Saturday, August 28, 2010

info liburan lebaran.

-Gunung Papandayan-
Menarik utk mengamati Kawah Papandayan pasca letusan Nov. 2002. Terdapat empat kawah baru dan hilangnya satu kawah besar yg bernama Naggrak tertimbun longsoran tebing yg sekarang membentuk danau berair kebiru2an pada musim hujan. Sebagai gantinya satu kawah besar baru timbul. Kawah2 tsb. masih cukup muda, sehingga bumi tempat kita berpijak terasa lunak, yg bisa menenggelamkan siapa yg berdiri diatasnya. Pohon Suwagi, species khas gunung api meranggas terkena hawa panas dan debu letusan, terlihat kuncup2 muda yg berusaha tumbuh kembali. Pohon Edelweis yg terdapat di bumi perkemahan Pondok Selada terlihat mulai berbunga. Sisa2 debu letusan membuat punungan Papandayan tampak keputih putihan spt. pemandangan khas akhir musim dingin di pegunungan empat musim. Jutaan meter kubik material baru berupa pasir dan batuan besar-besar berserakan di permukaan lama. Kontour permukaan telah berubah banyak, yg nampak lebih berfluktuasi dan tentu lebih menarik utk snapshot di kamera.
more info http://liburan.info/content/view/177/43/lang,indonesian/

-Gunung Bromo-
Bromo di musim liburan ini cukup ramai. Puncak Penanjakan di malam minggu sangat ramai oleh pengunjung yang menanti pemandangan spektakular matahari terbit. Antrian motor dan jeep hardtop membikin sempit lahan parkir yang sangat terbatas. Tersedia banyak Jeep sewaan dgn pengemudinya yg piawai. Terdapat 200-an jeep yg siap mengantar dgn tarip 150.000 pp dari Cemoro Sewu ke Kawah Bromo dan Penanjakan round trip.
Penanjakan yg merupakan titik tertinggi di Bromo-Tengger dapat dicapai dari Cemoro Lawang maupun dari Tosari. Dari Cemoro Lawang turun ke dalam kaldera berpasir yang amat luas seperti didalam sebuah mangkuk kawah raksasa dgn dindingnya yg berketinggian 300 meter; dari sini menanjak lagi 600-an meter kearah gunung melalui jalan aspal sempit berkelok-kelok dgn sedikit bahu jalan ditepi jurang yang cukup utk kendaraan satu arah, dan sudut tanjakan yang cukup heboh 60 derajat.
more info http://liburan.info/content/view/221/43/lang,indonesian/

-Gunung Sibayak, Tanah Karo(sumatra utara)-
Sampai saat ini sepertinya Gunung Sibayak tidak akan habis-habisnya didaki oleh pencinta alam yang datang dari berbagai pelosok daerah. Pada hari-hari tertentu lokasi wisata penuh petualangan ini seperti layaknya pasar malam. Lautan manusia tumpah bersama lampu, lilin yang memancarkan keindahan ketika malam hari. Deru angin yang dingin menambah pesona Gunung Sibayak bertambah menarik untuk dikunjungi.
Gunung Sibayak (2094 mdpl) secara administratif terletak di Desa Raja Berneh atau lebih dikenal dengan sebutan Desa Semangat Gunung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo (60 KM dari Kota Medan). Daerah yang berada di kaki Gunung Sibayak merupakan kawasan pertanian yang bercocok tanam sayuran dan hortikultura lainnya. Tidak salah kalau lokasi ini menjadi salah satu daerah tujuan agrowisata yang ada di Sumatera Utara.
more info http://liburan.info/content/view/757/43/lang,indonesian/

-Menengok Masjid Bersejarah Aceh(Wisata Spiritual)-
Pertama kali mendapat pengaruh Islam, Aceh memiliki banyak peninggalan bersejarah, terutama masjid-masjid berusia ratusan tahun. Baik di masa Kerajaan Samudera Pasai --kerajaan Islam pertama di Nusantara, maupun di masa penjajahan, masjid-masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, melainkan juga sebagai tempat kegiatan sosial, termasuk pendidikan. Bahkan juga sebagai pusat kebudayaan Islam.
Untuk itu Direktorat Nilai Sejarah, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, berusaha mewujudkan kesadaran sejarah masyarakat yang akhirnya mampu memperkokoh integrasi bangsa dengan cara mempublikasikan fungsi dan peranan masjid-masjid bersejarah tersebut," kata Direktur Nilai Sejarah Depbudpar, Sabri, beberapa waktu lalu.
Untuk memperkenalkan kembali masjid-masjid bersejarah di provinsi berjuluk Serambi Mekah itu, Depbudpar mengajak sejumlah wartawan mengunjungi masjid-masjid tua di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie, kabupaten Aceh Barat, dan Kota Sabang.
more info http://liburan.info/content/view/1112/43/lang,indonesian/

-Curug Orok Garut-
Curug Orok ? Sempat bingung juga saya ketika membaca nama objek wisata ini dari situs pemda garut. "Orok" yang berarti bayi digabungkan dengan Curug yang berarti air terjun, apakah hal itu berarti air terun yang ada berukuran kecil, sehingga pantas disebut Curug Orok ? Sepotong foto yang menggambarkan objek wisata ini pada di situs tersebut, malah semakin menambah rasa penasaran saya karena terlihat cukup menarik untuk di kunjungi.
Sepulang dari objek wisata Telaga Bodas, kendaraanpun saya pacu menuju ke lokasi Curug Orok. Jalan mulus dan berliku mengitari daerah pegunungan tampak menarik sekali karena berada di antara kawasan kebuh teh. Kendaraanpun bisa melaju dengan tenang, berbeda jauh sekali kondisinya bila dibandingkan jalan menuju objek wisata Telaga Bodas. Sesekali kami bertanya pada penduduk setempat untuk mengetahui secara lebih pasti lokasi Curug Orok, mengingat kordinat GPS yang saya punyai hanyalah sampai level kecamatan saja . Hampir saja objek wisata ini terlewati kalau saja secara tidak sengaja saya menoleh ke sisi kiri jalan untuk membaca sebuah tulisan yang terdapat pada sebuah gapura berwarna jingga-kuning menyolok. Rupanya lokasi curug berada di bagian bawah jalan, dan untuk menuju kelokasi tersebut mesti melalui jalan berbatu melintasi areal kebun teh.
more info http://liburan.info/content/view/359/43/lang,indonesian/

-Kesejukan di Kaki Gunung Semeru-
Perjalanan kembali ke tempat kerja setelah berlebaran di kampung bisa tetap menyenangkan jika kita tahu tempat-tempat menarik untuk beristirahat, salah satunya di Piket Nol, Jawa Timur. Hawa sejuk perbukitan berhutan pinus di kaki Gunung Semeru ini sangat nyaman, cocok untuk melepas penat. Sempatkan mengobrol dengan para pedagang makanan di tempat itu untuk mengulik kisah-kisah folklor yang menarik.
Piket Nol berada di jalan lintas selatan Jawa Timur antara Malang dan Lumajang, sekitar 30 kilometer sebelah barat Lumajang. Titik peristirahatan ini berada di tengah jalur jalan beraspal mulus berkelok-kelok, membelit perbukitan di kaki gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Jika berangkat dari arah Lumajang, jalan menanjak dimulai selepas Desa Pasirian, sekitar 45 menit dari pusat kota. Sekitar 15 menit menanjak, kita akan bertemu warung Sudi Mampir dengan tempat parkir yang luas.
more info http://liburan.info/content/view/1189/43/lang,indonesian/

-Sunrise di Puncak Gunung batur sanur bali-
Tak hanya Kuta, Sanur atau Ubud. Bali punya pilihan tempat wisata yang amat beragam. Karena itu, jika suatu kali anda bertandang ke Pulau Dewata, cobalah nikmati sesuatu yang lain. Bagaimana kalau mendaki Gunung Batur, cukup menantang? Kalau mendaki Gunung Batur telah dipilih sebagai tantangan terbaru anda di Pulau Bali, maka bersiaplah untuk begadang. Sebab, pendakian mesti dilakukan pada dini hari.
Tujuannya tak lain, agar anda bisa sampai di puncak saat fajar sehingga bisa menikmati panorama matahari terbit (sunrise) dari puncak Gunung Batur. Seperti apa panoramanya? Sangat indah, pastinya.
Berkat promosi yang gencar, saat ini mendaki sudah menjadi maskot wisata Gunung Batur. Dan tak hanya mendaki ke puncak Gunung Batur, belakangan banyak pula wisatawan yang melakukan aktivitas tracking di kawasan itu. Tracking mereka lakukan dengan melingkari Danau Batur atau Kaldera Batur.
more info http://liburan.info/content/view/1039/43/lang,indonesian/

silahkan tentukan pilihan liburan anda sekarang..ini hanya versi kami
masih banyak tempat liburan lain di indonesia. selamat berliburan dan salam lestari..

Friction / Slab Climbing

Friction/ Slab Climbing adalah Tehnik yg semata mata mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu. Ini dilakukan untuk permukaan tebing yang tidak terlalu vertikal, kekasaran permukaan cukup untuk menghasilkan gaya gesekan. Gaya gesek terbesar diperoleh dengan membebani bidang gesek dengan bidang normal sebesar mungkin. Sol sepatu yang baik dan pembebanan maximal di atas kaki akan memberikan gaya gesek yang baik.

taklukan mount everst 19 kali..!!!

Sekali saja bisa menaklukkan puncak Everest sudah luar biasa. Namun seorang warga Nepal ini bisa sampai 19 kali mendaki puncak tertinggi di dunia itu.

“Super Sherpa” yang layak menjadi julukan bagi Apa Sherpa karena telah berhasil menaklukkan Puncak Everest untuk ke-19 kalinya kemarin.

Dia memecahkan rekor dunia yang telah dicetaknya tahun lalu. Dia mencapai puncak setinggi 8.850 meter itu melalui rute Southeast Ridge yang ditemukan Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay pada 1953. “Dia mencapai puncak Everest pagi ini dan berada di sana sekira setengah jam,” kata Jitendra Giri dari bidang pendakian Gunung Nepal.

Apa kemudian membentangkan spanduk bertuliskan, “Stop Climate Change, Let the Himalayas Live!” (Hentikan Perubahan Iklim, Biarkan Himalaya Hidup!) setelah mencapai puncak. Giri menambahkan, Apa dalam kondisi baik-baik saja dan sedang dalam perjalanan kembali ke base camp.

“Kita sangat senang dan bergembira atas pencapaian yang telah diraih Apa. Itu akan menjadi sorotan pada isu pemanasan global yang melanda Everest dan Himalaya,” ujarnya. Para aktivis lingkungan mengatakan, gletser-gletser Himalaya menyusut cepat akibat perubahan iklim sehingga mengancam jutaan orang yang menggantungkan kebutuhan air mereka pada gletser-gletser Himalaya.

Lebih dari 3.000 orang telah mendaki Everest sejak 1953 melalui Nepal maupun Tibet. Dawa mengungkapkan, dengan dampak perubahan iklim, kini para pendaki mengalami kesulitan mendaki puncak Everest dari tahun ke tahun. “Salju-salju yang biasa menutupi dinding gunung semakin melelah,” kata dia. Tim ekspedisi Apa juga mengumpulkan sampah-sampah yang ada di Everest.


“Kita membawa turun 5 ton sampah gunung, termasuk bekas pecahan helikopter, tenda yang rusak, kaleng, dan perlengkapan mendaki gunung,” tandas Dawa. Apa pertama kali mencapai puncak Everest tahun 1990. Dia lahir di distrik Solukhumbhu, lokasi Gunung Everest, tetapi kini tinggal di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat. Dia berharap bisa menarik perhatian internasional terhadap efek perubahan iklim di pegunungan Himalaya.

by :
http://samudro.wordpress.com/2010/04/06/orang-ini-taklukan-mount-everst-19-kali/