Thursday, February 25, 2010

Rock climbing

ROCK CLIMBING
Pendahuluan
Olah raga rock climbing semakin berkembang pesat pada tahun-tahun terakhir ini di
Indonesia. Kegiatan ini tidak dapat dipungkiri lagi sudah sudah merupakan kegiatan
yang begitu diminati oleh kaula muda maupun yang merasa muda ataupun juga yang
selalu muda.Pada dasarnya, rock climbing adalah teknik pemanjatan tebing batu yang
memanfaatkan cacat batu tebing (celah atau benjolan) yang dapat dijadikan pijakan
atau pegangan untuk menambah ketinggian dan merupakan salah satu cara untuk
mencapai puncak. Ciri khas rock climbing adalah prosedur dan perlengkapan yang
digunakan dalam kegiatan, juga prinsip dan etika pemanjatan.
Rock Climbing bukan hanya menjadi komoditi industri olah raga dan petualngan saja.
Tetapi aplikasinya juga telah menjadi komoditas industri-industrilainnya seperti
wisata petualangan,outbound training,entertaiment,iklan dan film,serta industriindustri
lainnya yang membutuhkan jasa ketinggian.Oleh karena itu perlu ilmu rock
climbing yang sangat mendasar sebagai acuan yang kuat diri dan dunia rock climbing
itu sendiri.
Sejarah Rock Climbing
Pada awalnya rock climbing lahir dari kegiatan eksplorasi alam para pendaki gunung
dimana ketika akhirnya menghadapi medan yang tidak lazim dan memiliki tingkat
kesulitan tinggi,yang tidak mungkin lagi didaki secara biasa (medan vertical dan
tebing terjal).Maka dari itu lahirlah teknik rock climbing untuk melewati medan
yang tidak lazim tersebut dengan teknik pengamanan diri (safety procedur).Seiring
dengan perkembangan zaman rock climbing menjadi salah satu kegiatan petualangan
dan olah raga tersendiri.Terdapat informasi tentang sekelompok orang Perancis di
bawah pimpinan Anthoine de Ville yang mencoba memanjat tebing Mont Aiguille (2097
mdpl) di kawasan Vercors Massif pada tahun 1492. Tidak jelas benar tujuan mereka,
tetapi yang jelas, beberapa dekade kemudian, orang-orang yang naik turun tebingtebing
batu di pegunungan Alpen diketahui adalah para pemburu Chamois (sejenis
kambing gunung). Jadi pemanjatan mereka kurang lebih dikarenakan oleh faktor mata
pencaharian.
Pada tahun 1854 batu pertama zaman keemasan dunia pendakian di Alpen diletakan
oleh Alfred Wills dalam pendakiannya ke puncak Wetterhorn (3708 mdpl). Inilah
cikal bakal pendakian gunung sebagai olah raga. Kemudian pada tahun-tahun
berikutnya barulah terdengar manusia-manusia yang melakukan pemanjatan tebingtebing
di seluruh belahan bumi.
Lalu pada tahun 1972 untuk pertama kalinya panjat dinding masuk dalam jadwal
olimpiade, yaitu didemonstrasikan dalam olimpiade Munich.
Baru pada tahun 1979 olah raga panjat tebing mulai merambah di Indonesia.
Dipelopori oleh Harry Suliztiarto yang memanjat tebing Citatah, Padalarang. Inilah
patok pertama panjat tebing modern di Indonesia.
Teknik Dasar Pemanjatan / Rock Climbing
1. Face Climbing
Yaitu memanjat pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau rongga
yang memadai sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan. Para pendaki pemula
biasanya mempunytai kecenderungan untuk mempercayakan sebagian berat badannya pada
pegangan tangan, dan menempatkan badanya rapat ke tebing. Ini adalah kebiasaan
yang salah. Tangan manusia tidak bias digunakan untuk mempertahankan berat badan
dibandingkan kaki, sehingga beban yang diberikan pada tangan akan cepat melelahkan
untuk mempertahankan keseimbangan badan. Kecenderungan merapatkan berat badan ke
tebing dapat mengakibatkan timbulnya momen gaya pada tumpuan kaki. Hal ini
memberikan peluang untuk tergelincir.Konsentrasi berat di atas bidang yang sempit
(tumpuan kaki) akan memberikan gaya gesekan dan kestabilan yang lebih baik.
2. Friction / Slab Climbing
Teknik ini semata-mata hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu. Ini
dilakukan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertical, kekasaran permukaan
cukup untuk menghasilkan gaya gesekan. Gaya gesekan terbesar diperoleh dengan
membebani bidang gesek dengan bidang normal sebesar mungkin. Sol sepatu yang baik
dan pembebanan maksimal diatas kaki akan memberikan gaya gesek yang baik.
3. Fissure Climbing
Teknik ini memanfaatkan celah yang dipergunakan oleh anggota badan yang seolaholah
berfungsi sebagai pasak. Dengan cara demikian, dan beberapa pengembangan,
dikenal teknik-teknik berikut.
• Jamming, teknik memanjat dengan memanfaatkan celah yang tidak begitu besar.
Jari-jari tangan, kaki, atau tangan dapat dimasukkan/diselipkan pada celah
sehingga seolah-olah menyerupai pasak.
• Chimneying, teknik memanjat celah vertical yang cukup lebar (chomney). Badan
masuk diantara celah, dan punggung di salah satu sisi tebing. Sebelah kaki
menempel pada sisi tebing depan, dan sebelah lagi menempel ke belakang. Kedua
tangan diletakkan menempel pula. Kedua tangan membantu mendororng keatas bersamaan
dengan kedua kaki yang mendorong dan menahan berat badan.
• Bridging, teknik memanjat pada celah vertical yang cukup besar (gullies).
Caranya dengan menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai pegangan pada kedua celah
tersebut. Posisi badan mengangkang, kaki sebagai tumpuan dibantu oleh tangan yang
juga berfungsi sebagai penjaga keseimbangan.
• Lay Back, teknik memanjat pada celah vertical dengan menggunakan tangan dan
kaki. Pada teknik ini jari tangan mengait tepi celah tersebut dengan punggung
miring sedemikian rupa untuk menenpatkan kedua kaki pada tepi celah yang
berlawanan. Tangan menarik kebelakang dan kaki mendorong kedepan dan kemudian
bergerak naik ke atas silih berganti.
Pembagian Pendakian Berdasarkan Pemakaian Alat
Free Climbing
Sesuai dengan namanya, pada free climbing alat pengaman yang paling baik adalah
diri sendiri. Namun keselamatan diri dapat ditingkatkan dengan adanya keterampilan
yang diperoleh dari latihan yang baik dan mengikuti prosedur yang benar. Pada free
climbing, peralatan berfungsi hanya sebagai pengaman bila jatuh. Dalam
pelaksanaanya ia bergerak sambil memasang, jadi walaupun tanpa alat-alat tersebut
ia masih mampu bergerak atau melanjutkan pendakian. Dalam pendakian tipe ini
seorang pendaki diamankan oleh belayer.
Free Soloing
Merupakan bagian dari free climbing, tetapi sipendaki benar-benar melakukan dengan
segala resiko yang siap dihadapinya sendiri.Dalam pergerakannya ia tidak
memerlukan peralatan pengaman. Untuk melakukan free soloing climbing, seorang
pendaki harus benar-benar mengetahui segala bentuk rintangan atau pergerakan pada
rute yang dilalui. Bahkan kadang-kadang ia harus menghapalkan dahulu segala
gerakan, baik itu tumpuan ataupun pegangan, sehingga biasanya orang akan melakukan
free soloing climbing bila ia sudah pernah mendaki pada lintasan yang sama. Resiko
yang dihadapi pendaki tipe ini sangat fatal sekali, sehingga hanya orang yang
mampu dan benar-benar professional yang akan melakukannya.
Atrificial Climbing
Pemanjatan tebing dengan bantuan peralatan tambahan, seperti paku tebing, bor,
stirrup, dll. Peralatan tersebut harus digunakan karena dalam pendakian sering
sekali dihadapi medan yang kurang atau tidak sama sekali memberikan tumpuan atau
peluang gerak yang memadai.
Sistem Pendakian
1. Himalaya Sytle
Sistem pendakian yang biasanya dengan rute yang panjang sehingga untuk mencapai
sasaran (puncak) diperlukan waktu yang lama. Sistem ini berkembang pada pendakianpendakian
ke Pegunungan Himalaya. Pendakian tipe ini biasanya terdiri atas
beberapa kelompok dan tempat-tempat peristirahatan (base camp, fly camp). Sehingga
dengan berhasilnya satu orang dari seluruh team, berarti pendakian itu sudah
berhasil untuk seluruh team.
2. Alpine Style
Sistem ini banyak dikembangkan di pegunungan Eropa. Pendakian ini mempunyai tujuan
bahwa semua pendaki harus sampai di puncak dan baru pendakian dianggap berhasil.
Sistem pendakian ini umumnya lebih cepat karena para pendaki tidak perlu lagi
kembali ke base camp (bila kemalaman bias membuat fly camp baru, dan esoknya
dilanjutkan kembali).
Teknik Turun / Rappeling
Teknik ini digunakan untuk menuruni tebing. Dikategorikan sebagai teknik yang
sepeuhnya bergantung dari peralatan. Prinsip rappelling adalah sebagai berikut :
1. Menggunakan tali rappel sebagai jalur lintasan dan tempat bergantung.
2. Menggunakan gaya berat badan dan gaya tolak kaki pada tebing sebagai
pendorong gerak turun.
3. Menggunakan salah satu tangan untuk keseimbangan dan tangan lainnya untuk
mengatur kecepatan.
Macam-macam dan Variasi Teknik Rappeling
1. Body Rappel
Menggunakan peralatan tali saja, yang dibelitkan sedemikian rupa pada badan. Pada
teknik ini terjadi gesekan antara badan dengan tali sehingga bagian badan yang
terkena gesekan akan terasa panas.
2. Brakebar Rappe
Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, tali, dan brakebar. Modifikasi lain dari
brakebar adalah descender (figure of 8). Pemakaiannya hampir serupa, dimana gaya
gesek diberikan pada descender atau brakebar.
3. Sling Rappel
Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, dan tali. Cara ini paling banyak
dilakukan karena tidak memerlukan peralatan lain, dan dirasakan cukup aman. Jenis
simpul yang digunakan adalah jenis Italian hitch.
4. Arm Rappel / Hesti
Menggunakan tali yang dibelitkan pada kedua tangan melewati bagian belakang badan.
Dipergunakan untuk tebing yang tidak terlalu curam.
Dalam rapelling, usahakan posisi badan selalu tegak lurus pada tebing, dan jangan
terlalu cepat turun. Usahakan mengurangi sesedikit mungkin benturan badan pada
tebing dan gesekan antara tubuh dengan tali. Sebelum memulai turun, hendaknya :
1. Periksa dahulu anchornya.
2. Pastikan bahwa tidak ada simpul pada tali yang dipergunakan.
3. Sebelum sampai ke tepi tebing hendaknya tali sudah terpasang dan pastikan
bahwa tali sampai ke bawah (ke tanah).
4. Usahakan melakukan pengamatan sewaktu turun, ke atas dan ke bawah, sehingga
apabila ada batu atau tanah jatuh kita dapat menghindarkannya, selain itu juga
dapat melihat lintasan yang ada.
5. Pastikan bahwa pakaian tidak akan tersangkut carabiner atau peralatan
lainnya.
Peralatan Pemanjatan
1. Tali Pendakian
Fungsi utamanya dalam pendakian adalah sebagai pengaman apabila jatuh.Dianjurkan
jenis-jenis tali yang dipakai hendaknya yang telah diuji oleh UIAA, suatu badan
yang menguji kekuatan peralatan-peralatan pendakian. Panjang tali dalam pendakian
dianjurkan sekitar 50 meter, yang memungkinkan leader dan belayer masih dapat
berkomunikasi. Umumnya diameter tali yang dipakai adalah 10-11 mm, tapi sekarang
ada yang berkekuatan sama, yang berdiameter 9.8 mm.
Ada dua macam tali pendakian yaitu :
• Static Rope, tali pendakian yang kelentirannya mencapai 2-5 % fari berat
maksimum yang diberikan. Sifatnya kaku, umumnya berwarna putih atau hijau. Tali
static digunakan untuk rappelling.
• Dynamic Rope, tali pendakian yang kelenturannya mencapai 5-15 % dari berat
maksimum yang diberikan. Sifatnya lentur dan fleksibel. Biasanya berwarna mencolok
(merah, jingga, ungu).
2. Carabiner
Adalah sebuah cincin yang berbentuk oval atau huruf D, dan mempunyai gate yang
berfungsi seperni peniti. Ada 2 jenis carabiner :
• Carabiner Screw Gate (menggunakan kunci pengaman).
• Carabiner Non Screw Gate (tanpa kunci pengaman)
3. Sling
Sling biasanya dibuat dari tabular webbing, terdiri dari beberapa tipe. Fungsi
sling antara lain :
- sebagai penghubung
- membuat natural point, dengan memanfaatkan pohon atau lubang di tebing.
- Mengurangi gaya gesek / memperpanjang point
- Mengurangi gerakan (yang menambah beban) pada chock atau piton yang terpasang.
4. Descender
Sebuah alat berbentuk angka delapan. Fungsinya sebagai pembantu menahan gesekan,
sehingga dapat membantu pengereman. Biasa digunakan untuk membelay atau
rappelling.
5. Ascender
Berbentuk semacam catut yang dapat menggigit apabila diberi beban dan membuka bila
dinaikkan. Fungsi utamanya sebagai alat Bantu untuk naik pada tali.
6. Harnes / Tali Tubuh
Alat pengaman yang dapat menahan atau mengikat badan. Ada dua jenis harnes :
• Seat Harnes, menahan berat badan di pinggang dan paha.
• Body Harnes, menahan berat badan di dada, pinggang, punggung, dan paha.
Harnes ada yang dibuat dengan webbning atau tali, dan ada yang sudah langsung
dirakit oleh pabrik.
7. Sepatu
Ada dua jenis sepatu yang digunakan dalam pemanjatan :
• Sepatu yang lentur dan fleksibel. Bagian bawah terbuat dari karet yang kuat.
Kelenturannya menolong untuk pijakan-pijakan di celah-cleah.
• Sepatu yang tidak lentur/kaku pada bagian bawahnya. Misalnya combat boot.
Cocok digunakan pada tebing yang banyak tonjolannya atau tangga-tangga kecil. Gaya
tumpuan dapat tertahan oleh bagian depan sepatu.
8. Anchor (Jangkar)
Alat yang dapat dipakai sebagai penahan beban. Tali pendakian dimasukkan pada
achor, sehingga pendaki dapat tertahan oleh anchor bila jatuh. Ada dua macam
anchor, yaitu :
• Natural Anchor, bias merupakan pohon besar, lubang-lubang di tebing,
tonjolan-tonjolan batuan, dan sebagainya.
• Artificial Anchor, anchor buatan yang ditempatkan dan diusahakan ada pada
tebing oleh si pendaki. Contoh : chock, piton, bolt, dan lain-lain.
Mengetahui perbedaan antara; nuts dan cams, friends dan carabiner, dan lainnya
Belay Device (Peralatan untuk Belay)
Belay Device adalah peralatan untuk menahan tali saat pemanjatan
agar pemanjat tidak terjatuh. Banyak jenis yang biasa dipakai,
yang paling sering dipakai adalah ATC, Figure 8, dan Grigri.
Cam atau Friends
Spring Loaded Camming Device (SLCD) atau biasa disebut cam atau
friends adalah peralatan proteksi pemanjatan yang fenomenal,
diciptakan oleh Ray Jardine seorang aerospace engineer yang
senang manjat pada tahun 1973. Jika ditarik, ujungnya akan mengecil
sehingga mudah dimasukkan ke celah tebing. Jika dilepas ujungnya
akan mengembang memenuhi celah tebing. Cam tersedia dalam beberapa
ukuran disesuaikan dengan lebar celah tebing.
Carabiner
Ada banyak jenis carabiner, setiap jenis memiliki fungsi tersendiri
dalam pemanjatan.
Carabiner HMS memiliki kunci (screw) sebagai pengaman, dipakai
sebagai anchor pada top roping dan juga dipakai oleh belayer.
Carabiner D atau Oval dan Snap (Snapring) digunakan untuk keperluan
lain seperti untuk dipakai bersama dengan cam dan draw.
Quickdraw atau Runner
Adalah pasangan webbing atau sling dengan dua buah carabiner jenis
snapring, dipakai sebagai alat proteksi di tebing.
Hexes
Adalah pasangan sling dengan tabung alumunium (titanium) segi enam.
Berfungsi sama dengan cam, berharga lebih murah, tetapi lebih sulit
dalam penempatannya di celah tebing. Seperti cam. hexes tersedia dalam
beberapa ukuran.
Nuts
Nuts adalah peralatan proteksi yang paling banyak dipakai oleh
pemanjat tebing, fungsinya sama dengan cam dan hexes dengan harga
lebih murah.
Tricams
Adalah peralatan proteksi pemanjatan, walaupun berbeda bentuk tetapi
fungsinya sama dengan nuts. Pemakaiannya relatif sulit, tidak
dianjurkan dipakai untuk pemula.
Prosedur Pemanjatan
Tahapan-tahapan dalam suatu pemanjatan hendaknya dimulai dari langkah-langkah
sebagai berikut
1. Mengamati lintasan dan memikirkan teknik yang akan dipakai.
2. Menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.
3. a. Untuk leader, perlengkapan teknis diatur sedemikian rupa, agar mudah
untuk diambil / memilih dan tidak mengganggu gerakan. Tugas leader adalah membuka
lintasan yang akan dilalui oleh dirinya sendiri dan pendaki berikutnya.
b. Untuk belayer, memasang anchor dan merapikan alat-alat (tali yang akan
dipakai). Tugas belayer adalah membantu leader dalam pergerakan dan mengamankan
leader bila jatug. Belayer harus selalu memperhatikan leader, baik aba-aba ataupun
memperhatikan tali, jangan terlalu kencang dan jangan terlalu kendur.
4. Bila belayer dan leader sudah siap memulai pendakian, segera memberi aba-aba
pendakian.
5. Bila leader telah sampai pada ketinggian 1 pitch (tali habis), ia harus
memasang achor.
6. Leader yang sudah memasang anchor di atas selanjutnya berfungsi sebagai
belayer, untuk mengamankan pendaki berikutnya.

Pesona Danau Ranau


Danau Ranau meliputi wilayah Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU
Selatan (dahulu masuk dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu).
Berjarak sekitar 342 km dari Palembang, 130 km dari Baturaja, dan 50
kilometer dari Muara Dua, ibu kota OKU Selatan, dengan jarak tempuh
dengan mobil sekitar 7 jam dari Palembang.

Sementara dari Bandar Lampung, danau ini bisa ditempuh melalui Bukit
Kemuning dan Liwa. Secara geografis, danau ini terletak di perbatasan
Kabupaten OKU Selatan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung
Barat, Provinsi Lampung.

Luas Danau Ranau sekitar 8×16 km dengan latar belakang Gunung Seminung
(ketinggian ± 1.880 m dpl), dikelilingi oleh bukit dan lembah. Pada
malam hari udara sejuk dan pada siang hari suhu berkisar 20° - 26°
Celsius. Terletak pada posisi 4°51′45″ bujur selatan dan 103°55′50″
bujur timur.

Secara geografis, topografi danau ranau adalah perbukitan berlembah,
sehingga menjadikan danau Ranau memiliki cuaca sejuk. Terdapat beberapa
jenis ikan hidup di danau, antara lain mujair, kepor, kepiat, dan harongan.

Pemandangan seputar Danau Ranau sungguh menakjubkan. Apaladi di tengah
danau terdapat pulau bernama Pulau Marisa. Di sana juga terdapat sumber
air panas. Sebagai tujuan wisata,  wilayah ini kaya potensi karena masih
ada objek pendukung seperti air terjun hingga resort.

Asal-Usul

Menurut cerita, danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik
dari gunung berapi yang membuat cekungan besar. Sungai besar yang
sebelumnya mengalir di kaki gunung berapi itu kemudian menjadi sumber
air utama yang mengisi cekungan itu. Lama-kelamaan lubang besar itu
penuh dengan air.

Sekeliling danau ditumbuhi berbagai tumbuhan semak yang oleh warga
setempat disebut ranau. Maka danau itu pun dinamakan Danau Ranau. Sisa
gunung api itu kini menjadi Gunung Seminung yang berdiri kokoh di tepi
danau berair jernih tersebut.

Pada sisi lain di kaki gunung Seminung terdapat sumber air panas dari
dasar danau. Di sekitar danau ini juga dapat ditemui air terjun Subik.
Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Marisa.

Pulau Marisa sebenarnya daratan yang terpisah dari kaki Gunung Seminung
karena genangan air danau. Di daratan yang luasnya tidak lebih dari satu
hektar itu terdapat pohon-pohon kelapa, dan pengunjung bisa sekadar
mampir untuk menikmati keindahan secuil daratan itu.

Danau Ranau memang memiliki pesona. Bagaimana tidak? Bekas letusan
gunung berapi tersebut seolah membentuk panggung alam nan elok. Gunung
Seminung  menjulang 1.880 meter di atas permukaan laut menjadi latar
belakang dengan nuansa magis. Tebing dan barisan perbukitan menjadi
pagar pembatas panggung megah itu.

Hamparan sawah hijau berpadu dengan air Danau Ranau yang biru seolah
menjadi pelataran tempat berbagai jenis ikan berenang. Butir-butir kopi
yang merah seakan-akan menjadi pemanis keindahan itu. Keelokan itu
menjadi lengkap dengan bingkai indah pantai berpasir dan kerikil putih
di sepanjang tepian.

Kawasan Danau Ranau belum digarap dengan sungguh-sungguh. Promosi
pariwisata yang digalang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering
Ulu, Sumatera Selatan, lewat Festival Danau Ranau belum memancing minat
investor secara maksimal. Promosi yang digalakkan oleh Pemerintah
Kabupaten Lampung Barat lewat Festival Teluk Setabas pun hingga kini
belum mendatangkan investasi.

Danau Ranau dari sisi Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan maupun Liwa,
Lampung Barat, sama-sama indah. Wisatawan ingin kembali ke sana,
meskipun hanya berperahu atau sekadar menikmati deburan ombak. Pesona
Danau Ranau tetap mengundang keinginan datang kembali.

Pengunjung yang tidak suka berperahu bisa menghabiskan waktu dengan
beristirahat di penginapan. Di tepi Danau Ranau terdapat beberapa
penginapan, yakni Seminung Lumbok Resort, Kotabatu di Banding Agung, dan
cottage PT Pusri di Sukamarga.

Di kawasan wisata itu juga terdapat obyek tambahan bagi pengunjung,
yakni air panas  dengan kekhasan sendiri, karena mengalir langsung dari
lubang-lubang di tebing. Air panas yang mengandung kadar belerang cukup
tinggi ini terletak di Desa Air Panas di kaki Gunung Seminung. Lokasinya
persis di seberang cottage milik PT Pusri di Sukamarga. Perjalanan
dengan perahu motor dari Sukamarga ke lokasi air panas hanya sekitar 20
menit.

Pengunjung bisa datang kapan saja dan menikmati air panas yang tak
pernah habis mengucur dari perut bumi tersebut. Saat berperahu motor di
danau dengan tujuan air panas, pesona keindahan Danau Ranau pun begitu
terasa. Ombaknya tidak terlalu besar, airnya biru bening, dan pesona
alam sekelilingnya yang bergunung-gunung, niscaya memberi kesan mendalam
bagi pengunjung.

Air panas di tepian Danau Ranau mengucur langsung dari celah-celah kaki
Gunung Seminung. Ketika kaki dicelupkan ke aliran air tersebut, rasa
panas langsung menyengat. Pengunjung tidak sekadar mandi di air hangat.
Air panas itu dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.

Bagi pengunjung yang tidak mandi, mereka bisa menikmati keindahan danau
di sekitar air panas dengan duduk-duduk di warung atau dermaga. Sejumlah
warung makanan terdapat di lokasi itu, berdampingan dengan kolam air
panas. Di warung-warung inilah dijajakan hasil alam Gunung Seminung,
terutama alpokat dan petai.

Legenda

Tempat wisata dalam wilayah Lampung Barat terletak di Desa Lombok. Di
sini telah dibangun daerah wisata terpadu meliputi hotel, tempat
penangkaran rusa dan lain-lain. Rumah penduduk juga dijadikan tempat
menginap wisatawan, sehingga mereka bisa merasakan tinggal di rumah
panggung.

Penduduk sekitar danau menurutkan banyak kisah yang menceritakan asal
usul Danau Ranau. Meskipun secara teori ilmiah diyakini danau ini
terjadi akibat gempa tektonik, seperti Danau Toba di Sumatera Utara dan
Danau Maninjau di Sumbar, sebagian besar masyarakat sekitar masih
percaya danau ini berasal dari pohon ara. Konon, di tengah daerah yang
kini menjadi danau itu tumbuh pohon ara sangat besar berwarna hitam.

Konon masyarakat dari berbagai daerah seperti Ogan, Krui, Libahhaji,
Muaradua, Komering, berkumpul di sekeliling pohon. Mereka mendapat kabar
jika ingin mendapatkan air, harus menebang pohon ara tersebut.
Masyarakat dari berbagai daerah itu berkumpul dengan membawa makanan
seperti sagon, kerak nasi, dan makanan lainnya.

Persis saat akan menebang pohon, masyarakat kebingungan cara
memotongnya. Ketika itulah muncul burung di puncak pohon mengatakan
warga harus membuat alat berbentuk mirip kaki manusia. Mereka membuat
alat menggunakan batu dengan gagang kayu. Akhirnya pohon ara pun tumbang.

Dari lubang bekas pohon ara itu keluar air dan akhirnya meluas hingga
membentuk danau. Sementara pohon ara yang melintang kemudian membentuk
Gunung Seminung. Karena marah, jin di Gunung Pesagi meludah hingga
membuat air panas di dekat Danau Ranau. Sedangkan serpihan batu dan
tanah akibat tumbangnya pohon ara menjadi bukit di sekeliling danau.

Masih di sisi Danau Ranau, tepatnya di Pekon Sukabanjar, berseberangan
dengan Lombok, terdapat kuburan yang diyakini masyarakat sebagai makam
Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat. Makam keduanya terletak di kebun warga
Sukabanjar bernama Maimunah. Untuk menuju ke lokasi, selain naik perahu
motor dari Lombok, bisa juga dengan berkendaraan.

Menurut juru kunci kuburan, H Haskia, di sini terdapat dua buah batu
besar. Satu batu telungkup diyakini sebagai makam Si Pahit Lidah dan
satu batu berdiri sebagai makam Si Mata Empat. Si Pahit Lidah disebut
sebagai Serunting Sakti dari Kerajaan Majapahit. Karena dianggap nakal,
Si Pahit Lidah yang bernama asli Raden Sukma Jati ini oleh raja diusir
ke Sumatera. Akhirnya, dia menetap di Bengkulu, Pagaralam, dan Lampung.

Si Pahit Lidah memiliki kelebihan, yakni setiap apa yang dikemukakannya
terkabul menjadi batu. Akibatnya, Si Mata Empat dari India mencarinya
hingga bertemu di Lampung, tepatnya di Way Mengaku. Di Way Mengaku
keduanya saling mengaku nama. Lalu, keduanya beradu ketangguhan.

Salah satu yang dilakukan adalah memakan buah berbentuk seperti aren.
Ternyata buah aren itu pantangan bagi Si Pahit Lidah. Karena makan, ia
tewas. Sementara Si Mata Empat yang mendengar kabar lidah Si Pahit Lidah
beracun tidak percaya dan mencoba menjilatnya. Akhirnya, dia pun tewas.
Peristiwanya, menurut penuturan H Haskia, terjadi di Pulau Pisang. Lalu,
kuburannya ditemukan di pinggir Danau Ranau.(Dari berbagai sumber)

Sunday, February 21, 2010

MEMBAWA PERLENGKAPAN NAIK GUNUNG DAN PACKING

Persiapan untuk menghadapi perjalanan petualangan kemanapun dan
    dimanapun, baik itu naik gunung, hiking, camping dan sebagainya. Penting
    sekali mempersiapkan diri membawa peralatan yang dibutuhkan. Lebih baik kita
    bawa, daripada berharap bisa kita temukan di perjalanan dengan cara membeli,
    namun kemudian ternyata tidak ada, jadi lebih repot lagi kaan. Lebih baik
    repot dan berat, tapi bawaan kita lengkap dan tidak akan mengganggu
    perjalanan dengan urusan tetek bengek peralatan.

             Untuk perjalanan pendakian gunung dengan ketinggian 3000an mdpl,
    lamanya sekitar 3 hari 2 malam dg menggunakan ransel 75lt.

             Yang perlu dibawa kira-kira,

    *Perlengkapan pribadi : *

    1.* *Pakaian cadangan (2 potong)

    Pakaian cadangan ini biasanya digunakan kalau pakaian yg kita kenakan basah
    dan kotor.

    2. Celana pendek (1 potong)

    Celana pendek biasa digunakan ketika jalan atau tidur atau ketika bersantai
    (tergantung kebiasaan). Kalau naik gunung dengan kondisi hutan rapat dengan
    semak belukar, lebih baik pakai celana lapangan panjang.

    3. Celana panjang (1 potong)

    Untuk cadangan bila celana utama kita basah, kotor atau robek karena satu
    hal.

    4. Celana dalam (3 potong)

    Nah ini sudah jelas, jumlah terserah saja, mau bawa satu juga boleh, biar
    side A, B, C, D dst silahkaaan…

    5. Kaos kaki (2 potong)

    Kaos kaki ini juga untuk cadangan bila kaos kaki yg satu sudah bau, kotor
    atau basah, tidak ada salahnya juga bawa kaos kaki tebal khusus untuk tidur
    agar kaki lebih hangat.

    6. Sweater

    Sweater sangat berguna untuk menahan hawa dingin di pegunungan agar, suhu
    badan tetap hangat. Kenakan sweater ini disaat aktifitas sehari-hari dan
    ketika tidur.

    7. Raincoat / jas hujan

    8. Handuk kecil

    9. Topi/Bandana

    10.Kaca Mata

    Suhu yang terik dan menyilaukan bisa membuat mata lelah atau iritasi dan
    membuat mata merah, kaca mata yg mempunyai kemampuan menangkal sinar UV
    hingga 100% sangat dianjurkan untuk melindungi mata agar tetep fresh dan
    adem.

    11.Kupluk

    Di udara dingin terutama ketika tidur, biasanya kuping kedinginan,
    penggunaan kupluk bisa membuat kepala dan kuping tetap hangat. Kupluk juga
    melindungi bagian kepala dari dinginnya angin malam bila beraktifitas malam
    hari.

    12.Sepatu gunung

    Sepatu inilah yang terbaik dikenakan bila melakukan perjalanan di gunung

    13.Sandal jepit

    Sandal jepit dipakai untuk aktifitas sehari-hari disekitar camp, agar tidak
    repot lepas pakai sepatu gunung.

    14.Sarung tangan (2 potong)

    Sarung tangan berguna untuk melindungi tangan bila trek atau jalur pendakian
    terjal dengan batu tajam dimana-mana, sarung tangan yang kita kenakan
    melindungi tangan dari goresan batu atau semak berduri yang kita pegang.  Satu
    lagi sarung tangan dari bahan kaos dipakai untuk tidur agar tangan tetap
    hangat.

    15.Perlengkapan mandi

    16.Pisau lipat

    Pisau lipat digunakan untuk memotong segala sesuatu yang kecil seperti tali
    tenda yg kepanjangan, plastik yg terikat mati dan sebagainya. Pisau lipat
    yang lengkap biasa ada alat lain seperti pinset, tusuk gigi, gergaji,
    pembuka botol, gunting, dsb.

    17.Notes + ballpoint

    Notes dan ballpoint berguna untuk mencatat, semua tempat yg dilalui, apa yg
    belum dan akan dibeli, nama kontak, catatan perjalanan dsb.

    20.Gaiters

    Gaiter atau penutup dari kain dari kaki hingga betis berguna dipakai bula
    berjalan di trek pasir, tanah berdebu, agar pasir atau tanah tidak masuk
    dalam sepatu.

    21.Botol minum

    22.Payung lipat

    Payung ini sangat praktis untuk menahan air hujan yang tidak terlalu besar
    agar badan dan barang yang kita bawa tidak basah, sementara kita tidak
    sempat membungkus dengan pelastik.

    23.Dll
    *
    *

    *Perlengkapan tidur :*

    1. Tenda

    Pastikan tenda yang dibawa dalam kondisi baik, tahan terhadap hujan dan
    semua peralatan tenda masih lengkap seperti pasak, tali dsb

    2. Sleeping bag

    Setelah  tenaga terkuras habis akibat berjalan seharian, saat yang
    ditunggu-tunggu adalah istirahat tidur untuk memulihkan tenaga guna
    melanjutkan perjalanan keesokan harinya. Di gunung biasanya cuaca dingin
    apalagi dimalam hari dan berangin, Maka sleeping bag yang bagus dan mampu
    melawan suhu dingin wajib hukumnya dibawa.

    3. Matras

    Matras berguna agar badan kita tidak bersentuhan lengsung dengan alas tenda
    dan tanah yang dingin, jadi kehangatan badan dan sleeping bag kita tetap
    terjaga.

    4. Bantal Tiup

    Bantal tiup ini sebagai pengganti bantal di rumah, agar kita bisa tidur
    dengan nyenyak dengan beralaskan bantal bak tempat tidur kita di rumah .
    Bila tidak punya bantal tiup bisa juga menggunakan segala yang empuk seperti
    pakaian cadangan atau pantat teman kita ….:))

    * *

    *Perlengkapan masak :*

    1. Kompor

    2. Botol bahan bakar (spirtus, gas, minyak tanah, bensin, dll)

    3. Korek api

    Korek api bisa berupa korek gas, bawa beberapa dan simpan di tempat yg mudah
    mudah diingat, kalau mau bawa korek biasa taruh di tempat film agar kedap
    air.

    4. Piring, gelas, sendok, garpu

    5. Pisau dapur

    6. Alat masak, penggorengan , panic dsb

    *
    *

    *Bahan makanan*

    1. Beras

    2. Minyak goreng (botol plastik, agar ringan)

    3. Mie instan

    4. Bumbu (kecap, sambal saos, garam)

    5. Mentega

    6. Telur

    Taruh di tempat telur yg sudah banyak dijual di pasaran, agar tidak mudah
    pecah.

    7. Sayuran

    Perkirakan jumlahnya yg akan dibawa, karena sayuran tidak tahan lama dan
    mudah busuk.

    8. Makanan kaleng (sarden, korned, dll)

    Jangan terlalu banyak bawa makanan kaleng karena akan memberatkan ransel
    kita.

    9. Ikan kering (ikan asin, cumi, dll)



    *Makanan kecil :*

    1. Kacang2an

    2. Jelly

    3. Keripik

    4. Coklat

    5. Permen

    6. Rengginang

    7. Roti

    8. Biskuit

    * *

    *Obat2an pribadi (P3K) :*

    1. Antiseptik (obat merah, betadin, dll)

    Untuk luka luar, jangan remehkan kena gores, lecet, sobel, teriris, cepat
    oleskan antiseptic sebelum luka lebih parah karena infeksi.

    2. Tetes mata (rohto, visine, dll)

    3. Flu, demam (decolgen, dll)

    4. Sakit kepala (panadol, dll)

    5. Perban (kasa steril)

    6. Plester (hendyplas, hansaplas, dll)

    7. Alkohol (70-90 %)

    Untuk mencuci dan membersihkan luka agar steril, untuk kemudian diolesi
    antiseptic.

    8. Obat Diare (new diatab, dll)

    9. Oralit

    Untuk menetralisir racun bila kita keracunan atau sakit perut karena salah
    makan.

    10.Obat Batuk (OBH, dll)

    12.Penkiller

    Untuk mengurangi rasas sakit misalnya sakit gigi.

    13.Keseleo (counterpen, dll)

    14.Antibiotik (amoksilin, dll)

    15.Termometer badan

    16. Tabir Surya (Sun Block)

    Panas terik matahari di pegunungan mampu membakar kulit, untuk melindungi
    permukaan kulit kita ada baiknya, setiap mulai melakukan perjalanan, seluruh
    permukaan kulit yang terbuka di olesi sun block.

    17. After Sunburn

    Bila ada beberapa bagian kulit badan kita memerah akibat  terbakar matahari
    cepat oleskan ini, untuk mengurangi kerusakan lebih parah.

    18. Aspirin

    Untuk mengurangi rasa nyeri
    *
    *

    *Peralatan Komunikasi dan Navigasi *

    1. Jam tangan**

    Tahu dong gunanya untuk apaa…**

    *2. *GPS

    Di era sekarang GPS sudah banyak di pasaran, peralatan ini sangat membantu
    setiap aktifitas di luar ruang. Alat ini mampu mengetahui secara akurat (yah
    kira-kira)  ketinggian, koordinat ketelatakan kita, jarak, kecepatan dan
    memetakan perjalanan kita, sehingga kita mudah kembali ke trek semula bila
    tersesat.

    3. Peta

    Selain GPS lebih bagus lagi bila kita bawa peta topograpi, terutama di medan
    gunung yang sama sekali belum pernah kita daki, sehingga kita tahu posisi
    kita dan posisis tujuan kita dan mengetahui keadaan medan disekitar kita.

    4. Kompas

    Kompas sebenarnya ada di GPS namun bila ingin praktis bisa saja bawa alat
    kompas tersendiri, agar kita cepat tahu arah matahari terbit, kiblat dan
    sebagainya.

    5. Mobile Phone

    6. Satelite Phone

    * *

    *Cara packing *

    Untuk membawa sedemikian banyak barang dan bisa masuk dalam ransel perlu
    memperhatikan beberapa hal. Tenda dan peralatan tidur seperti sleeping bag
    kita simpan di bagian bawah ransel, krn tidak segera kita gunakan. Lalu
    menyusul pakaian cadangan (siapkan satu potong kaos dan sweater untuk
    disimpan di bagian atas ransel). Ini berguna ketika kita beristirahat atau
    masak makanan, agar tidak kedinginan pakaian basah yg dikenakan selama
    perjalanan kita ganti dengan pakaian kering dan kemudian kenakan sweate agar
    lebih hangat. Menyusul kemudian taroh bahan makanan dibagian . Catatan kita
    sudah memilah dan memisahkan bahan makanan yg hendak kita masak di tengah
    jalan. Lalu kita masukan alat masak, makanan kecil dan kotak obat2 di bagian
    atas. Kalau ransel kita ada kantong di bagian luar, bagus kita masukan tisu
    kering/basah (ini berguna bila kita sewaktu-waktu hendak buang air besar),
    kantong lain bisa kita isi makanan kecil dan minuman.

    *         *Sebelum peking memasukan barang bawaan kedalam ransel, pastikan
    barang yang mudah basah dan tidak boleh basah sudah di bungkus plastik agar,
    tidak basah kena hujan.Yang wajib dibungkus rapat pelastik adalah sleeping
    bag, pakaian cadangan dan semua bahan makanan yang mudah rusak bila kena
    air. Juga semua peralatan elektronik yang kita bawa, spt hp, pemutar music
    dsb. Setelah dipastikan semua tersusun rapi dan masuk semua dalam ransel,
    tidak ada yang tertinggal dan tidak ada yang digantung-gantung di luar
    ransel, kemudian ransel kita bungkus dengan cover plastik (rain cover) agar
    ransel lebih tahan dari siraman air hujan dan goresan kayu dan batuan tajam
    yang akan merusakan ransel kita.

Habitat Ular

Habitat Ular dapat dibagi menjadi 5, yaitu :

1. ULAR AIR (AQUATIK)
Ular air adalah ular yang seluruh hidupnya (melakukan segala aktifitasnya) di dalam air.
Contoh : Ular Laut (Laticauda laticauda)
--> Ular air yang sesungguhnya hanyalah Ular Laut

2. ULAR SETENGAH PERAIRAN (Semi Aquatik)
Ular ini melakukan aktifitasnya terkadang di air, terkadang di darat
Contohnya : Ular Kadut (Homalopsis buccata)

3. ULAR DARAT (Terresterial)
Ular ini hidup di darat, dan melakukan seluruh aktifitasnya di darat
Contoh : Ular Bandotan Macan (Ptyasa mucosus), Ular Kopi (Elaphe flavolineata)

4. ULAR POHON (Arboreal)
Ular jenis ini melakukan seluruh aktifitasnya di pohon.
Biasanya ular pohon ekornya prehensil (dapat utk berpegangan/bergelantungan
)
Contohnya : Ular Pucuk (Dryophis prasinus), Ular Cincin Emas (Boiga dendrophila)

5. ULAR GURUN
Ular jenis ini melakukan seluruh aktifitasnya di gurun.
Ular gurun biasanya menyembunyikan diri di bawah pasir utk menghindari sengatan matahari
Contoh : Crotalus artox, ular derik, rattke


Info tambahan :

- Ular sangat senang tinggal di tempat yang lembab (=so hati2 dengan yang lembab2 yach :P =)

- Kadang ditemukan berjemur di panas matahari (=seneng sunbathing.. kayak turis bule aja=),
tetapi kebanyakan waktunya digunakan untuk bersembunyi (=main petak umpet=) menunggu mangsa sesuai dengan habitatnya

- Ular juga senang berpindah-pindah (=ular bimbang?=) tergantung dimana dia mendapatkan mangsa

- Ular juga senang tinggal di daerah dekat air yang tenang (=biar bisa meditasi yach=)

- Ular adalah perenang dan pemanjat yang ulung (=umm.. atlit renang dan pemanjat tebing mesti berguru ke ular neh=)



-source : makalah sioux-

Jenis ular di jawa.

Di dunia ini ada sekitar 2700 jenis ular...
di Indonesia terdapat 380 jenis ular menurut catatan TNC beberapa tahun yang lalu...

Dari 380 Jenis ular itu, sekitar 55 jenis adalah ular laut yang jarang ditemui.
dan dari 380 jenis ular tersbeut, hanya sekitar 33 jenis saj aular yang memiliki bisa mematikan dan berbahaya bagi manusia...

Selebih ?

tidak berbahaya, eksotis dan bahkan membantu manusia dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan memangsa hama tikus di alam bebas....

Berikut adalah catatan singkat yang terdapat di makalah pengantar standard SIOUX... sempat di posting oleh salah satu muscle, Dian di link http://dieend18.multiply.com/journal/item/59. atau cek di http://siouxindonesia.multiply.com/journal/item/25 -

Teknik penanganan gigitan ular kobra

1. jangan panik, langsung tekan pada luka
2. pastikan bahwa itu ular kobra
3. pasang pembalut elastis di atas luka
4. kompres dengan air hangat
6. buka luka, lakukan pengeluaran racun TANPA disedot dengan mulut.
5. bawa ke medis, sampaikan ke dokter digigit kobra, opname untuk observasi.
6. konsumsi suplemen danmakanan bergizi sebanyak mungkin...

Teknik menangani ular masuk rumah

pertama buka pintu lebar lebar..
trus ambil sapu... pegang dengan wajar, gak perlu di balik baliklagi...

sapu in aja si ular keluar rumah...
kalau mau di tekan, bisa memanfaatkan serok sampah...

jangan di sakiti atau dibunuh ya...

lebih bagus lagi kalau udah tau jenis nya..
jadi gak kuatir salah penanganan........

kontak emergency bisa ke Sioux Snake Rescue di
Ko. SSR / Sioux Snake Rescue : 0813 1900 7370 (One)

Friday, February 19, 2010

Pertolongan Pertama Pada Penderita Stroke


Dengan cara mengeluarkan darah pada setiap ujung jari tangan dan ujung daun telinga

Ada satu cara terbaik untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang
yang mendapat serangan STROKE.

Cara ini selain dapat menyelamatkan nyawa si penderita, juga tidak
menimbulkan efek sampingan apapun.

Pertolongan pertama ini dijamin merupakan pertolongan GAWAT DADURAT yang
dapat berhasil 100%.

Sebagaimana diketahui, orang yang mendapat serangan STROKE , seluruh
darah di tubuh akan mengalir sangat kencang menuju pembuluh darah di otak.

Apabila kegiatan pertolongan diberikan terlambat sedikit saja, maka
pembuluh darah pada otak tidak akan kuat menahan aliran darah yang
mengalir dengan deras dan akan segera pecah sedikit demi sedikit.

Dalam menghadapi keadaan demikian jangan sampai panik tetapi harus tetap
tenang.
Si penderita harus tetap berada di tempat semula dimana ia terjatuh (
Mis : di kamar mandi, kamar tidur, atau dimana saja )

JANGAN DIPINDAHKAN !!!!
Sebab dengan memindahkan si penderita dari tempat semula akan
mempercepat perpecahan pembuluh darah di otak.

Penderita harus di bantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak
terjatuh lagi, dan pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan.

Untuk yang terbaik menggunakan JARUM SUNTIK, namun apabila tidak ada ,
maka JARUM JAHIT / JARUM PENTUL / PENITI dapat dipakai ~ dengan terlebih
dahulu di-steril-kan dulu dengan cara di bakar diatas api ~

Setelah jarum steril, segera lakukan PENUSUKAN pada 10 UJUNG JARI TANGAN.

Titik penusukan kira-kira 1 cm dari ujung kuku. Setiap jari cukup di
tusuk 1 KALI SAJA dengan harapan setiap jari mengeluarkan tetes darah.

Pengeluaran darah juga dapat dibantu dengan cara di PENCET apabila darah
ternyata tidak keluar dari ujung jari.

Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit, si penderita akan segera sadar
kembali.

Bila mulut si penderita tampak Mencong/ Tidak normal, maka KEDUA DAUN
TELINGA si penderita HARUS DITARIK – TARIK sampai berwarna kemerah-merahan.

Setelah itu lakukanlah 2 KALI PENUSUKAN pada masing-masing UJUNG BAWAH
TELINGA sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung daun
telinga.

Dengan demikian dalam beberapa menit bentuk mulut si penderita akan
kembali normal.

Setelah keadaan si penderita pulih dan tidak ada kelainan yang berarti,
maka segera bawa si penderita dengan hati-hati ke dokter atau rumah
sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Sebagai salah satu cara beramal bakti, sebaiknya e-mail ini
di-sebarluas- kan kepada teman-teman, keluarga dan relasi-relasi serta
masyarkat luas , sebab serangan stroke ini dapat terjadi pada siapa saja
dan dimana saja.

GUNUNG LAWU ( Pertapaan Raja Brawijaya V )

Raja majapahit Terakhir

Terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, Lawu
memiliki panorama alam yang indah. Banyak wisatawan minat khusus yang
mendakinya. Gunung ini pun kerap disambangi para peziarah karena
menyimpan obyek-obyek sakral bersejarah.

Di gunung berketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini
memang menyimpan berbagai peninggalan sejarah kerajaan Majapahit
seperti, Candi Ceto, Candi Sukuh yang Tempat sakral di sekitar Gunung
Lawu terutama petilasan-petilasan Raden Brawijaya seperti Pertapaan
Raden Brawijaya, dan Cengkup (rumah kecil yang ditengah-tengahnya
terdapat kuburan). Konon nisan yang ada di Cengkup itu adalah
Petilasan Prabu Brawijaya, bekas Raja Majapahit yang lebih dikenal
dengan sebutan Sunan Lawu. Cangkup dan tempat pertapaan Raden
Brawijaya ini terletak di Hargo Dalem, puncak tertinggi kedua Gunung
Lawmerupakan peninggalan Raden Brawijaya selama dalam pelariannya.

Gunung Lawu adalah gunung yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar
terutama penduduk yang tinggal di kaki gunung. Tidak heran bila pada
bulan-bulan tertenu seperti bulan Syuro penanggalan Jawa, gunung ini
ramai didatangi oleh para peziarah terutama yang datang dari daerah
sekitar kaki Gunung Lawu seperti daerah Tawamangun, Karanganyar,
Semarang, Madiun, Nganjuk, dan sebagainya.Mereka sengaja datang dari
jauh dengan maksud terutama meminta keselamatan dan serta
kesejahteraan hidup di dunia. Lokasi yang dikunjungi para peziarah
terutama tempat yang dianggap keramat seperti petilasan Raden
Brawijaya yang dikenal oleh mereka dengan sebutan Sunan Lawu. Selain
itu Sendang Derajat, Telaga Kuning, dsb.

Peninggalan- peninggalan besejarah itu menjadi salah satu saksi sejarah
bahwa bangsa kita sejak dahulu berbudaya tinggi oleh karenanya patut
dilestarikan karena memberi nilai lebih pada gunung ini. Di puncak
Gunung Lawu ini, menurut cerita yang berkembang di masyarakat yang
tinggal di kaki, bahwa Raden Brawijaya lari ke Gunung lawu untuk
menghindari kejaran pasukan Demak yang dipimpin oleh putranya yang
bernama Raden Patah, serta dari kejaran pasukan Adipati Cepu yang
menaruh dendam lama kepada Raden Brawijaya.

Konon Raden Brawijaya meninggal di puncak Gunung Lawu ini dibuktikan
dengan adanya Cengkup serta petilasan-petilasan nya di puncak Gunung
Hargo Dalem dengan ketinggian 3.148 .
Menurut kisah, setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit, muncul kerajaan
Islam yang berkembang cukup pesat yaitu Kerajaan Demak yang dipimpin
oleh seorang raja bernama Raden Patah, masih merupakan putra Raden
Brawijaya. Beliau menjadikan Kerajaan Demak menjadi kerajaan besar di
Jawa. Pada saat itu Raden Patah bermaksud mengajak ayahnya yaitu Raden
Brawijaya memeluk agama Islam, akan tetapi Raden Brawijaya menolak
ajakan anaknya untuk memeluk ajaran yang dianut Raden Patah.

Raden Brawijaya tidak ingin berperang dengan anaknya sendiri dan
kemudian Raden Brawijaya melarikan diri. Penolakan ayahnya untuk
memeluk agama Islam membuat Raden Brawijaya terus dikejar-kejar oleh
pasukan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah. Untuk menghindari
kejaran pasukan Demak, Raden Brawijaya melarikan diri ke daerah
Karanganyar. Disini Raden Brawijaya sempat mendirikan sebuah candi
yang diberi nama Candi Sukuh yang terletak di Dusun Sukuh Desa Berjo
Karanganyar. Tetapi belum juga merampungkan candinya, Raden Brawijaya
keburu ketahuan oleh pasukan Demak, pasukan Demak dan
pengikut-pengikut Raden Patah terus mengejarnya sehingga Raden
Brawijaya harus meninggalkan Karanganyar dan meninggalkan sebuah candi
yang belum rampung.

Kemudian Raden Brawijaya melarikan diri menuju kearah timur dari Candi
Sukuh. Di tempat persembunyiannya, Raden Brawijaya sempat pula
mcndirikan sebuah Candi, tetapi sayang tempat persembunyian Raden
Brawijaya akhirnya diketahui oleh Pasukan Demak. Raden Brawijaya
melarikan diri lagi dengan meninggalkan sebuah candi yang sampai
sekarang dikenal masyarakat dengan sebutan Candi Ceto. karena merasa
dirinya telah aman dari kejaran Pasukan Demak, Raden Brawijaya sejenak
beristirahat akan tetapi malapetaka selanjutnya datang lagi kali ini
pengejaran bukan dilakukan oleh Pasukan Demak tetapi dilakukan oleh
pasukan Cepu yang mendengar bahwa Raden Brawijaya yang merupakan Raja
Majapahit bermusuhan dengan kerajaan Cepu masuk wilayahnya sehingga
dendam lama pun timbul.

Pasukan Cepu yang dipimpin oleh Adipati Cepu bermaksud menangkap Raden
Brawijaya hidup atau mati. Kali ini Raden Brawijaya lari ke arah
puncak Gunung Lawu menghindari kejaran Pasukan Cepu tapi tak satu pun
dari pasukan Cepu yang berhasil menangkap Raden Brawijava yang lari ke
arah puncak Gunung Lawu melalui hutan belantara. Didalam persembunyian
di Puncak Gunung Lawu, Raden Brawijaya merasa kesal dengan ulah
Pasukan Cepu lalu ia mengeluarkan sumpatan kepada Adipati Cepu yang
konon isinya jika ada orang-orang dari daerah Cepu atau dari keturunan
langsung Adipati Cepu naik ke Gunung Lawu, maka nasibnya akan celaka
atau mati di Gunung Lawu.
Dan katanya bahwa sumpatan dari Raden Brawijaya ini sampai sekarang
tuahnya masih diikuti oleh orang-orang dari daerah Cepu terutama
keturunan Adipati Cepu yang ingin mendaki ke Gunung Lawu, mereka masih
merasa takut jika melanggarnya.

Sendang Panguripan & Drajat

Tempat yang sering didatangi oleh para peziarah selain tempat yang ada
di puncak Hargo Dalem dan Hargo Dumilah adalah Sendang Panguripan dan
Sendang Drajat. Konon di Sendang Panguripan memiliki kekuatan
supernatural. Di Sendang Panguripan ini sumber airnya sering
dimanfaatkan oleh para peziarah untuk mencari kehidupan. Mereka
percaya sumber air yang ada di sana, airnya pernah dimanfaatkan oleh
Raden Brawijaya ketika mendaki Gunung Lawu dan sampai sekarang
masyarakat percaya bahwa air yang digunakan oleh Raden Brawijaya di
Sendang Panguripan sangat berkhasiat. Sama seperti Sendang Panguripan
di Sendang Drajat pun airnya sering dimanfaatkan oleh para peziarah.
Konon airnya memiliki kekuatan supernatural untuk menyembuhkan
berbagai penyakit.

Disamping kaya dengan sejarah dan misteri Kerajaan Majapahit, Gunung
Lawu juga kaya akan berbagai obyek wisata alam seperti objek wisata
alam Tawangmangu dengan air terjun Grojogan Sewu, Telaga Sarangan
dengan keindahan danaunya yang begitu memesona, Candi Ceto dan Candi
Sukuh yang merupakan Candi yang dibuat oleh Raden Brawijaya selama
dalam pelarian, serta tidak kalah menariknya adalah wisata alam
mendaki Gunung Lawu.Berbagai fasilitas menuju Puncak Gunung Lawu
tersedia dengan baik. Untuk mendaki Gunung Lawu terdapat beberapa rute
Pendakian seperti Cemoro kandang, Cemoro Sewu, Ceto, dan Jogorogo yang
memasuki wilayah Ngawi Jawa Timur. Tetapi disarankan untuk melalui
jalur Cemoro Kandang. Kalau melalui Cemoro Kandang waktu yang
dibutuhkan sekitar 9 sampai 10 jam perjalanan pendakian, dan untuk
turun dibutuhkan waktu sekitar 5 sampai 6 jam.

Jika melewati Cemoro Kandang terlebih dahulu kita akan melewati
beberapa rute pendakian seperti Pos pendakian Cemoro Kandang, Taman
Sari Bawah, Taman Sari Atas, Parang Gupito, Jurang Pangarif-ngarif,
Ondorante, Cokro Srengenge yang termasuk Pos IV serta Pos terakhir
yaitu Pos V. Di sini terdapat pertigaan, kalau berbelok ke kanan kita
akan menuju Puncak Hargo Dumilah yang merupakan puncak tertinggi
dengan ketinggian 3.265 meter dpl, dan jika lurus kita akan menuju
Puncak Hargo Dalem 3.148 meter dpl.

Dari puncak Gunung Lawu kita akan disuguhi peristiwa alam matahari
terbit yang indah. Bila memandang kearah Barat akan tampak terlihat
puncak Gunung Merapi, Merbabu. Dan kalau melihat ke arah Timur akan
terlihat keindahan Puncak Gunung Kelud, Butak, dan Gunung Wilis yang
membentuk lukisan alam menawan. Jika ingin mendaki menuju Puncak
Gunung Lawu tidak terlalu ramai sebaiknya pada hari Senin sampai
Jumat.

Seni Patung Peninggalan Majapahit

Beberapa jenis burung bisa ditemui di kawasan Gunung Lawu, sepcrti
Burung Anis, Perjak, Kaca Mata, dan Burung Kerak. Tumbuhannya antara
lain Cemara gunung, Bunga Eidelweiss, Cantigi, pohon karet hutan,
Beringin, Rustania, dan Puspa. Bunga Eidelweiss tumbuh subur terutama
di lembah dan lereng Gunung Lawu, mulai dari jalur antara Pos IV dan
Pos V. Sampai sekarang ekosistem tumbuhan dan binatang yang hidup di
kawasan Gunung Lawu masih terjaga dengan baik karena masyarakat yang
tinggal di kaki Gunung merasa takut jika hutannya dirusak, maka
penguasa Lawu yakni Sunan Lawu yang tak lain adalah Sang Prabu
Brawijaya, akan marah besar. Warga yang berdiam di sekitar Gunung Lawu
dominan pelakon utuh ajaran Kejawen . Mereka amat menyucikan candi di
kawasan berketinggian 1.400 meter dari atas permukaan laut ini. Tidak
sembarang warga diizinkan masuk, lebih-lebih yang sedang datang bulan.
Masyarakat tak hendak mengabaikan peringatan yang ada. Jika dilanggar,
tentu akan ada akibat kurang baik bisa dialami.

dari http://sejarah- puri-pemecutan. blogspot. com/2010/ 01/gunung- lawu.html