Friday, January 14, 2011

Tahapan Suatu Operasi SAR

Dalam sistem transportasi pelayaran dan penerbangan, faktor keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem tersebut sehingga baik IMO maupun ICAO sebagai regulator secara internasional mengatur masalah keselamatan secara ketat melalui konvensi yang mengikat bagi negara anggota yang telah meratifikasinya. Sebagai pedoman bagi negara-negara anggota dalam mengimplementasikan pelayanan SAR di bidang pelayaran dan penerbangan maka IMO dan ICAO menerbitkan manual yang dikenal dengan IAMSAR Manual.
Dalam melaksanakan operasi SAR harus dilaksanakan secara cepat dan andal serta dilaksanakan oleh personel berketrampilan yang telah memperoleh pendidikan dan pelatihan. Dalam dunia pelayaran dan penerbangan, penyelenggaraan operasi SAR digunakan suatu sistem SAR, terdiri dari 5 tahap kegiatan ditunjang dengan dengan 5 komponen dengan memperhatikan 3 keadaan darurat (emergency phase).

Daftar isi:

  • 1 Tiga Keadaan Darurat
    • 1.1 Fase Meragukan ('Uncertainly Phase/INCERFA)
    • 1.2 Fase Mengkhawatirkan ('Alert Phase/ALERFA)
    • 1.3 Fase Memerlukan Bantuan ('Distress Phase/DISTRESSFA)
  • 2 Lima komponen SAR
    • 2.1 Organisasi
    • 2.2 Fasilitas SAR (SAR Unit/SRU)
    • 2.3 Komunikasi
    • 2.4 Pelayanan darurat
    • 2.5 Dokumentasi
  • 3 5 tahap operasi SAR
    • 3.1 Tahap Menyadari (Awareness Stage')
    • 3.2 Tahap Tindak Awal (Initial Action Stage)
    • 3.3 Tahap Perencanaan (Planning Stage)
    • 3.4 Tahap Operasi (Operation Stage)
    • 3.5 Tahap Akhir Penugasan (Conclusion Stage)

Tiga Keadaan Darurat

Tiga fase keadaan darurat merupakan suatu fase dimana suatu sistem trasnportasi mengalami keadaan darurat. Fase ini tidak harus berurutan dari pertama sampai ke-tiga, dengan demikian keadaan darurat bisa langsung ke Distresfa sehingga operasi SAR harus segera dilaksanakan.

Fase Meragukan ('Uncertainly Phase/INCERFA)

Tahap ini merupakan tahap di mana kondisi penumpang pesawat/kapal dalam keadaan meragukan karena mengalami keterlambatan tiba di tempat tujuan sesuai waktu yang diperkirakan

Fase Mengkhawatirkan ('Alert Phase/ALERFA)

Merupakan kelanjutan dari tingkat INCERFA di mana penumpang pesawat/kapal dalam keadaan mengkhawatirkan karena keselamatannya terancam.

Fase Memerlukan Bantuan ('Distress Phase/DISTRESSFA)

Merupakan kelanjutan dari tingkat ALERFA dimana penumpang pesawat/kapal memerlukan bantuan karena pesawat keadaan mendarat darurat, jatuh atau kapal dalam keadaan tenggelam, tabrakan, terbakar dan lain-lain.

Lima komponen SAR

Untuk melaksankan operasi SAR secara cepat dan efektif maka harus tersedia lima komponen SAR.

Organisasi

Struktur organisasi tugas terdiri atas : SAR Coordinator (SC); SAR Mission Coordinator (SMC); On-Scene Coordinator (OSC); dan SAR Unit (SRU).

Fasilitas SAR (SAR Unit/SRU)

SRU adalah unit-unit yang melakukan operasi SAR di lokasi musibah/bencana, SRU terbagi menjadi tiga macam matra yaitu: SRU Laut seperti kapal dan rubber boat; SRU Udara seperti pesawat udara, helikopter; dan SRU Darat seperti Rescue Jeep, Rescue Truck dan ambulan.

Komunikasi

Komunikasi merupakan sarana untuk pertukaran informasi dalam kegiatan operasi SAR. Peralatan komunikasi yang digunakan seperti radion HF/VHF, telepon, INMARSAT, dan Beacon

Pelayanan darurat

Adalah komponen berupa penyediaan fasilitas perawatan darurat yang bersifat sementara, termasuk pemberian bantuan medis kepada korban di lokasi musibah sampai ke tempat penampungan/perawatan yang lebih memadai. Yang termasuk komponen ini adalah: posko-posko medis, dokter, paramedis, obat-obatan, dan rumah sakit

Dokumentasi

Adalah komponen berupa pendataan laporan atau kegiatan, biasanya didukung dengan data visual berupa foto/rekaman gambar seperti peta udara, laut dan topografi, analisa serta data-data seperti data kapal, data pesawat, dan manifes. Data-data ini akan menunjang efisiensi pelaksanaan operasi SAR serta meningkatkan kemampuan operasi.

5 tahap operasi SAR

Penyelenggaraan operasi SAR dilaksanakan melalui 5 tahap rangkaian tindakan yang dilakukan oleh suatu organisasi SAR dalam merespon suatu kejadian musibah, dimulai sejak diketahuinya ada musibah hingga akhir penanganan musibah tersebut. Lima tahap tersebut adalah:

1. Tahap Menyadari (Awareness Stage')

Adalah tahap disadari/diketahui adanya keadaan darurat atau musibah yang mengancam keselamatan jiwa penumpang pesawat terbang/kapal. Dalam tahap ini kecepatan informasi awal yang disampaikan sangat penting untuk dapat mencegah keadaan darurat/musibah lebih lanjut. Informasi awal bisa berasal dari pesawat terbang/kapal yang mengalami distress, unit-unit siaga (ATS, Radio Pantai), atau masyarakat umum yang mendengar dan menyaksikan terjadinya musibah

2. Tahap Tindak Awal (Initial Action Stage)

Kegiatan awal dengan melakasanakan aksi setelah disadari adanya keadaan darurat seperti melaksanakan tindakan-tindakan sebagai berikut: menentukan jenis keadaan darurat/musibah yang terjadi; menyiagakan fasilitas SAR; pencarian awal dengan menggunakan alat komunikasi (PRECOM) atau NOTAM.

3. Tahap Perencanaan (Planning Stage)

Pada tahap ini disusun rencana operasi pencarian, pertolongan, dan penyediaan tempat perawatan medis setelah evakuasi medis.

4. Tahap Operasi (Operation Stage)

Pada tahap yang merupakan pelaksanaan operasi berdasarkan rencana yang telah dilaksanakan.

5. Tahap Akhir Penugasan (Conclusion Stage)

Dalam tahap ini berarti pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan/penyelamatan dinyatakan telah selesai, semua SRU dikembalikan ke kesatuan masing-masing dan SMC membuat laporan.

Selayang Pandang tentang Kantong Semar

pict1473.JPG
Bagi kalangan pencinta tanaman, jenis ini merupakan pendatang baru yang sedang naik daun. Kantong Semar sebuah nama yang tidak asing lagi bagi kita akan tetapi masih banyak orang yang belum melihat secara lansung si Tanaman Karnivora. Nepenthes, pertama kali dikenalkan oleh J.P Breyne. Nama Nephentes diambil dari sebuah nama gelas anggur. Di Indonesia, disebut sebagai kantong semar, dengan sebutan beragam di berbagai daerah, periuk monyet (Riau), kantong beruk (Jambi), ketakung (Bangka), sorok raja mantri (Jawa Barat). ketupat napu (Dayak Katingan), telep ujung (Dayak Bakumpai), dan selo begongong (Dayak Tunjung).
Tumbuhan yang termasuk dalam golongan tumbuhan liana (merambat) ditanah ataupun di ranting-ranting pohon,berumah dua, serta bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Hidup di tanah (terrestrial), ada juga yang menempel pada batang atau ranting pohon lain (epifit). Kantong Nepenthes merupakan perubahan bentuk dari ujung daun yang memiliki fungsi menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya. Karenanya tumbuhan ini digolongkan sebagai tanaman karnivora (carnivorous plant), selain Venus Flytrap (Dionaea muscipula), sundews (Droseraceae) dan beberapa jenis lainnya. Tanaman karnivora umumnya hidup pada tanah miskin hara, khususnya nitrogen, seperti kawasan kerangas.
Nepenthes termasuk dalam famili Nepenthaceae dan kelas Magnoliopsida pada umumnya tumbuh pada hutan hujan tropik dataran rendah, hutan pegunungan, hutan gambut, hutan kerangas, gunung kapur, padang savanna dan tepi danau. Nepenthes tersebar mulai dari Australia bagian utara, Asia Tenggara, hingga Cina bagian selatan. Terdapat sekitar 82 jenis nepenthes di dunia dan 64 jenisnya berada di Indonesia Borneo (Kalimantan, Serawak, Sabah, dan Brunei) merupakan pusat penyebaran nepenthes di dunia. Sesuai dengan ketinggian tempat hidupnya, Nepenthes dibagi menjadi tiga golongan, yaitu yang hidup pada dataran rendah (0-500 mdpl (meter dari permukaan laut)), dataran menengah (500-1.000 mdpl) dan dataran tinggi (di atas 1.000 mdpl). Untuk di dataran rendah meliputi jenis N. gracilis, N. mirabilis, N. reinwardtiana, dan N. raflesiana, N. adnata, N. clipeata, N. mapuluensis merupakan jenis yang dapat hidup di dataran menengah. Sedangkan yang dapat tumbuh baik di dataran tinggi meliputi N. diatas, N. densiflora, N. dubia, N. ephippiata dan N. eymae. Perbanyakan tanaman Nepenthes dilakukan melalui stek batang, biji dan memisahkan anakan. Umumnya Nepenthes yang hidup terrestrial di dataran rendah tumbuh di tempat-tempat yang berair atau dekat sumber air pada substrat yang bersifat asam. Nepenthes juga membutuhkan cahaya matahari intensif dengan panjang siang hari antara 10-12 jam setiap hari sepanjang tahun, dengan suhu udara antara 23-31°C dan kelembaban udara antara 50-70%.
Manfaat Kantong Semar
Selain semangat tanaman hias Kantong Semar juga memiliki fungsi yang tidak kalah penting, diantaranya :
1. Sebagai Indikator Iklim
Jika pada suatu kawasan atau areal di tumbuhi oleh Nepenthes gymnamphora, berarti kawsan tersebut tingkat curah hujannya cukup tinggi, kelembapan diatas 75 %, tanahnya pun miskin unsur hara
2. Tumbuhan Obat
Cairan dari kantong yang masih tertutup, digunakan sebagai obat batuk.
3. Sumber air minum bagi Petualang
Bagi para pendaki gunung yang kehausan kantong semar jenis N. gymnamphora merupakan sumber air yang layak minum karena pH-nya netral (6-7), tetapi kantong yang masih tertutup, karena kantong yang terbuka sudah terkontaminasi dengan jasad serangga yang masuk kedalam, pH-nya 3 dan rasanya masam.
4. Sebagai Pengganti tali
Batang dari Kantong Semar ini bisa di gunakan sebagai pengganti tali untuk pengikat barang.
Ancaman Si Kantong Semar
Semua jenis Nepenthes adalah dilindungi, akan tetapi keberadaannya sekarang ini sudah semakin sedikit. Habitatnya yang semakin sempit baik itu di karenakan aktifitas manusia secara lansung maupun maupun tidak lansung.
Ancaman terhadap si Kantong Semar :
1. Pembukaan Kawasan Tambang
2. Pembukaan Kawasan Untuk Tambak
3. Eksploitasi jenis untuk di komersilkan
Pesona nephentes kini kian melejit. Banyak penggemar tanaman mulai mengoleksi beragam jenisnya. Keunikan sosok dan sifat menjadi daya tarik utama. Misalnya, kemampuan tanaman memangsa serangga. Meski umum ditemukan di dataran tinggi, tetapi beberapa mampu beradaptasi di dataran rendah. Sayang, merawat agar kantongnya banyak dan memperbanyak nephentes tidaklahlah mudah. Butuh penanganan dan perawatan yang tepat agar tampil prima. Bila tak piawai merawat, biarkan keindahan kantong semar itu berada di habitatnya agar si pemangsa tetap jadi penguasa Rimba Raya.

Wednesday, January 12, 2011

Gunung Marapi (Merapi)


Merapi











 Danau Singkarak Dari Puncak Merapi
Gunung yang memiliki ketinggian 2891 mdpl (meter diatas permukaan laut) ini selalu menjadi tujuan bagi pendaki yang berasal dari dalam maupun dari luar Sumatera Barat. Karenanya, Gunung ini jadi terkenal setelah Gunung Kerinci yang merupakan Gunung tertinggi di Pulau Sumatera.
Gunung Marapi menjadi target pendakian pendaki gunung Indonesia karena terletak berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek serta merupakan salah satu gunung yang masih aktif di Indonesia. Selain itu akses menuju kaki gunung tersebut mudah dicapai. Jika anda kebetulan berasal dari Bukittinggi atau sering melewati Kota Bukittinggi, tentu sudah tidak asing lagi dengan kemegahan Gunung ini. Titik start pendakian berada di jalan raya Padang Panjang - Bukittinggi tepatnya di Kotobaru. Dari Kota Padang, hanya memerlukan waktu 1,5 jam menuju Kotobaru dengan ongkos Rp 10.000,- selanjutnya berjalan menuju Pesanggerahan selama ±30 menit.
Pesanggerahan adalah suatu daerah datar (Camping Ground) yang merupakan Pintu Rimba sebelum mulai mendaki ke Puncak Gunung Marapi. Karena daerahnya yang datar dan lumayan luas tadi, banyak juga loh yang pergi camping cuma sampai ke Pesanggerahan ini. Terutama di hari-hari libur atau diakhir minggu (Jumat - Minggu). Sehingga suasana seperti pasar malam sudah tidak asing lagi ditemui di kawasan ini. Ditambah lagi dengan kehadiran penduduk sekitar kaki Gunung Marapi yang memanfaatkan keramaian tersebut untuk mencari rezeki dengan menjual berbagai macam makanan dan minuman bagi para pendaki.
Setelah Pesanggerahan, pendakian menuju Puncak Gunung Marapi baru dimulai dengan jalan setapak yang terus mendaki dan lumayan menguras tenaga. Waktu normal untuk mencapai puncak ialah 6 jam. Kalau anda takut tersesat, jangan khawatir, jalur Kotobaru ini sangat jelas, yang pasti kalau ada percabangan jalan, terus saja ke atas karena kalau ke bawah kemungkinan besar itu adalah jalan menuju sumber air atau lembah. Supaya lebih aman, sebaiknya ajak teman yang sudah pernah naik Gunung Marapi sehingga kemungkinan tersesat bisa semakin diperkecil.
Setelah perjalanan penuh tanjakan dan lumayan menguras tenaga tadi, kita akan memasuki kawasan Cadas Marapi. Yaitu kawasan bebatuan yang merupakan wilayah puncak gunung merapi. Disini vegetasinya sudah berubah, pohon-pohon besar yang berada dijalur sebelumnya, berganti dengan semak belukar dan beberapa tumbuhan khas puncak gunung. Tapi kalau anda ingin mencari edelweis, sangat disayangkan di sekitar jalur pendakian ini vegetasinya sudah sangat sedikit. Kalaupun ada itu cuma pohon-pohon tanpa bunga. Ini diakibatkan ulah tangan-tangan jahil yang merusak dan mengambil bunga-bunga edelweis dengan alasan untuk kenang-kenangan. Padahal, tentu akan lebih indah dipandang mata apabila bunga-bunga abadi tersebut tetap berada di tempatnya. Cukuplah dengan mengambil foto untuk dijadikan kenang-kenangan tanpa harus merusak. Setuju bro!
Letihnya badan karena mendaki beberapa jam tadi, akan segera terobati dengan keindahan alam yang dihadirkan Sang Pencipta di Puncak gunung ini. Kawasan luas dan datar seluas lapangan bola akan ditemui di dekat dua kawah Merapi. Jadi kalau anda mau main bola di atas gunung, disinilah tempatnya. Tapi yang harus diwaspadai apabila kawah tersebut menyemburkan asap belerang (batuk) sebaiknya jangan mendekat karena sangat beresiko keracunan apabila terhirup. Bila mau terus mendaki dan berjalan di tepi kawah, kita akan sampai di Puncak Merpati. Dari sini pemandangan sekitar kaki Marapi, Gunung Singgalang, Tandikek sampai Kota Bukittinggi akan terlihat jelas. Pokoknya indah dipandang deh…
Satu hal yang sangat disesalkan dari keadaan sekitar jalur Kotobaru ini adalah banyaknya sampah (bungkus mie, kaleng sarden, kotak rokok dan sebagainya) yang ditinggalkan para pendaki dan benar-benar merusak alam. Ini tentu dikarenakan kurangnya kesadaran dari masyarakat dan pendaki untuk ikut menjaga kelestarian alam dengan minimal, tidak membuang sampah sembarangan. Kalau ada sampah, ya dibawa turun dong, dibuang ke tempat yang seharusnya, bukan ditinggalkan di Gunung. Kesadaran ini harus kita tanamkan ke diri pribadi masing-masing agar kelestarian alam yang merupakan titipan anak cucu kita dapat terjaga.
Kacawali, Jalur Ekstrim untuk Petualangan.
Untuk anda yang merasa memiliki jiwa petualangan dan menginginkan tantangan lebih di Gunung Marapi, ada satu jalur alternatif yang benar-benar menantang dan masih terjaga keasriannya. Jalur ini menyuguhkan trek-trek ekstrim namun diimbangi panorama alam yang jauh lebih indah dan menarik.
Untuk menempuh jalur ini, dari Kota Padang kita bisa naik bis jurusan Padang - Payakumbuh dan turun di Simpang Candung. Selanjutnya dengan menggunakan angkutan desa selama ± 30 menit kita akan sampai di Desa Kacawali. Desa Kacawali yang terletak di sisi Utara Gunung ini merupakan titik start pendakian yang akan langsung membawa kita ke Puncak Triangulasi (tertinggi) gunung Marapi. Jalur yang dibuka oleh Anggota Muda MAPALA UNAND pada tahun 2003 ini memang belum terlalu dipublikasikan. Saat ini hanyalah kalangan pecinta alam yang ingin merasakan petualangan lebih saja yang memakai jalur ini. Bagi yang mau mencoba jalur ini, dapat memperoleh info jalur secara lengkap dan guide dengan menghubungi Kantor MAPALA UNAND di PKM Universitas Andalas Limau Manis Padang.
Waktu tempuh untuk mencapai Puncak Marapi juga lebih lama dibandingkan melewati jalur Kotobaru, mencapai 10 jam dengan perjalanan konstan dan tidak berhenti. Track pendakiannya pun lebih ekstrim dengan kemiringan mencapai 80 derajat menyebabkan tidak semua orang sanggup melewati jalur ini. Banyaknya pohon-pohon besar yang rebah di jalur dan jurang sedalam ±500 meter di sebelah kiri jalur menyebabkan adrenalin makin terpacu untuk mencapai puncak tertinggi Marapi ini.
Kelebihan dari jalur ini adalah keadaan alamnya yang benar-benar masih alami dan bebas dari sampah serta terdapatnya 3 buah air terjun di tengah-tengah jalur yang memiliki ketinggian ±300 meter. Jadi kita bisa beristirahat sambil menikmati pemandangan air terjun di tengah-tengah perjalanan. Sumber air di jalur ini baru akan ditemui pada ketinggian 2000 mdpl, jadi untuk berjaga-jaga sebaiknya membawa persediaan air yang cukup banyak. Selain itu terdapat juga hewan-hewan liar khas pegunungan seperti Harimau, Babi Hutan, Rusa, Siamang dsb.
Selanjutnya pada saat mencapai puncak, keindahan alam yang disuguhkan Sang Pencipta semakin menakjubkan dan mempesona mata. Jauh lebih indah dan menarik bila dibandingkan dengan mendaki dari jalur Kotobaru yang memang sudah tidak terjaga lagi keasriannya.
Dari puncak tertinggi gunung Marapi ini (2891 Mdpl), pemandangan keseluruhan Puncak Merapi akan terlihat jelas. Kawah Marapi, Puncak Merpati, Telaga Dewa, Lembah Hantu, Gunung Singgalang dan Tandikek, bahkan Danau Singkarak akan telihat jelas dari sini. Vegetasi edelweis sang bunga abadi juga masih terjaga dan menghiasi sepanjang kawasan triangulasi dengan warna putihnya. Pokoknya benar-benar indah deh!
Untuk menambah tantangan, Kita bisa melanjutkan perjalanan menuju lapangan bola dari titik triangulasi ini. Jalurnya lebih ekstrim lagi, jalan setapak yang berada diantara lembah pada kiri dan kanan jalur membuat kita harus melangkah ekstra hati-hati atau bisa terperosok. Setelah ± 2 jam perjalanan, kita akan sampai di lapangan bola dan bisa memilih untuk turun dari jalur Kotobaru (jalur normal) atau dari jalur Simabur. Tentunya petulangan dan pengalaman yang didapatkan akan sangat mengesankan. Dalam satu kali pendakian Gunung Marapi, Kita bisa menempuh dua jalur yang berbeda sekaligus. Tertarik? Ayo coba dan rasakan adventurenya!.
Sumber:  Mapalaunand.com

Menjekaki di Atas Tanah Tertinggi Ranah Minang.




Tak banyak yang menyangka kalau Gunung Talamau (2982 mdpl) di Propinsi Sumbar menyimpan segudang pesona yang sayang tuk di lewatkan. Bagi mereka yang gemar wisata petualangan; mendaki gunung, mencoba keeksotisan gunung ini pasti memberi kesan tersendiri. Kawasan hutan yang masih perawan ditingkahi kicauan burung berpadu indah dengan puluhan telaga yang terserak di kawasan puncak, membuat perjalanan panjang ini terasa tak sia-sia.
Saat tawaran menjajal keelokan gunung ini datang, rasa was was mucul dalam hati. Pasalnya, gunung tertinggi di Sumatera Barat ini terkenal angker dan tidak banyak orang yang pernah menggapai puncaknya. Apalagi, keberadaan harimau Campo, yang disebut-sebut menjadi penguasa tempat ini, konon kerap terlihat, saat pendaki tiba di puncak.
Gunung yang terletak di di Desa Pinagar Kabupaten Pasaman Barat ini, merupakan satu dari beberapa gunung yang mempunyai panorama alam menarik di daerah Minang Kabau. Dengan ketinggian 2982 mdpl menjadikannya sebagai laboratorium alam terlengkap sebagai kawasan hutan hujan tropis yang kaya dengan aneka sumberdaya alam.
Untuk mencapai gunung ini bisa dilakukan dari beberapa arah, baik dari arah Rau (baca: Perbatasan Sumut-Sumbar) maupun dari Padang-Sumbar. Kebanyakan para pendaki memulainya dari Terminal Bingkuang-Padang. Dengan menaiki bus jurusan Padang - Pasaman (seperti; PO. Mandala, PO Persada), kita bisa tiba di kaki gunung dengan merogoh kocek sebesar Rp. 11.000/ orang (baca; tahun 2000).
Berhubung pintu rimba (baca: jalan masuk) yang dikenal para pendaki hanya dari Desa Pinagar (320 mdpl). Kami pun memulainya dari tempat itu. Desa berpenduduk 300 kk tersebut berada di pinggir jalan berjarak ±179 km dari Padang. Selain dari sini, ternyata ada rute lain yang pantas dicoba, tepatnya dari Desa Durian Kandang Aia Maruek. Rutenya akan membawa kita menuju Gunung Pasaman terlebih dahulu, lalu turun menyadel ke Gunung Talamau. Sebagai informasi, Gunung Talamau terletak bersebelahan dengan Gunung Pasaman. Hanya saja, jalur ke Gunung Pasaman tak begitu jelas. Jika ingin kesana, dibutuhkan pemahaman navigasi darat yang memadai agar tidak tersesat.
Setibanya di Desa Pinagar, biasanya para pendaki akan ditawarin peta tematik sebagai penunjuk arah oleh penduduk. Walau kelihatannya aneh, -karena bukan peta topografi-, ternyata benda ini cukup membantu menggapai puncak, pasalnya tanda penunjuk arah mirip dengan kondisi sebenarnya.
Setelah semua dirasa beres, perjalanan segera dimulai. Inilah awal petualangan yang sesungguhnya. Dalam setiap pendakian, kondisi awal pasti menyiksa. Bagaimana tidak, rute yang lebar dan mulai menanjak, memaksa kami harus berjalan kaki selama 4 jam dengan beban ±25 kg. Membuat butir-butir keringat mengalir begitu cepat.
 
Tujuan berikutnya adalah Pondok Bang Danil. Danil adalah pendaki pertama yang berhasil menggapai puncak Talamau di tahun 1985. Berhubung dia penduduk lokal, pemerintah setempat mempercayakan pengelolaan kawasan ini kepadanya. Itu sebabnya, setiap pendaki harus mendaftar disini, jika ingin mencapai puncak.
Di pondok ini, kita harus membayar retribusi plus asuransi pendakian sebesar Rp. 5000/ orang (baca: bisa jadi sekarang terjadi perubahan), dan sebagai kenang-kenangan kita akan diberi cendramata oleh bang Danil.
Untuk mendaki gunung ini ternyata tak mudah, ada banyak syarat dan pantangan yang harus diperhatikan. Untuk syarat yang harus dipenuhi, antara lain; KTP/ SIM, surat ijin dari orang tua dan surat ijin dari organisasi, –jika dia punya organisasi pencinta alam–. Semua surat-surat tadi di perlihatkan saat mendaftar. Selain itu, perlengkapan dan logistik yang dibawa akan di data jumlahnya. Ini perlu, untuk mengetahui jumlah sampah yang akan dibawa turun. Di tempat ini, sama seperti Gunung Gede-Pangrango di Jawa Barat, setiap sampah wajib dibawa turun. Aturan tersebut perlu untuk menjaga gunung ini tetap lestari.
Sedangkan larangan yang berlaku di gunung ini cukup banyak, antara lain: tidak dibenarkan merusak flora dan fauna, tidak dibenarkan membawa alat-alat musik, tidak dibenarkan membawa sabun/bahan-bahan yang bisa mencemari sumber air, tidak dibenarkan membawa minuman keras, tidak diijinkan berpencar-pencar, tidak diijinkan pendaki putra dan putri tidur dalam satu tenda, tidak boleh berteriak-teriak/bernyanyi keras, tidak boleh menyalakan api di daerah yang rawan kebakaran, tidak boleh memasuki kawasan telaga seperti mandi, mencuci, kecuali mengambil air untuk minum dan memasak, dilarang keras melakukan tindakan vandalisme, dilarang keras membuang kotoran disembarang tempat. Setiap pendaki harus menghormati adat istiadat setempat. Pendaki harus mematuhi lama ijin pendakiannya serta melaporkan kejadian/ kerusakan lainnya pada petugas lapangan atau posko.
Sebuah Proses.
Di Indonesia, gunung-gunung terletak dalam satu rangkaian yang mengikuti garis lengkung dari Pulau We (Aceh) sampai ke Indonesia bagian timur. Gunung berapi ini tidak hanya menyebar di daratan, namun sampai ke dasar laut. Selanjutnya gunung-gunung tersebut tersebar di sepanjang nusantara.
Sebagai cikal bakalnya, semua bermula dari kerak bumi, yang di dalamnya terdapat sepuluh lempengan utama, yaitu: Lempeng Afrika, Lempeng Antartika, Lempeng Australia, Lempeng Eurasia, Lempeng Amerika Utara, Lempeng Amerika Selatan, Lempeng Pasifik, Lempeng Cocos, Lempeng Nazca, lempeng India.

Lempeng-lempeng tersebut selalu bergerak. pergerakan antar lempeng-lempeng, merupakan tempat-tempat yang memiliki kondisi tektonik yang aktif dengan daya yang begitu besar, menyebabkan misalnya; gempa bumi, gunung berapi dan pembentukan dataran tinggi, seperti diungkapkan Bas Hansen dari University of New South Wales.
Proses ini secara perlahan mengeluarkan batuan yang telah lama terkubur dan memusnahkan yang lainnya selama berjuta-juta tahun
 
Ketika dua lempengan saling bertubrukan, salah satunya biasanya akan menerobos di bawah lempengan yang kedua. Lempengan kedua yang berada bagian atas terdorong ke atas sehingga membentuk punggung gunung. Pada saat bersamaan, lempengan yang berada di bawah terus menembus, menghujam ke bawah, dan membentuk perpanjangan yang jauh ke dalam bumi. Ini berarti gunung memiliki semacam akar berupa perpanjangan yang menancap dan menghujam ke dalam bumi. Bagian ini sama besarnya dengan punggung gunung yang tampak menjulang tinggi di atas permukaan bumi. Dengan kata lain, gunung tertancap dan mengakar kokoh pada bagian kerak bumi yang disebut mantle (jaket).
Dengan cara ini, gunung mencegah kerak bumi bergerak atau bergeser secara terus-menerus di atas lapisan magma atau di antara lapisan-lapisannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung sebagaimana paku atau pasak yang menancap dan mencengkeram lembaran-lembaran papan kayu dengan erat dan kokoh. Kerak bumi yang bersifat mudah bergerak ini diredam oleh gunung, sehingga mampu mencegah guncangan hingga batas tertentu
Dari sisi geologi, kawasan Gunung Talamau didominasi oleh pegunungan Bukit Barisan yang bersifat vulkan kuarter. Bahan-bahan vulkanik ini kaya dengan plagioklas dan umumnya bersifat masam (dasitikliparitik), sedangkan pada pantai barat terdapat formasi andesit tersier yang bersifat masam - sangat masam.
 
Berdasarkan hasil penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Research Center for Geotechnology The Indonesian Institute of Sciences), pembentukan Gunung Talamau berasal dari berbagai jenis batuan, yaitu batuan vulkanik produk Galau Talamau, yang dari Major Elemen menunjukkan batuan beku di kawasan itu dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu basa (basalt), menengah (andesit), agak asam (dasit), dan granit (asam).
Rute Perjalanan
Bagi pendaki yang baru tiba di posko pemeriksaan (Posko Pondok Bukik Harimau Campo; red), di ketinggian 710 mdpl, istirahat sejenak terasa begitu berarti. Apalagi tidak jauh dari lokasi ini bisa ditemukan sebuah air terjun yang cukup besar bernama air terjun Puti Lenggo Geni dengan tinggi 109 m. Lumayan, bisa melepas lelah sambil menikmati deburan air terjun.
Berhubung hari mulai senja, perjalanan di hentikan sementara. Tim memutuskan menginap disana. Berkumpul sambil bersenda gurau, menenggak coklat susu sambil melingkari api unggun yang mulai menyala, membuat suasana begitu akrab.
 
Keesokan paginya, selepas sarapan dan berbenah, petualangan dilanjutkan kembali. Tujuan selanjutnya adalah Pondok Rindu Alam, terletak di ketinggian 1100 mdpl. Jalur pendakian yang mulai menyempit dengan sekerumunan pacat pun mulai menampakkan diri. Walau ukuran mahluk penghisap darah ini kecil, tetapi tetap saja merepotkan. Selain bentuk yang menjijikkan, jumlahnya yang banyak, membuat pendaki enggan berlama-lama.
Dalam waktu 3 jam perjalanan, pos tersebut berhasil dicapai. Dari pos yang tidak berbentuk pondok ini, kita dapat mendengar suara aneka jenis burung. Kicauannya yang bersahut-sahutan terdengar begitu indah. Dari pengamatan sekilas, terlihat beberapa jenis burung, seperti: rangkong (Buceros rhinoceros), sempidan sumatera (Lophura inornata), burung alap-alap (Black-thighed Falconet), ayam hutam merah (Red Junglefowl). Selain itu, di sebelah pondok kita dapat menemukan sungai kecil. Disinilah para pendaki mengisi kembali pundi-pundi airnya.
Saat istirahat dirasa cukup, perjalanan kembali di lanjutkan. Rute yang mulai menanjak dengan rapatnya polulasi tanaman hutan dari famili Dipterocarpaceae, seperti; tumbuhan kemaduh (Laportea stimulans), markisa (Passiflora sp.), sirsak (Annonaceae), senggani (Melastoma sp.) membuat jalur mulai samar dan sering terputus putus. Untuk itu kewaspadaan diperlukan agar tidak tersesat. Tak terasa setelah 3 jam berjalan dengan tempo lambat, akhirnya kita tiba di Pos Bumi Sarasah (1860 mdpl). Pos ini dinamakan demikian, karena banyaknya serasah hutan berpadu dengan tanaman perdu.
 
Berhubung suasana mulai gelap, tim memutuskan untuk nge-camp di tempat ini. Selain jarak pandang yang mulai terbatas akibat turunnya hujan dan kabut tebal, kondisi badan pun sudah melemah. Istirahat menjadi pilihan yang logis. Apalagi, sumber air yang tak terlalu jauh dari pos, membuat perasaan begitu nyaman. Tak perlu takut kehabisan air.
Keesokan paginya, saat badan kembali bugar, perjalanan menuju puncak digelar kembali. Dengan semangat empat lima, tim memulai pendakian. Kalau kemarin, populasi tumbuhan hutan (baca: sangat rapat dan tinggi) begitu mendominasi, berbeda dengan kawasan ini. Disini tumbuhan hutan diwakili famili lauraceae dan podocarpaceae, yang tumbuh merana dan diselubungi lumut. Di ketinggian ini, kondisi yang benar-benar lembab membuat pakaian yang melekat langsung basah saat melaluinya.
 
Dalam kawasan yang plasmanuftahnya melimpah, keberadaan hewan penunggu kawasan ini, kerap terlihat saat pagi dan sore hari. Pasalnya, disaat-saat tersebut, mereka turun mencari minum di sumber air. Adapun binatang yang sering terlihat, antara lain: babi jenggot (Sus barbatus), musang leher kuning (Martes flavigula), owa (Hylobates muelleri), lutung dahi putih (Presbytis frontata), bajing tiga warna (Callosciurus prevostii), dan tupai gunung (Tupaia montana), beruang madu (Helarctos malayanus), musang belang (Hemigalus derbyanus), kucing batu ( Felis marmorata), rusa (Cervus unicolor) dan macan dahan (Neofelis nebulosa) yang sering disebut sebagai harimau Campo oleh masyarakat setempat.
 
Dengan perlahan, satu persatu anggota tim berhasil menapak di Pos Peninjauan, berjarak 2,5 jam perjalanan. Rute ke tempat ini lebih curam dibanding sebelumnya. Seringkali kita harus menggunakan tangan untuk membantu naik. Pasalnya, selain jalannya kecil, medan yang begitu licin, sering menyulitkan, jika tak hati-hati. Seperti sebelumnya, setiap pos punya pemaknaan tersendiri. Tempat ini bernama “peninjauan”, artinya kita bisa melepas pandang ke sekeliling. Dari sini, aroma puncak mulai kental terasa. Tumbuhan perdu dengan hawa dinginnya, membuat kami tak ingin berlama-lama.
Lepas dari istirahat tadi, perjalanan tahap akhir segera di mulai. Tujuan kali ini adalah Padang Siranjano (2880 mdpl), yang banyak kalangan menyebutnya “Basecamp Rajawali Putih”. Dengan berjalan kaki sekitar 75 menit, kita bisa sampai disana. Lokasinya sangat terbuka dengan luas ± 40 ha. Hanya decak takjub yang bisa kami ucapkan. Akhirnya, semua penat dan beban dilampiaskan dengan masak dan mendirikan tenda, tak jauh dari telaga yang memang banyak di kawasan ini. Dari sini juga puncak sejati Gunung Talamau tampak berdiri kokoh.
 
Berdasarkan informasi dari Bang Danil (baca: pengelola), kabarnya ada 13 telaga tersebar di tempat ini, yaitu: Talago Puti Sangka Bulan,Talago Tapian Sutan Bagindo, Talago Tapian Puti Mambang Surau, Talago Siuntuang Sudah, Talago Puti Bungsu, Talago Rajo Dewa, Talago Satwa Talago Lumuik, Talago Biru, Talago Mandeh Rubiah, Talago Imbang Langik, Talago Cindua Mato, dan Talago Buluah Parindu.
Berhubung masih siang, tim berencana menuju puncak hari itu juga. Diperkirakan jaraknya tak terlalu jauh. Benar saja, selepas makan siang, tim mulai menapak jalur yang sedikit berputar mengelilingi telaga menuju arah puncak. Tak banyak kendala yang timbul, sehubungan jalur yang cukup jelas. Hanya butuh waktu 1 jam, puncak tertinggi di Sumbar ini berhasi dicapai. Ternyata puncaknya terdiri dari batu-batuan yang dihiasi rerumputan. Sungguh, tak ada yang bisa menggantikan kebahagiaan kami saat itu. Kembali tak henti-hentinya, hanya ucapan syukur yang bisa kami panjatkan. Semua beban itu seakan sirna berganti haru yang meluap-luap.
 
Kabarnya, di puncak ini (baca: Tri Martha, 2982 mdpl) terdapat titik triangulasi (baca: titik ketinggian), yang seiring waktu patok beton tersebut hancur digerus jaman. Hanya sisa-sisanya yang bisa dinikmati. Jika diamati, ternyata kawasan ini memiliki 2 puncak lain dengan letaknya agak berjauhan, yaitu: Puncak Rajawali dan Puncak Puncak Rajo Dewa. Selain itu, telaga yang kabarnya ada 13, hanya beberapa yang bisa kita nikmati, itupun telah banyak yang tak berair lagi.
Saat sayup-sayup kulepas pandang agak keujung sana. Ternyata gunung-gunung yang letaknya jauh mulai terlihat, seperti; Gunung Talang, Gunung Marapi, Gunung Singgalang dan gunung Tandikat, serta tak ketinggalan Gunung Pasaman (Puncak Rajo Imbang Langik) yang letaknya bersebelahan.
 
Ah.., puas rasanya bisa menjelajah ke tempat-tempat tinggi seperti ini. Selain bisa mengenal alam dan masyarakat, kita pun mampu menakar diri. Rasanya, benar yang diucapkan Soe Hok Gie, perihal kegilaannya mendaki gunung: “…hanya pemuda yang sehat jiwa dan raganya bisa menilai arti nasionalisme. Nasionalisme tidak timbul dari slogan-slogan dan hipokrisi. Nasionalisme timbul ketika kita dekat dengan alam dan masyarakatnya. Itulah sebabnya, mengapa kami mendaki gunung”

(catt: tulisan ini karya lawas yang terendap lama di blogger)

Gunung Tandikek (Tandikat)



Gunung Tandikek, merupakan gunung aktif yang cadasnya mirip Gunung Merapi, namun lebih sempit. Air dari gunung Tandikek, menuju ke bawah membentuk air terjun yang terkenal dengan nama aia mancua Lembah Anai di daerah Padang Panjang (Malibo Anai)

DATA UMUM GUNUNG Tandikek
• Tinggi : 2437 mdpl. • Letak : di Kec. X Koto, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat. Peta JANTOP TNI AD tahun 1982 helai peta 1224-II. • Karakteristik : gunung api aktif, ditutupi hutan hujan tropis, trek pendakian tidak begitu terjal. • Jalur Pendakian : - Ganting Titik start : desa Ganting (1225 mdpl), Kec. X Koto Kab. Tanah Datar. Lama pendakian normal 7 jam. Berjarak 73 Km dari Padang. - Singgalang - Tandikat Titik start : telaga Dewi gunung Singgalang Kec. IV Koto Kab. Tanah Datar. Lama pendakian normal 6 jam.
• Transportasi : - Ganting • MAPALA UNAND - Terminal Bingkuang Padang, Angkutan Kota Jurusan Pasar Raya – Air Pecah (@ Rp. 2.000,-). • Terminal Bingkuang – Lubuk Mata Kucing Padang Panjang, Bus Jurusan Padang -Bukittinggi (turun di terminal Padang Panjang) PO. ANS, NPM dan sebagainya (@ Rp. 8.000,-). • Terminal Lubuk Mata Kucing – desa Ganting, angkutan desa jurusan Terminal Padang Panjang - desa Ganting (@ Rp. 2.000.)


• Kondisi Medan : - Ganting • Ganting – Pintu Rimba: ladang tebu, tanjakan ringan, sumber air di sepanjang jalur (wt 1,5 jam). • Pintu rimba -Puncak: Tanjakan terjal, semak-semak, hutan sekunder - hutan primer, sumber air di sepanjang jalur, habitat pacet (wt 5,5 jam). - Singgalang - tandikat • Telaga Dewi G. Singgalang – Salo (2000 mdpl): hutan lumut, landai, telaga Kumbang (wt 4 jam). • Salo – puncak Tandikat: hutan primer, tanjakan terjal, sumber air (wt 2 jam). • Perizinan : Lapor di Pos polisi terdekat atau pada kepala desa terakhir. • Potensi : Kawah aktif, bunga Edelweis, Panorama gunung Merapi dan Singgalang.
Sumber:  parimbo.com

Gunung Talakmau (3.005 mdpl)

Gambaran Umum
Gunung Talakmau terletak di Kabupaten Pasaman (Lubuk Sikapiang sebagai ibukota kabupaten), tepatnya pada Kecamatan Simpang Empat, dengan titik awal pendakian di Desa Pinaga. Mata pencarian penduduk umumnya bertani atau berkebun.Dari Padang, ada 2 jenis kendaraan umum yang dapat digunakan, yang bisa ditemukan di Terminal Regional Bingkuang, Aie Pacah. Yang pertama angkutan bus biasa dengan ongkos Rp 10.000,- dengan lama perjalanan sekitar 6 jam, dan yang lainnya adalah bus SE 21 dengan ongkos Rp 15.000 dengan lama perjalanan sekitar 4 jam.
Gunung Talakmau (3.005 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Rute Perjalanan / Pendakian
Gunung Talakmau (3.005 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Untuk melakukan pendakian ke Gunung Talakmau, sebaiknya anda melengkapi dengan surat-surat perjalanan dari organisasi masing-masing. Sedangkan untuk pendaki putri, sebaiknya ditambah dengan surat izin dari orang tua masing-masing. Hal ini dikarenakan pada Pos Harimau Campo (tempat pelaporan pendakian) akan selalu ditanyakan oleh Daniel Zulekha yang diserahi tanggung jawab oleh Dinas Pariwisata Tk. II Pasaman untuk menjaga kelestarian Gunung Talakmau.
Gunung Talakmau (3.005 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Untuk start pendakian dari Harimau Campo, sebaiknya dilakukan sebelum jam 09.00 pagi. Hal ini bertujuan agar kita dapat mencapai dan bermalam di shelter III, disamping merupakan area paling aman untuk menginap, juga ada semacam pondok untuk bermalam. Sedangkan pada shelter I, disamping jarak yang masih terlalu dekat dengan Pos Harimau Campo, binatang rimba juga masih banyak berkeliaran di area ini. Pada shelter II, sebaiknya hanya digunakan untuk memasak makanan (makan siang), karena binatang rimba juga cukup banyak di area ini.
Gunung Talakmau (3.005 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Selain itu, hindarilah untuk menginap di daerah Padang Siranjano, karena sering dihantam badai.
Gunung Talakmau (3.005 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Sumber Air
Pada Harimau Campo, sumber air akan berada disebelah kiri pos tersebut, sekitar 50 m turun kebawah. Selanjutnya, pada shelter I berada di sebelah kiri (rute pendakian normal akan memotong aliran air tersebut).
Gunung Talakmau (3.005 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Kemudian pada shelter II berada dibagian sebelah kanan, dengan jarak sekitar 10 m ke bawah. Selanjutnya, pada shelter III (Bumi Sarasah) berada di sebelah kiri, dengan jarak sekitar 30 m. Dan kemudian, pada daerah Padang Siranjano anda dapat memilih sumber air yang anda suka (ada 13 buah telaga).
Gunung Talakmau (3.005 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Catatan:
Bagi pendaki putri yang berencana naik Gunung Talakmau, sebaiknya membawa minimal 1 orang rekan putrinya yang lain, karena biasanya Daniel tidak pernah mengizinkan satu orang saja pendaki putri naik ke puncak Talakmau, dan sebaiknya juga membawa 2 buah tenda seandainya dalam rombongan itu ada ada pendaki putra dan putri. 

sumber.  maprog.org

Gunung Singgalang (2.877 mdpl)

Gunung Singgalang terletak berdekatan dengan dua gunung lainnya, yaitu Gunung Tandikek pada bagian yang sama dan Gunung Merapi pada bagian yang lainnya. Salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh Gunung Singgalang adalah Telaga Dewi, yang berada pada ketinggian 2762 mdpl dengan luas sekitar 1 ha. Disamping air yang jernih, daerah disekitar telaga dapat dijadikan sebagai tempat menginap bagi para pendaki.
Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP

Untuk mencapai Koto Baru sebagai titik awal pendakian, dari Padang anda dapat menggunakan Bus jurusan Bukittinggi, yang bisa ditemukan di Terminal Regional Bingkuang, Aie Pacah, dengan ongkos Rp 8.000,- beberapa diantaranya ANS dan NPM dan dengan lama perjalanan sekitar 2 jam.
Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Sedangkan bagi anda yang ingin naik dari rute Salimparik, anda harus turun di daerah Padang Lua (setelah Koto Baru kalau dari Padang).
Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Rute Perjalanan / Pendakian
Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Dari Koto Baru (sebagai titik awal pendakian) memakan waktu sekitar 2 jam berjalan kaki menuju Pesanggrahan (sekarang disamping Tower RCTI), yang juga merupakan tempat untuk melaporkan pendakian. Anda juga bisa menggunakan angkutan pedesaan (biasa disebut dengan Cigak Baruak) berupa Carry.
Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Untuk menuju ke Telaga Dewi atau ke puncak Gunung Singgalang (Pilar), tidak susah lagi untuk mencari pedoman perjalanan, dengan adanya tiang-tiang listrik yang terpasang sampai ke tower RCTI di Pilar. Bagi saya, tiang listrik tersebut merusak dan menghancurkan keindahan yang ada, dan juga membuat perjalanan menjadi amat membosankan, apabila ditambah dengan petunjuk-petunjuk "iseng" yang dipasang di tiang listrik tersebut. "50 tiang lagi, puncak!". "10 tiang lagi, puncak!". Gila! bukannya menikmati perjalanan dan keindahan yang sudah dirusak oleh tiang listrik, kita malah jadi sibuk menghitung-hitung tiang listrik yang kita lewati.
Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Bagi anda yang lebih menyukai rute perjalanan yang sunyi dan jarang dilewati oleh pendaki lainnya serta pemandangan yang masih alami, anda dapat menggunakan rute dari Salimparik, Sungai Tanang (saya sendiri mungkin lebih menyarankan anda untuk naik Gunung Singgalang dari rute ini, lebih nyaman dan lebih landai, walaupun memakan waktu yang lebih lama kalau dibandingkan dari Koto Baru).
Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Dari simpang Padang Luar (Pasar Padang Luar), anda dapat naik angkutan pedesaan menuju ke Dusun Salimparik dengan ongkos Rp 1.500,- dan turun di batas akhir jalan, dimana mobil akan berputar lagi ke bawah.
Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Kalau anda tidak ingin melakukan pendakian malam hari, sebaiknya pendakian dilakukan paling lambat pada jam 13.00, dimana dengan perjalanan santai memakan waktu sekitar 3 jam menuju ke bivak I. Sebelum menuju ke bivak I (sekitar 15 m sebelum bivak I, kita akan memotong aliran sungai (pindah punggungan), yang merupakan sumber air pada saat kita menginap di area ini.
Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Apabila anda berniat naik pagi (sekitar jam 09.00), anda bisa mencapai bivak II (sekitar jam 16.00). Pada area ini, kalau anda mau, banyak tumbuhan hutan yang bisa makan, seperti pakis gajah, begonia, arbei, dan beberapa tumbuhan lainnya yang lainnya.
Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Dari bivak II, apabila berangkat sekitar jam 09.00, dengan jalan santai anda akan sampai di Cadas sekitar pukul 13.00. Untuk masuk ke daerah cadas, dari rute perjalanan sebelumnya anda akan bertemu simpang jalan (kedua jalan tersebut sama-sama mengarah ke Telaga Dewi, jadi anda bisa memilih rute yang anda suka). Untuk rute yang mengarah ke kanan, maka dalam jarak sekitar 10 m anda akan sampai di daerah cadas, dan 100 m dari sana kembali masuk hutan yang menuju ke daerah Telaga Dewi.
Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Sumber Air
Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP
Untuk rute dari Salimparik, sumber mata air yang dapat digunakan adalah anak-anak sungai yang walaupun dalam kondisi kemarau masih dialiri oleh air. Pada bivak I (tempat bermalam yang dapat digunakan di perjalanan), sumber air adalah aliran air pada lembah yang kita lintasi dalam perjalanan. Sedangkan pada bivak II, sumber airnya adalah aliran air yang sama pada bivak I, namun untuk mencapainya turun agak jauh ke bawah, sekitar 10 m ke arah kiri jalur. 



di copy dari Maprok.org

4 Curug alias Air Terjun Indah-indah di Bandung

Curug artinya air terjun. Bandung sebagai kawasan yang dikelilingi gunung punya banyak sekali objek wisata berupa air terjun. Ada yang namanya Curug Panganten (tapi sudah jadi Curug Janda/Duda karena curug pasangannya sudah mulai kering). Ada pula curug yang jauh dari peradaban, karenanya masih asri mempesona. Berikut ini curug-curug yang bisa kita datangi, sekaligus nyemplung-nyemplung ke airnya, bukan sekedar dilihat saja.

1. Curug Bubrug
Curug Bubrug berada di kawasan Bandung utara, tepatnya di dekat Jl. Kol Masturi. Sebelum mencapai air terjun, kita pertama-tama akan melewati warung-warung (tidak terlalu banyak). Mobil bisa di parkir di areal yang cukup untuk sekitar 10 mobil. Ketika kita jalan agak masuk, kita akan langsung bisa melihat lipatan lava itu. Sesudahnya, kita akan disuguhi hamparan selada air yang menyerupai permadani mengambang. Ternyata selada air ini berfungsi seperti filter air juga (tapi tidak tahu berapa efektif). Tapi airnya jernih sekali.

Begitu masuk, kita akan melihat bahwa selada air ini sengaja ditanam, dalam petak-petak menyerupai sawah. Kalau beruntung kita bisa melihat orang-orang memanennya. Terus kita juga akan ketemu pos penjagaan... Bayar deh. Tapi jarang ada yang jaga koq. Jalan agak masuk lagi, kita akan melihat bahwa kita sebenarnya berada di lembahan sempit yang diapit dua punggungan. Sebenernya kalau kita jeli, banyak sekali kupu-kupu disini, mungkin karena banyak juga bunga-bungaan disini. Yang teringat sih buga terompet, si kecubung tea!

Makin mendekati ke air terjun, selada air berkurang. Dan suara jatuhan air semakin terdengar jelas... Brug... Brug... Brug... Brug... Brug. Mungkin dari situ namanya. Seberapa jernih airnya? Wah jernih deh, seperti yang di hutan primer di hutan alam. Banyak sekali larva serangga yang hidup di bebatuannya. Kalau dilihat dari hewan airnya, air ini oke banget.


2. Curug Cimahi

Curug Cimahi masih sodaranya Curug Bubrug, letak curug ini dihulunya curug Bubrug. Kalau mau kesini, pergilan ke kota Cimahi, 10 km utara kota Bandung. Jalan setiabudi - jalan sersan bajuri - arah universitas Advent - terminal Parongpong.

Biaya untuk masuk ke kawasan curug ini Rp 3.000/orang. Jalan menuju curugnya bertangga-tangga dan menghabiskan waktu lk.10 menit. Kalau capek menuruni tangga demi tangga, bisa istirahat di warung-warung yang ada. Hati-hati dengan kawanan monyet ya!

Waktu paling baik untuk mengunjungi curug adalah pagi hari. Musim hujan bikin debit air terjun jagus sekali, tapi resikonya selain airnya deras, jalannya juga jadi licin banget. Jangan lupa bawa baju ganti kalau mau main air. Biar gak masuk angin dan tetap sehat begitu sampai rumah ;)


3. Curug Malela
Gantian sekarang curug di bandung selatan. Air terjun ini dijuluki air terjun Niagara. Bentuknya memang mirip. Kata yang sudah pernah kesana, curug Malela indah sekali. Bisa jadi karena akses menuju curug yang terletak di kabupaten Bandung ini termasuk jauh, menantang dan kalau musim hujan jalannya jadi licin sekali.

Desa Cicadas adalah salah satu desa penghubung kita dengan Curug Malela sekaligus tempat memarkirkan kendaraan (di lapangan sekolah dasar), kecuali kalau kendaraannya cocok dengan medan offroad ya terus saja. Dari Bandung menuju ke Desa Cidadas, kita harus menghabiskan 5-6 jam perjalanan.

Desa Cicadas bisa dibilang tempat kita memulai petualangan menuju Curug Malela. Untuk mencapai Curug, kita harus berjalan kaki selama kurang lebih 1,5 jam. Medan pertama yang akan kita temui adalah tanjakan yang terbuat dari jalan berbatu. Jalan berbatu tersebut dipagari oleh pemandangan alam Kabupaten Bandung Barat yang sangat asri dan dibalut oleh udara segar.Setelahnya, masih tanjakan dan turunan tanah-tanah licin. Tidak disarankan kesana waktu musim hujan meski justru pada musim itulah pemandangan air terjun sedang deras dan bagus-bagusnya. Ya paling tidak gunakan alas kaki yang sesuai dengan medan yang dituju. Dan jangan lupa bawa baju ganti, bermain air di sungainya lumayan juga. Sayang kalau ke air terjun tapi gak basah ;)


4. Curug Siliwangi
Masih di Bandung Selatan, Curug Siliwangi ada di salah satu kaki gunung Puntang. Perjalanan dari Bandung arahkan ke selatan, menuju Wana Wisata Gunung Puntang. Durasinya 1,5 jam (dengan motor). Sebelum masuk ke wanasisatanya, kita bayar dulu tiket masuk Rp. 5000.

Sama seperti curug Malela, perlu usaha ekstra untuk mencapai curug yang namanya diambil dari raja pajajaran ini. Mulai dari menyusuri jalan setapak yang terjal, menyebrangi sungai tanpa jembatan permanen, tanah longsor, dan menyusuri sungai. Panjang perjalanan 3,5 KM dalam waktu 3,5 jam.

Hasil kelelahan selama perjalanan dibayar tunai dengan pemandangan air terjun. Begitu juga dingin airnya. Brr...Lagi-lagi, siap basah-basahan. Percuma jauh-jauh bin kecapekan kalau gak kebasahan air curugnya.


Masih banyak lagi curug-curug lain di Bandung yang super indah. Kalau ada yang tau curug-curug apa aja itu, sebutkan!Nanti kami tambahin nih daftar curugnya yang 4 biji aja ini.

5 Tips Menghindari Copet di Angkot Bandung

Copet beraksi dimana-mana, termasuk di Bandung. Tempat favorit para pencopet selain keramaian seperti pasar, adalah transportasi umum seperti angkot. Sebagai korban copet angkot sebanyak 2x, saya ingin berbagi tips menghindari copet. Mari simak berikut ini :
  1. Berdoa sebelum naek angkot, bahkan saat baru keluar rumah sekalipun.
  2. Tidak memperlihatkan barang berharga dompet, hp, tas yang bisa membuat copet mencari sasaran.
  3. Simpan hp dan dompet di tempat yg sulit di ambil copet.
  4. Duduk di depan -samping supir angkot- jika masih kosong, duduk di bagian belakang pak supir atau duduk di ujung belakang supir. Hal ini bisa memudahkan kita untuk turun dari Angkot waktu copet mulai beraksi.
  5. Perhatikan ciri-ciri copet berikut ini :
  • Mereka membawa barang bawaan berupa tas (ransel) yang kosong (alias kempes).
  • Mereka naik angkot satu persatu berjarak 1-3 meter antara satu orang copet dengan kru copet lainnya. Jadi aneh bukan kalau tiap 1 - 3 meter ada orang berturut-turut (4-5 orang) naik angkot. Mencurigakan.
  • Mereka berjumlah lebih dari 3 orang.
  • Mereka pasang muka tegang seperti anak kecil yang sedang berbohong.
  • ketika angkot sudah penuh oleh mereka, maka mereka mulai sibuk sendiri entah kenapa. Kasak kusuk tidak jelas. Sangat mencurigakan.
Nah, kalau ciri-ciri itu sudah kelihatan, sudah jangan ambil resiko untuk terus-terusan ada di dalam angkot tersebut. Segera teriak 'KIRI!' dan turun dari angkot.
Kita tidak sedang curiga, tapi waspada.
Selamat naik angkot.

Pasien Stroke Sebaiknya Hindari Statin


Orang yang mengalami jenis stroke yang menyebabkan pendarahan di otak harus menghindari konsumsi obat penururun kolesterol yang dikenal sebagai statin, demikian menurut para peneliti Amerika Serikat.

Meskipun statin umumnya dipakai untuk mencegah serangan jantung dan stroke, namun dikatakan peneliti obat tersebut dapat peningkatkan risiko serangan stroke kedua pada pasien. Risiko ini lebih berat dibandingkan manfaat yang bisa dipetik dari obat tersebut.

"Analisis kami mengindikasikan bahwa jika terjadi risiko pendarahan pada otak yang berulang, sebaiknya hindarilah terapi statin,” saran Dr. Brandon Westover of Massachusetts General Hospital and Harvard Medical School dan para koleganya dalam tulisannya di Archives of Neurology, seperti dilansir Reuters, Senin (10/1).

Itu terutama berlaku orang yang mengalami stroke pada salah satu dari empat lobus otak - frontal, parietal, temporal, atau oksipital - yang berulang lebih sering daripada stroke seperti yang terjadi jauh di dalam otak.

Westover  mengatakan merekayang memiliki jenis stroke tersebut memiliki risiko 22% mengalami serangan stroke kedua saat mengonsumsi statin, dibandingkan dengan risiko 14% pada orang yang tidak minum statin. Temuan ini didasarkan pada data model matematika dari dua uji klinis.

Para peneliti mengatakan tidak jelas bagaimana statin dapat meningkatkan risiko pendarahan pada pasien. Mungkin dengan penurunan kolesterol meningkatkan risiko pendarahan pada otak, atau bisa juga statin mempengaruhi efek pembekuan darah yang meningkatkan risiko pendarahan otak pada pasien stroke.

Statin membantu menurunkan kolesterol jahat (low-density lipoprotein/LDL) yang bisa menuntun pada penggumpalan darah yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Statin tercatat sebagai obat dengan penjualan terbaik dewasa ini, diperkuat dengan berbagai studi yang menunjukkan kemampuannya mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Dr. Larry Goldstein dari Duke University dan Durham VA Medical Center di North Carolina mengatakan bahwa temuan itu tidak membuktikan bahwa statin meningkatkan risiko seperti disebutkan tadi. Namun dia mengatakan dengan tiadanya data percobaan klinis yang berkualitas tinggi, temuan itu bisa membantu para dokter membuat keputusan lebih baik untuk pasien dengan risiko jantung agar bisa memetik manfaat dari statin.

Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian utama di Amerika Serikat, membunuh satu dari lima orang dewasa.

Remaja Banyak Konsumsi Gula Rentan Sakit Jantung

Remaja yang pola makannya mengandung banyak gula akan menunjukkan tanda-tanda meningkatnya risiko penyakit jantung saat dewasa.

Para peneliti dari Emory University mengatakan 2.157 anak remaja yang ikut ambil bagian dalam National Health and Nutrition Examination Survey, rata-rata jumlah tambahan gula yang dikonsumsi dalam sehari adalah 119 gram (476 kalori), yang merupakan 21,4 persen dari semua kalori yang dikonsumsi remaja setiap hari.

"Kita perlu memperhatikan konsumsi gula," kata ketua tim peneliti, Jean Welsh, seraya menambahkan bahwa minuman ringan dan minuman bersoda selama ini menjadi penyumbang kalori besar pada diet remaja, padahal minuman ini hampir tak memiliki gizi penting.

Kesadaran akan dampak negatif dari asupan gula tambahan dapat membantu, terutama remaja, untuk mengurangi jumlah asupan gula mereka, ujarnya dalam studi yang diterbitkan secara online di jurnal Circulation edisi 10 Januari.

Tim Welsh menemukan fakta bahwa remaja yang paling banyak mengonsumsi tambahan gula memiliki kandungan kolesterol jahat (LDL) 9 persen lebih tinggi, dan trigliserida (jenis lain lemak darah) 10 persen lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi tambahan gula paling sedikit. Remaja yang tertinggi asupan gulanya juga memiliki kadar kolesterol baik (HDL) lebih rendah daripada mereka yang asupan gula tambahannya paling sedikit.

Selain itu, remaja yang konsumsi gula tambahannya tertinggi menunjukkan tanda-tanda resistensi insulin, yang dapat mengarah pada diabetes dan berisiko penyakit jantung.

Posisi Duduk yang Benar di Depan Komputer

Berada di belakang layar komputer selama berjam-jam pasti melelahkan, tapi jika Anda memilih posisi duduk tepat, mungkin rasa lelah dan penat itu tidak akan terjadi.

Berikut ini adalah beberapa saran dari American Academy of Orthopaedic Surgeons bagi Anda yang ingin berlama-lama di depan komputer:

* Pilih kursi yang mudah disesuaikan posisinya, stabil, memiliki sandaran, dan dilengkapi dengan roda yang menyentuh lantai minimal lima titik.
* Pastikan lutut Anda sejajar dengan pinggul Anda meski kaki Anda menyentuh lantai.
* Gunakan sandaran tangan yang dapat disesuaikan untuk mendukung lengan dan meletakkan siku Anda dekat dengan pinggang.
* Pastikan kursi memiliki busa empuk dan memberi ruang setidaknya satu inci di atas paha dan pinggul Anda.
* Kursi harus sedikit mengarah ke lantai. Juga harus ada ruang di antara bagian belakang lutut Anda dengan kursi.

Tak Selamanya Suplemen Vitamin C Manjur Tangkal Flu

Cuaca yang tak menentu membuat seseorang rawan terserang sakit, satu di antaranya flu. Penyakit itu kerap kali menjadi langganan saat cuaca buruk. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menangkal flu seperti mengonsumsi suplemen vitamin C.

Tak bisa disangkal suplemen itu sukses mencegah flu. Tapi tak selamanya manjur, lho. 5. Sejumlah penelitian membuktikan suplemen itu tak lebih baik dari vitamin C alami. Sumber vitamin C seperti jeruk dan lemon justru berptensi tinggi untuk memperkuat imun tubuh ketimbang pil-pil tersebut.

Selain itu, ada pula beberapa usaha yang dipercaya bisa mengangkis flu. Padahal kenyataannya tak manjur sama sekali. Lima di antaranya yakni:

1. Vaksin
Vaksin mungkin membantu meminimkan virus influenza, tapi tak bisa 100 persen. Mengapa? Karena virus pandai bermutasi sehingga susah dikenali oleh imun tubuh.

2. Sabun antibakterial
Baik sakit maupun sehat, cuci tangan merupakan hal yang wajib dilakukan bila ingin tubuh tetap dalam kondisi sehat. Mengganti sabun biasa dengan antibakteri ternyata tak membawa perbedaan sedikitpun. Begitu pula jika Anda menghabiskan waktu lebih lama menggosok tangan.

Flu itu bukan bakteri melainkan virus, Jadi, Anda tak perlu repot-repot mengganti sabun.

3. Menghindari cuaca dingin
Mendekam dalam rumah tiap kali cuaca memburuk tak menjamin seseorang pasti luput dari flu. Virus sebenarnya kurang bersahabat dengan cuaca dingin. Mereka cenderung mencari tempat yang hangat untuk berkembang. Hal itu membuat rumah, kantor, dan area lain yang kering serta hangat menjadi tempat paling tepat untuk itu.

4. Olahraga dan diet
Banyak orang terkecoh saat berpikir bahwa olahraga dan diet tepat menahan serangan flu. Mengonsumsi makanan tepat dan berolahraga hanya memecahkan sebagian masalah. Sisanya adalah tanggung jawab dari pola hidup yang dijalani.

5. Lebih aman bersalaman?
Banyak orang menganggap mencium seseorang yang sedang kena flu bisa menularkan virusnya. Sehingga, bersalaman saja lebih aman. Padahal seperti yang kita ketahui bersama, seseorang cenderung menutup mulut dan hidung dengan tangan ketika bersin atau batuk. Jadi, siapa bilang bersalaman lebih aman?

Asap Rokok Bikin Anak Berisiko Hipertensi

Satu lagi peringatan bagi orang tua yang merokok. Asap rokok ternyata dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi bagi anak-anak. Peringatan itu disampaikan peneliti asal Swiss, Dr Giacomo D Simonetti, baru-baru ini.

"Pencegahan terjadinya penyakit dewasa seperti stroke atau serangan jantung harus dimulai secara konsisten sejak masa kanak-kanak," kata penulis utama studi yang juga asisten profesor pediatri di Children's Hospital di University of Bern.

Ia memaparkan asap rokok dapat menimbulkan risiko kardiovaskular substansial dan jangka panjang bagi kesehatan anak-anak. Simonetti mengatakan anak-anak baiknya dihindarkan dari asap rokok agar risiko itu dapat dicegah di kemudian hari. Menurutnya, merokok pasif adalah faktor risiko yang dapat dihindari.

Simonetti, yang menggarap studi saat bertugas di University of Heidelberg di Jerman, bersama koleganya melaporkan temuan mereka dalam jurnal Circulation edisi online 10 Januari.

Mereka mencatat tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung. Para peneliti mengukur dampak asap rokok pada anak-anak dengan menganalisa data 4.236 anak laki-laki dan perempuan yang sehat. Bocah-bovah itu berusia sekitar 5 hingga 6 tahun yang tinggal di Jerman. Hampir 29 persen ayah dari anak-anak itu dan hampir 21 persen ibu mereka adalah perokok. Dari sekitar 12 persen anak-anak memiliki kedua orangtua yang merokok.

Peneliti pun mempertimbangkan faktor-faktor risiko penyakit jantung lainnya seperti berat badan rendah saat lahir, lahir prematur, indeks massa tubuh tinggi, dan orangtua dengan tekanan darah tinggi. Orangtua yang merokok tampaknya menjadi faktor risiko independen untuk tekanan darah tinggi di kalangan anak-anak.

Anak-anak yang terpapar asap rokok dari orangtua memiliki kemungkinan 21 persen lebih tinggi dalam ukuran tekanan darah. Ibu yang merokok lebih memberikan dampak buruk pada anak ketimbang ayah perokok. Peneliti mengatakan kemungkinan itu karena ibu lebih banyak meluangkan waktu bagi anak daripada ayah mereka.

Jadi, apakah masih ada hambatan lain agar Anda mempertimbangkan kebiasaan merokok?

Monday, January 10, 2011

Labuan Bajo Jembatan Menuju Taman Nasional Komodo

Sebelum mengunjungi Taman Nasional Komodo (TNK), Anda terlebih dahulu harus singgah di Labuan Bajo, sebuah pelabuhan kecil yang indah di ujung barat Pulau Flores. Ini merupakan pintu masuk ke TNK dan keajaiban Pulau Flores lainnya.

Bila datang saat matahari terbenam, Labuan Bajo akan menawarkan pemandangan spektakuler ketika pulau-pulau kecil yang terlihat dari pelabuhan secara dramatis akan menciptakan efek yang memesona.

Hampir semua tempat menarik di Labuan Bajo terletak di pulau-pulau yang bisa terlihat dari pelabuhan. Kebanyakan masih kosong sehingga Anda bisa merebahkan tubuh di tepi pantainya sambil menikmati cahaya matahari, atau coba juga kegiatan snorkeling.

Pulau Bidadari misalnya memiliki pantai yang indah untuk berjemur dan menyelam. Pulau Kanawa dan Pulau Kukusan Kecil juga menarik untuk kegiatan menyelam. Sementara Pulau Serayu memiliki pasir putih dan karang yang indah.

Untuk wisata kuliner, Anda bisa berkunjung ke restoran Gardena di Hotel Gardena yang menjadi favorit para pengunjung. Restoran ini terkenal dengan ikan asam manisnya (kerapu atau ikan tuna) dan pemandangannya yang menakjubkan saat matahari terbenam. Restoran lainnya adalah Paradise Bar dan Lounge (dekat Golo Hilltop), Arto Moro, dan Matahari.

Bila ingin mencari buah tangan, Anda bisa berkunjung ke Jalan Yos Sudarso di Labuan Bajo. Di sana, Anda dapat menemukan kain ikat lokal, kain songket tenun, dan patung kayu komodo. Pedagang juga menjual kalung budidaya mutiara yang gagal, yang dirangkai menjadi suvenir indah.

Dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo dan Flores, Anda dengan mudah bisa menemukan agen perjalanan, operator selam, perahu motor, atau liveaboards untuk membawa Anda ke TNK.

Di Labuan Bajo Anda juga bisa menyewa mobil untuk berkunjung ke pedalaman Flores, Gunung Kelimutu dan Maumere. Tingkat harga tergantung pada negosiasi, biasanya harga yang ditawarkan berkisar Rp500 ribu per hari.

Selain mobil sewaan, untuk mobilitas dalam kota, Anda bisa menggunakan jasa bemo dan taksi motor, tetapi hanya beroperasi sampai 21.00 Wita. Jika ingin mengunjungi pulau-pulau terdekat, kapal motor dan kapal cepat tersedia di pelabuhan.

Akses menuju Labuan Bajo dapat ditempuh melalui perjalanan udara. Sebelum berangkat pastikan Anda membawa lotion anti nyamuk dan obat anti malaria, karena Labuan Bajo merupakan daerah endemis malaria. Bawa juga krim sunblock, topi, dan kacamata hitam, karena udara di sini sangat panas selama musim kemarau. (indonesia.travel/*/OL-06)

JALUR GUNUNG GEDE DAN GUNUNG PANGRANGO JAWA BARAT

Gede - Pangrango

Gunung Gede dan Gunung Pangrango terletak di Jawa Barat. Puncak-puncaknya terlihat dari Cibodas. G. Pangrango berbentuk segitiga runcing sedangkan G. Gede berbentuk kubah. Ada 3 jalur utama pendakian menuju G. Gede dan G. Pangrango; jalur Cibodas, jalur putri dan Jalur Salabintana.

Jalur Cibodas

Dari arah Jawa/Bandung naik Bis jurusan Jakarta atau Bogor yg lewat puncak
Turun di pertigaan Cibodas, lalu naik angkot ke Cibodas.

Pos Penjagaan – Telaga Biru = 20 menit
Telaga Biru – Pos Panyancangan = 30 menit
Pos Panyancangan – Air Panas / Pemandangan = 2 jam
Air Panas – Kandang Batu = 20 menit
Kandang Batu – Kandang Badak = 1 – 1,5 jam

Dari kandang badak ada 2 puncak yg bisa dituju
a. Kandang Badak – Puncak Gede = 1,5 – 2 jam
b. Kandang Badak – Puncak Pangrango = 2 – 3 jam

Puncak Gede – Alun-alun Suryakencana = 30 menit
Alun-alun – Pos Penjagaan Putri = 3 – 4 jam (Turun lewat Jalur Putri)

NB = Air sepanjang Jalur Cibodas sangat berlimpah. Terakhir dpt ditemui di Kandang Badak.

Jalur Putri

Dari arah Jawa/Bandung naik Bis jurusan Jakarta atau Bogor yg lewat puncak
Turun di Pasar Cipanas, lalu naik angkot ke Putri.

Pos Penjagaan – Buntut Lutung = 1 jam
Buntut Lutung – Alun-alun Suryakencana = 3 – 4 jam.
Alun-Alun Suryakencana – Puncak Gede = 1 – 1,5 jam

NB = Air tidak sebanyak jalur Cibodas, hanya bisa ditemui dibawah, dan di Alun-alun Suryakencana.

Catatan :

* Pendakian ke Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango saat ini harus dengan sistem booking, dimana para pendaki harus mencatatkan dirinya minimal 3 hari sebelum pendakian di Kantor TNGP Cibodas (utk semua jalur). Dengan persyaratan membayar karcis masuk disertai fotocopy ktp asli yang masih berlaku. Pendakian dilakukan minimal 3 orang dalam satu group.