabuh di tengah laut. ”Kalau untuk berpatroli keliling wilayah, kami hanya punya doa, berharap semoga tidak terjadi apa-apa. Dulu kami pernah punya satu radio, tetapi sudah hilang dicuri. Saat ini, tidak  ada fasilitas pendukung operasional yang kami punya selain meja dan kursi di kantor ini. Kami juga tidak bisa mengandalkan fasilitas Kanpel Bau-Bau, karena di sana juga minim fasilitas. Satu-satunya kapal patroli yang ada pun rusak,” pungkasnya.

Dengan keterbatasan tersebut, La Ode mengaku kerap kewalahan ketika Wakatobi kebanjiran pengunjung asing yang membawa kapal pribadi. Seperti ketika hajatan besar sekelas Sail Banda 2010 lalu digelar, sedikitnya 80 unit kapal asing berlabuh di perairan Wakatobi. ”Tapi kami tidak bisa melakukan apa-apa. Untungnya tidak ada hal negatif yang terjadi,” lanjut dia.

Hugua juga mengungkapkan hal senada perihal kondisi Pangulu Belo Mandati. Dia sangat mengharapkan dukungan Pemerintah Pusat dan para wakil rakyat di Senayan untuk mengembangkan infrastruktur utama Wakatobi tersebut. ”Karena Pangulu Belo itu aset pusat. Kami mengharapkan dukungan maksimal dari Pemerintah Pusat juga para wakil rakyat di gedung DPR terhadap visi kami untuk mengembangkan Wakatobi baik sebagai wilayah administratif maupun Taman Nasional yang mengandalkan eco-wisata. Kami ingin Wakatobi jadi cagar biosfir dunia. Tanpa dukungan semua pihak, itu tidak mungkin kami lakukan,” cetusnya. (TIM)

Nah tunggu apalagi, yuk kita liburan ke negara sendiri yang ngga kalah indah sama luar negeri :-)

Thursday, December 2, 2010

MACAM MACAM ANGIN

Angin lokal
1. angin darat dan angin laut........ Angin darat dan angin laut terjadi akibat adanya perbedaan sifat antara daratan dan lautan dalam menyerap dan melepaskan energi panas matahari. Daratan menyerap dan melepas energi panas lebih cepat daripada lautan.
2. Angin gunung dan angin lembah
Angin lembah terjadi ketika matahari terbit, puncak gunung adalah daerah yang pertama kali mendapat panas dan sepanjang hari selama proses tersebut, lereng gunung mendapat energi panas lebih banyak daripada lembah. Sehingga menyebabkan perbedaan suhu antara keduanya. Udara panas dari lereng gunung naik dan digantikan dengan udara dingin dari lembah. Akibatnya terjadi aliran udara dari lembah menuju gunung. Sedangkan pada sore hari lembah akan melepaskan energi panas dan puncak gunung yang telah mendingin akan mengalirkan udara ke lembah. Aliran udara tersebut dinamakan angin gunung.
3. Angin Ribut/Puyuh
Puting beliung dapat terjadi dimana saja, di darat maupun di laut dan jika terjadi di laut durasinya lebih lama daripada di darat. Angin ini umumnya terjadi pada siang atau sore hari, terkadang pada malam hari dan lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba). Luas daerah yang terkena dampaknya sekitar 5 – 10 km, karena itu bersifat sangat lokal.

masih banyak lagi angin lokal yang lain.. yang dinamakan sesuai nama daerah asal angin tersebut (arah angin bertiup) bisa di lihat di :


>angin musim (angin moonsoon/monsun)
1. Angin Monsun Asia
Angin ini berhubungan dengan angin baratan yaitu angin yang berasal dari daratan Asia menuju wilayah Indonesia, dengan membawa uap air lebih banyak dari biasanya, sehingga sebagian wilayah Indonesia bagian Selatan Katulistiwa sering banyak hujan atau bertepatan dengan musim hujan di Indonesia.
Ketika matahari berada di sebelah Utara Katulistiwa, maka daerah di Belahan Bumi Utara mempunyai suhu udara yang panas dengan tekanan udara cenderung rendah. Sehingga arah pergerakan angin dari Belahan Bumi Utara (daratan Asia) menuju Belahan Bumi Selatan (daratan Australia) dan angin tersebut biasanya berasal dari arah barat menuju timur. Kondisi ini biasa dikenal orang sebagai angin barat.
2. Angin Monsun Australia
Angin ini berhubungan dengan angin timur yaitu angin yang berasal dari daratan Australia. Ketika matahari berada di Belahan Bumi Selatan, maka Belahan Bumi Selatan mempunyai suhu yang panas dan tekanan udara yang tinggi maka pergerakan angin dari Belahan Bumi Selatan (daratan Australia) menuju Belahan Bumi Utara (daratan Asia).

Wednesday, November 24, 2010

PENDAKI TOP DUNIA

PENDAKI TOP DUNIA
REINHOLD MESSNER
Pendaki paling populer di dunia dan kerap disebut sebagai “Dewa Gunung”. Mendaki sejak usia 5 tahun, lahir pada tahun 1948 di South Tyrol.
Track record :
• 1966 - Yerupaja dan Yerupaja Chico (first ascent)
• 1970 - Nanga Parbat (Rupal face)
• 1972 - Noshaq
• 1974 - Eiger north face dan Aconcagua (South face)
• 1975 - Gasherbrum I
• 1976 - McKinley
• 1978 - Mount Everest (first ascent without supplemental oxygen), Nanga Parbat (solo, Damir face) dan Kilimanjaro (Breach Wall)
• 1979 - K2 dan Ama Dablam
• 1980 - Mount Everest (solo)
• 1981 - Shisha Pangma dan Chamlang
• 1982 - Kangchenjunga, Gasherbrum II, Broad Peak dan Cho Oyo (attempt in winter).
• 1983 - Cho Oyo
• 1984 - Gasherbrum I and II (traverse)
• 1985 - Annapurna
• 1986 - Makalu (winter ascent), Lhotse dan Vinson massif
• 1989 - Lhotse (South face attempt)
• 1992 - Chimborazo
• 1994 - Shivling
• 2000 - South Georgia (traverse following in Shackletons footsteps) dan Nanga Partbat (attempt to climb a new route).

7 LUBANG TERBESAR DIDUNIA

1. Kimberley Big Hole – South Africa
Rupanya tangan terbesar yang pernah digali penggalian di dunia, 1097 meter ini dalam tambang menghasilkan lebih dari 3 ton berlian sebelum ditutup pada tahun 1914.
2. Glory Hole – Monticello Dam, California
Sebuah lubang kemuliaan digunakan ketika sebuah bendungan berada pada kapasitas penuh dan air harus dikeringkan dari reservoir. Ini adalah ‘Glory Hole’ at Monticello dam, dan itu yang terbesar di dunia dari jenis katup, ukurannya memungkinkan untuk mengkonsumsi 14.400 meter kubik air setiap detik
3. Bingham Canyon Mine, Utah
Hal ini konon terbesar buatan manusia penggalian di bumi. Ekstraksi mulai tahun 1863 dan masih berlanjut hari ini, lubang semakin dalam ukuran terus-menerus. Dalam kondisi saat mil lubang dalam dan lebar 2,5 mil
4. Great Blue Hole , Belize
Geografis yang luar biasa ini fenomena yang dikenal sebagai lubang biru terletak 60 mil dari daratan Belize. Ada banyak lubang biru di seluruh dunia,
tapi tidak ada yang menakjubkan seperti yang satu ini
5. Mirny Diamond Mine , Siberia
Aku cukup yakin kebanyakan orang telah melihat yang satu ini. Ini mutlak binatang dan memegang gelar terbuka tambang berlian terbesar di dunia. Di 525 meter, dengan diameter atas 1.200 meter, bahkan ada yang tidak-zona terbang di atas lubang karena beberapa helikopter yang telah menarik
6. Diavik Mine, Canada
Tambang begitu besar dan daerah begitu jauh bahwa ia memiliki bandara dengan landasan pacu yang cukup besar untuk menampung Boeing 737. Kelihatannya sama dingin ketika air sekitarnya beku
7. Sinkhole in Guatemala
ini adalah jurang yang terjadi awal tahun ini di Guatemala. Lubang menelan belasan rumah dan menewaskan sedikitnya 3 orang

Thursday, November 11, 2010

8 GUNUNG YANG MENGHEBOHKAN INDONESIA

1. Gunung Kelud
Sejak abad ke-15, Gunung Kelut telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.
Pada abad ke-20, Gunung Kelut tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini.
2. Gunung Merapi

Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.
Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu.
Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.
3. Gunung Galunggung
Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882 (VEI=5). Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah.
Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.
4. Gunung Agung
Gunung Agung terakhir meletus pada 1963-64 dan masih aktif, dengan sebuah kawah besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan abu. Dari kejauhan, gunung ini tampak kerucut, meskipun didalamnya terdapat kawah besar.
Dari puncak gunung, adalah mungkin untuk melihat puncak Gunung Rinjani di pulau Lombok, meskipun kedua gunung sering tertutup awan. Pada tanggal 18 Februari 1963, penduduk setempat mendengar ledakan keras dan melihat awan naik dari kawah Gunung Agung.
Pada tanggal 24 Februari lava mulai mengalir menuruni lereng utara gunung, akhirnya perjalanan 7 km dalam 20 hari mendatang. Pada tanggal 17 Maret, gunung berapi meletus, mengirimkan puing-puing 8-10 km ke udara dan menghasilkan aliran piroklastik yang besar.
Arus ini banyak menghancurkan desa-desa, menewaskan sekitar 1500 orang. Sebuah letusan kedua pada 16 Mei menyebabkan aliran awan panas yang menewaskan 200 penduduk lain.
5. Krakatau

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883.
Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit.
Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.
Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.
6. Maninjau

Kaldera Maninjau dibentuk oleh letusan gunung berapi diperkirakan terjadi sekitar 52.000 tahun yang lalu. Simpanan dari letusan telah ditemukan dalam distribusi radial sekitar Maninjau membentang hingga 50 km di sebelah timur, 75 km di tenggara, dan barat ke pantai ini. Deposito diperkirakan akan didistribusikan lebih dari 8.500 km ² dan memiliki volume 220-250 km ³. kaldera ini memiliki panjang 20 km dan lebar 8 km.
7. Gunung Tambora

Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. Letusan tersebut menjadi letusan tebesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181.
Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000—12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut.
Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi. Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia.
Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.
Selama penggalian arkeologi tahun 2004, tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik. Artifak-artifak tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815. Karena ciri-ciri yang serupa inilah, temuan tersebut sering disebut sebagai Pompeii dari timur.
8. Toba Supervolcano

Merupakan letusan gunung berapi yang paling dahsyat yang pernah diketahui di planet Bumi ini. Dan hampir memusnahkan generasi umat manusia di planet Bumi.
73.000 tahun yang lalu letusan dari supervolcano di Indonesia hampir memusnahkan seluruh umat manusia. Hanya sedikit yang selamat. Dan setelah Tsunami Gunung Berapi Di Indonesia menjadi Aktif sekali lagi dan mengancam umat manusia.
Letusan ini tidak bisa dibandingkan dengan apapun yang telah dialami di bumi sejak masa dimana manusia bisa berjalan tegak. Dibandingkan dengan SuperVolcano Toba, bahkan krakatau yang menyebabkan sepuluh ribu korban jiwa pada 1883 hanyalah sebuah sendawa kecil.
Padahal krakatau memiliki daya ledak setara dengan 150 megaton TNT. Sebagai perbandingan: ledakan Bom Nuklir hiroshima hanya memiliki daya ledak 0,015 megaton, dan secara lisan maka daya musnahnya 10.000 kali lebih lemah dibanding krakatau.
Seperti yang telah diketahui oleh para ilmuwan, toba hampir memusnahkan umat manusia 73.00 tahun yang lalu. Saat itu manusia neanderthal menghuni bumi kita bersamaan dengan homo sapiens di eropa, serta homo erectus dan homo floresiensis di asia. Saat itu sangat dingin di eropa, Zaman es terakhir ini berjalan lancar dimana kijang, kuda liar dan rusa raksasa diburu.
Selain makanan herbivora, mammoth dan badak berbulu juga seringkali menjadi menu makanan manusia saat Toba, dengan diameter 90 kilometer di pulau yang sekarang dikenal dengan nama Sumatera.Meledak dalam arti yang sebenarnya.
Bersamaan dengan gelombang besar tsunami, ada 2.800 kilometer kubik abu yang dikeluarkan, yang menyebar ke seluruh atmosfir bumi kita. Yang mungkin telah mengurangi jumlah populasi manusia menjadi hanya sekitar 5000 sampai 10000 manusia saja.
Sebenarnya manusia jaman sekarang berasal dari beberapa ribu manusia yang selamat dari letusan super volcano Toba 73.000 tahun yang lalu. Oleh karena itu Gunung berapi di Indonesia bertanggung jawab atas hampir musnahnya umat manusia.
Dan Dari 60 hingga 70 gunung berapi yang dapat ditemuai di area tersebut(Indonesia) sekarang. Beberapa diantaranya menjadi aktif kembali dalam beberapa bulan maupun beberapa minggu setelah gempa di dasarlaut pada bulan desember 2004.
Walaupun Toba sampai saat ini masih tertidur jauh dan aman dibawah sebuah laut besar yang menyandang nama sama di Sumatera Utara. banyak orang yang takut apabila suatu saat Gunung Berapi aktif di Talang yang berada 300 kilometer di selatan Toba meletus, bisa membangunkan Raksasa yang tertidur.
sumber: tribunnews.com

Monday, November 8, 2010

Hand Traverse

Hand Traverse adalah teknik memanjat pada tebing dengan gerak menyamping (horizontal). Hal ini dilakukan bila tempat pegangan yang ideal sangat minim dan memanjat vertikal sudah tidak memungkinkan lagi. Teknik ini sangat rawan, dan banyak memakan tenaga karena seluruh berat beban tergantung pada pegangan tangan. Sedapat mungkin pegangan tangan dibantu dengan pijakan kaki (ujung kaki) agar berat badan dapat terbagi lebih rata.

Tuesday, October 26, 2010

Sejarah Dan Perkembangan Panjat Tebing Di Indonesia

Awal mulanya diilhami oleh referensi dari Epora. Tahun 1976 patok panjat tebing modern di Indonesia pertama kali. Dengan tali nilon Harry suliztiarto panjat memanjat di Citatah. Perkembangannya dengan didirikannya Skyger Amauter Rock Climbing Grup.
Di tahun 1980 pertama kali tebing Parang di panjat tim Wanadri yang juga tim pertama kali ekspedisi ke Cartensz pegunungan Jaya Wijaya. Skyger School pertama kali di adakan sebelumya tahun 1971 Mapala UI mencapai Puncak Jaya.
Pada tahun 1980-an berbagai ekspedisi dilakukan. Tahun 1981 dua ekspedisi Indonesia di dinding selatan Cartensz Mapala UI dan ITB. Hartono Basuki gugur di sini. 1982 Ahmad Fatahadi ( Alm) dari kelompok Gideon Bandung tewas terjatuh, korban pertama panjat tebing modern Indonesia. Masih bayak lagi kegiatan - kegiatan besar di duia panjat tebing Indonesia antara lain speed climbing yang dilakukan oleh Sandi ( Alm) dengan Djati di tebing Parang rekor di jalur 240. pemanjatan long Route berkembang berprestasi sehingga didirikan wadah pemanjat Indonesia dengan nama Federasi Panjat Tebing Indonesia.

Tuesday, October 19, 2010

Tebing Pawon, Citatah

Citatah --- Jangan ngaku pemanjat deh, kalo ngga pernah denger tempat ini, iya ngga sob? Pegunungan kapur Citatah memang sejak dulu dikenal sebagai daerah bersejarah bagi para pemanjat di Indonesia. Karena memang disinilah olahraga panjat tebing modern lahir di tanah air.
Tapi tahu ngga, kalo sebenarnya ada satu bagian di Citatah yang paling bersejarah? ya “Gua pawon” namanya. Sarang kampret (kelalawar) ini berjarak 25 kilometer dari Kota Bandung. Nah… Kalo mau tahu, lokasinya ada di Kampung Cibukur, Desa Masigit, Kecamatan Citatah, Padalarang Kabupaten Bandung barat.
Tempatnya yang tersembunyi diantara tebing 90 dan tebing 48, gua pawon yang dalam bahasa Indonesia berati dapur ini awalnya kurang mendapat perhatian dikalangan pemanjat. kecuali mereka para petualang mistik, karena lokasi ini sejak lama dijadikan tempat bersemedi. Namun sejak kelompok Riset Cekungan bandung (KRCB) menemukan fosil manusia purba pada oktober 2003, bersama 2.250 fosil binatang dan lebih 2000 artefak yang digunakan manusia pra sejarah, lokasi ini mulai ramai dikunjungi berbagai lapisan masyarakat yang penasaran ingin melihat tampang nenek moyang mereka.
Sebagai tambahan, fosil yang diberi nama manusia pawon ini, saat ditemukan dalam posisi meringkuk, cara yang lazim dilakukan manusia pra sejarah ketika menguburkan jenazah. Posisi yang sama ketika manusia di dalam kandungan.
Umur manusia pawon (the cave man) ini diperkirakan berusia 5000 hingga 8000 tahun. Nah, bila menilik usianya, berarti sobat kecil ini hidup ketika Bandung masih berbentuk danau kaldera raksasa, atau hidup sebelum jamannya nabi Inrahim di tanah semit sana (usia nabi Ibrahim diperkirakan sekitar 4000 th s.d sekarang) atau bila dibandingkan dengan DNA tertua manusia yang berusia 250 ribu tahun, berarti fosil ini termasuk manusia modern (homo sapiens).
Karena bernilai sejarah, maka sejumlah fosil manusia gua yang ditemukan disini sekarang disimpan di balai arkeologi bandung di daerah Cileunyi. Jadi, kalo anda berkunjung ke gua pawon, jangan harap bertemu manusia jaman dulu dengan versi asli. Karena yang anda lihat hanyalah bentuk replika belaka.

Rock garden 

Gua Pawon tidak hanya menyembunyikan fosil manuia purba ataupun menghasilkan kotoran kampret untuk dijadikan kompos. Tapi di sini juga kita bisa belajar tentang proses pembentukan dan sejarah batuan.
Susunan batuan di Rock garden cukup unik, bila diperhatikan umumnya berbentuk koral dan kerang-kerang sejenis algae dalam bentuk fosil. Tapi sayang, karena alasan ekonomi, sedikit demi sedikit masyarakat mengeksploitasi kawasan gua pawon dan gunung masigit secara berlebihan padahal batuan ini sudah terbentuk sebelum manusia dilahirkan dan butuh waktu jutaan tahun lagi untuk membentuknya.

Manjat di Gua pawon


Sebagai daerah pegunungan kapur lainnya, gua pawon tidak luput dari perhatian para pemanjat. Tedy Ixdiana salah seorang pembuat jalur produktif asal kota Bandung, membuat beberapa jalur sport di gua Pawon. 
Namun sayang, karena jumlahnya yang terbatas dan karena bau guano (kotoran kelalawar) yang menyengat jalur-jalur disini mulai ditinggalkan para pemanjat. Bahkan pembuat jalur pun, ketika tulisan ini disusun lupa nama dan data jalur. Sehingga sesuai kesepakatan dengan pembuat jalur (tedy Ixdiana), penulis bersama teman-teman dari FPTI Kota Bogor menamakan jalur-jalurnya dengan versi sendiri dan sekarang, bila anda berkunjung ke gua pawon, hanya tersisa 5 jalur sport yang masih layak untuk dipanjat.
Namun yang paling disesalkan, sebagai sebuah situs, gua Pawon sangat tidak terawat. Selain ulah vandalisme dengan mencorat-coret tebing,sebagian penduduk juga menjadikan guano sebagai mata pencaharian untuk produksi pupuk. Sehingga jangan heran bila anda manjat di sini, anda akan berdiri di atas teras sempit bertanah bolong dengan latar belakang jurang yang dalam, karena petani mengeruk tanahnya sebagai bahan pupuk. (jajang dirajanagara/ fpti kota bogor/ jakarta, nov 2008)
Jalur Sport di Gua Pawon


No
Route Name
Type
Grade
Length
(m)
Runner
Created
Block
By

1
Kori (Corner Riweuh)
Sport Climbing
5.11
5
3
92-93

 Tedy  Ixdiana
2
Beralas Koran
Sport Climbing
5.10
7
5
92-93

 Tedy
Ixdiana
3
Bau
Sport Climbing
5.10
9
8
92-93

 Tedy Ixdiana
4
kukudaan
Sport Climbing
5.10
12
9
92-93

 Tedy Ixdiana
5
kakarayapan
Sport Climbing
5.9
10
9
92-93

 Tedy Ixdiana

Cara menuju lokasi


Berkunjung ke gua Pawon, sebenarnya tidak terlalu sulit. Karena lokasinya diantara jalan utama antara Jakarta – Bandung menjadikan lokasi ini mudah dikenali dan yang pasti jalan desa menuju lokasi ada diantara tebing 48 dan tebing 90.
Dari jakarta anda bisa memilih Rute: Jakarta – Bogor - Puncak – Cianjur – Citatah.
Dari jakarta anda juga bisa memilih rute: Tol cipularang – Padalarang- kembali ke arah Cianjur.
Dari bandung anda dapat memilih rute: Tol padalarang – tagog apu – Citatah

Tebing Ciampea Bogor

Bila membicarakan tebing Ciampea, sepertinya diri ini memutar mesin waktu kembali ke masa lalu. Saat remaja kurus ini masih berseragam putih-abu, menjejakan jempol kaki diatas cadas tanpa sepatu, dan bergantung pada seutas webbing, tak lain untuk menggapai setiap pengaman terakhir di jalur putih, jalur kambing dan jalur toke. Nah ngomong-ngomong soal jalur-jalur diatas, setiap pemanjat pemula yang pernah menjejakan kakinya di tebing Ciampea pasti mengenalnya.

Tentu perkenalan ini bukan disebabkan jalurnya menantang namun karena justru tingkat kesulitannya yang moderat dan berjenjang. Sehingga cocok bagi pemanjat pemula seperti remaja berambut belah pinggir ini untuk mulai memahami setiap bentuk cacat batuan. Makanya, hampir setiap libur dan akhir pekan di tahun 1993, remaja yang belum berkaca mata inipun mulai gandrung menyambanginya. Keranjingan batu tepatnya

Namun seiring waktu, jalur-jalur sport tersebut hanya menjadi bagian rutinitas dalam setiap sesi latihan. Karena latihan pun terus berkembang  mulailah diri ini menjajal jalur-jalur dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, seperti jalur bicycle, tiga bor dan intifada.

Akhirnya rasa bosan pun kembali mendera. Saat jalur-jalur tersebut pun kembali dikuasai.

Jalur-jalur baru di Ciampea
Dibandingkan dengan jalur-jalur sport yang tersedia di tebing kalapanunggal maupun Citatah. Tebing Ciampea tentu berbeda, hal ini disebabkan minimnya permukaan batuan. Maka gagasan membuat jalur-jalur barupun sempat tertunda hingga beberapa tahun kedepan.

Namun karena besarnya hasrat, aksi pembuatan jalur pun tetap dilakukan. Diawali dengan semangat Indra membuat jalur Taliban, disusul Andri “kebo” dengan membuat jalur Strawberry-Tiram, tak mau ketinggalan penulis pun membuat jalur West Bank dan akhirnya ditutup dengan upaya bersama merestorasi pengaman-pengaman jalur Revolution yang berkarat dan terlupakan. Jalur revolution memang lama terabaikan karena cukup sulit dipanjat dan batuannya selalu basah. 

Sepi dan Terabaikan
Mereka yang pernah datang ke tebing Ciampea diawal dekade 90-an hingga tahun 2000-an tentu pernah merasakan sesaknya teras di tebing Ciampea oleh gerombolan-gerombolan pemanjat dari berbagai klub dan organisasi. Saking ramainya, jangan harap anda yang pemalu ataupun malas mengantri bakal kebagian jalur “ngga bakalan ada jalur yang nganggur man”. Kecuali jalur tangga yang memang lebih sering dipakai untuk latihan naik turun tebing (ascending-descending) maupun hanya sekedar latihan mengenal olahraga ini.
Tapi itu semua hanya tinggal cerita, tebing Ciampea semakin hari semakin kehilangan magnetnya menggaet mereka yang mengaku pemanjat. Pemanjat yang seharusnya bisa berprestasi di tebing alam dan tebing buatan. Kini alih-alih hanya sekedar mengejar kompetisi demi uang dan pengakuan hanya di arena tebing buatan. (jajang dirajanagara/ fpti kota bogor/ des 08)

Jalur-jalur di Ciampea




No
Route Name
Type
Grade
Length
(m)
Runner
Created
Block
By

1
Putih
Sport Climbing
5.8
5
2



2
Revolution
Sport Climbing
5.12
11
5
2002


3
Kambing
Sport Climbing
5.9
11
3

   
Ibe 
4
West Bank
Sport Climbing
5.11
7
3
2002

Jajang 
5
Tiga Bor
Sport Climbing
5.11
5
2



6
Intifada
Sport Climbing
5.12
5
3
1989

 Mauly
7
Bicycle
Sport Climbing
5.10
7
3
1989

 Mauly
8
Taliban
Sport Climbing
5.11b
9
5
2000

 Indra
9
Toke
Sport Climbing
5.9
7
3



10
Strawberry
Sport Climbing
5.8
8
3
2002

 Andri kebo
11
Tiram
Sport Climbing
5.8
7
3
2002

 Andri Kebo
12
Momen in Time
 (M I T)
Sport Climbing
5.11d
4
2



13
Tangga
Clean Climbing
5.7
15
-




Karaktertistik Tebing Ciampea

Jenis Batuan : limestone
Ketinggian   : 5 - 30 M
Jumlah Jalur : 13 jalur
Grade         : 5.8 - 5.12
Character pegangan : Variatif ( dominasi pocket )
System Pemanjatan : - Sport Climbing
Interest : - Pemandangan puncak tebing dikelilingi sawah & hutan
              - Fauna : Monyet, burung Udang, Ular, Tokek, burung elang dll
              - Flora  : Carsen, Anggrek liar dll
              - Bio thermal yg ada di tengah sungai ( lumayan bisa dipake mandi)

Menuju Lokasi

Dari Jakarta anda bisa memilih rute: Jakarta-Bogor-Ciampea-Leuwi Kancra