Sunday, January 22, 2012

Perjalanan kami di Bawakaraeng


Gunung Bawakaraeng adalah gunung yang terletak di kampung Lembanna. Masuk dalam kawasan wisata puncak Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dapat ditempuh sekira tiga jam perjalanan dari Makassar dengan berkendaraan darat ke arah selatan.

Bawakaraeng, secara bahasa, berarti mulut tuhan. Diambil dari bahasa Makassar: bawa artinya mulut; karaeng artinya tuhan. Siapa yang memberikan nama dan apa latar belakangnya, Saya tidak mendapatkan data tentang itu. Yang jelas, gunung Bawakaraeng bukanlah mulut tuhan dalam arti yang sebenarnya.

Pos 3 bawakaraeng


Pemandangan Pos 5 yang sering terjadi badai



Pemandangan dari Pos 7, puncak bukit I Bawakaraeng
Bawakaraeng terdiri dari bukit-bukit yang berjejer megah. Bukit tertinggi memiliki tinggi sekira 2.700 meter di atas permukaan laut. Untuk mendakinya sampai ke puncak, kita harus menyusuri dua bukit dan 10 pos jalur pendakian. Pepohonan lebat beragam jenis, kabut tipis, sungai kecil, dan pelbagai keindahan alam lainnya akan menghiasi setiap jalur pendakian dari pos ke pos hingga ke puncak.
Pemandangan dari pos 10, puncak tertinggi Bawakaraeng


Trianggulasi (tanda ketinggian) di puncak Bawakaraeng
Mereka yang Mati
Pada 1980-an, seorang pendaki wanita bernama Noni bunuh diri di pos 3 Bawakaraeng. Dia menggantung dirinya di sebuah pohon. Dugaan penyebabnya karena patah hati.
Pohon itu masih berdiri hingga kini. Bentuknya anker, seanker kejadian di baliknya. Batangnya besar bercabang, daunnya habis tak tersisa. Bagi yang sudah mendaki Bawakaraeng, pasti kenal betul dengan pohon itu karena pohon itulah yang menjadi penanda pos 3.
Karena alasan mistis, para pendaki enggan mengabadikan pohon itu dalam bentuk foto maupun video. Bahkan mereka juga enggan singgah di pohon itu. Beberapa kesaksian menjelaskan bahwa kejadian aneh terjadi waktu mereka singgah di pohon itu: tiba-tiba hujan, angin kencang, dan lainnya, entahlah! tapi saya sempet mengabadikan lokasi pos 3

Beberapa pendaki juga mati di Bawakaraeng. Badai, suhu dingin, kelaparan, adalah sebagian dari penyebabnya. Pusara yang terpasang menjadi penanda sejarah mereka. Paling terakhir, matinya dua mahasiswa Geologi Universitas hasanuddin, Awy dan Iccank, di Pos 5 karena badai.

Pos 8 bawakaraeng



Longsor yang Menimbun
Pada 2004 silam, longsor terjadi di salah satu bukit Bawakaraeng. Bukit itu terlihat jika kita berjalan menurun dari pos 7 menuju pos 8, seperti gunungan ice cream yang sudah digigit. Akibat longsor, pos 8 lama yang berbentuk padang luas dengan ilalangnya harus berganti dengan pos 8 baru yang gersang, dekat telaga Bidadari yang kering kerontang, hanya menyisakan air yang cokelat dan kotor.
Longsor itu juga menimbun kampung-kampung kecil di lereng Bawakaraeng, tanpa sisa. Lumpur bawahannya malah sempat membuat khawatir sebagian orang karena dianggap tekanannya akan merobohkan bendungan bili-bili, tapi syukurlah, hal tersebut tidak menjadi kenyataan.


Ritual Di Bawakaraeng
Setiap hari raya Idul Adha, banyak warga dari berbagai daerah menuju ke puncak Bawakaraeng untuk melakukan salat Idul Adha dan ritual. Mereka datang sehari sebelum hari raya dan bermalam di puncak dengan bekal dan pakaian seadanya.
Esok subuh, mereka pun memulai salat Idul Adha dan ritual. Mereka memberikan sesajian-sesajian untuk mencari berkah dan keselamatan: gula merah untuk mencari manisnya dunia, kelapa untuk mencari nikmatnya dunia, lilin untuk mencari terangnya dunia, dan sebagainya.
Banyak pendapat yang mengatakan bahwa warga ke puncak Bawakaraeng untuk melaksanakan ibadah haji, tapi pendapat tersebut dibantah oleh Tata Rasyid, penjaga dan penolong Bawakaraeng. Tata Rasyid menegaskan, “Yang benar itu warga naik ke puncak untuk lebaran haji, bukan naik haji. Naik haji itu di Mekkah.”



Makanan pengganti obat tidur


Tidur nyenyak buat beberapa orang merupakan kemewahan. Faktanya, tidur merupakan waktu untuk sel dari tubuh termasuk sel otak untuk bisa pulih.
Kekurangan tidur dapat membuat badan anda lemas, pusing, dan tidak fokus di pagi harinya, sebagaimana dikutip dari Healthmeup.
Untuk membuat anda dapat tidur lebih nyenyak, tanpa meminum obat tidur, lebih baik anda memakan makanan berikut ini sebelum beranjak tidur sebagai penggantinya.

Kacang Almond

Kacang segar, terutama almond, dianggap sebagai "makanan berkhasiat" untuk  membantu anda tidur lebih nyenyak. Kandungan magnesium dalam kacang mencegah anda memiliki masalah tidur dan memicu relaksasi otot.
Kandungan protein didalamnya juga membantu menstabilkan tingkat gula darah selama tidur. Disarankan untuk memakan almond setidaknya 2 - 3 jam sebelum tidur.

Sereal

Penelitian baru-baru ini menunjukan bahwa sereal rendah gula dapat juga membantu anda tidur lebih nyenyak.Salah satunya sereal dengan topping yoghurt.
Kombinasi keduanya dapat membantu mengaktifkan serotonin di otak yang bertanggungjawab untuk menstabilkan mood dan menciptakan kualitas tidur yang lebih baik. Ketika tingkat dari serotonin di tubuh sangat tinggi, maka anda akan merasa ngantuk.

Telur Rebus

Jika anda bangun dan merasa lapar, anda mungkin memakan makanan tertentu. Pilihan terbaiknya adalah telur rebus.
Tingginya kandungan protein dalam telur membantu memperbaiki kualitas tidur dan menjaga kesehatan tubuh, sehingga hal itu memberikan anda perlindungan yang lengkap. Meski begitu, jika anda memiliki masalah kolesterol tinggi, disarankan untuk mengkonsumsi putih telurnya saja.

Madu.

Tambahkan madu ke dalam teh sembari menikmati roti kesukaan anda. Madu dapat memperbaiki kualitas tidur. Kealamian untuk menstimulasi tidur dalam madu bisa menjadi solusi.

Popcorn tanpa gula dan mentega

Popcorn mengandung cukup karbohidrat untuk membantu memastikan asupan yang memadai dari trytophan (asam amino) untuk otak.
Asam amino ini digunakan untuk menghasilkan serotonin, yang menstimulasi anda untuk tidur. Sehingga, tak ada masalah bila memakan popcorn sebelum tidur, selama tak ada tambahan mentega atau gula.

Siapa Bilang Sandal Jepit Aman untuk Kaki?


 Sandal jepit termasuk item fashion yang paling akrab dengan kita. Tak hanya dikenakan di rumah atau untuk ke warung, sandal jepit juga kerap menemani langkah kita saat menuju ke kantor. Sampai di kantor, sandal jepit menempati tempat terhormat di kolong meja, untuk digantikan dengan sepatu kantor.
Namun tahukah Anda, memakai sandal jepit atau sepatu datar ternyata tidak selalu lebih baik daripada sepatu berhak tinggi. American Podiatric Medical Association (APMA) mengatakan, sandal jepit pun bisa mengganggu kondisi kaki dan postur tubuh kita. Bahkan, sandal jepit adalah penyebab utama cidera kaki, dan bisa menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh jika dikenakan sepanjang waktu.
Menurut para dokter, sandal jepit bisa meningkatkan risiko nyeri tulang kering dan peradangan pada urat. Karena bentuk sandal jepit umumnya datar, lengkung telapak kaki kita pun akan menurun. Hal ini bisa mengakibatkan lebih banyak tekanan pada lutut, pinggul, dan punggung bawah. 
Meskipun paparan ini merupakan hasil studi para ahli, Anda tidak perlu langsung berhenti memakai sandal jepit. Ikuti saja tips untuk memilih sandal jepit yang lebih aman, dan bagaimana mengenakannya untuk menghindari cidera pada kaki.

1.  Hindari sol yang tipis
Banyak cidera kronis pada kaki yang disebabkan oleh kurangnya dukungan pada sol, seperti tendonitis atau telapak kaki yang datar. Sol yang terlalu lunak sehingga mudah dilipat jadi dua juga tidak baik, karena menurut APMA menandakan bahwa sandal itu tidak memberikan peredam goncangan atau pelindung telapak kaki. Kalau Anda memang hobi memakai sandal jepit, pilih yang solnya kuat, lebih tebal di sekitar lengkung telapak kaki sehingga mengikuti kontur kaki. John Whyte, MD, Chief Medical Expert dan VP of Health and Medical Education di Discovery Channel, juga memeringatkan bahwa sepatu yang bersol datar menyebabkan otot-otot betis memanjang, menambah stres pada urat keting, dan nyeri pada tulang kering.

2. Pilih yang tidak longgar
Seringkali kita memakai sandal jepit yang agak longgar, sehingga otot-otot kaki harus bekerja keras agar sandal tidak lepas saat kita berjalan. Menurut Whyte, banyak pemakai sandal jepit yang menggunakan jari-jari kakinya untuk mencengkeram sandal, sehingga memperpendek langkahnya dan menyebabkan otot menegang dengan cara yang tidak natural. Kalau Anda butuh sepatu atau sandal yang ramah udara panas, pilih saja sandal yang memiliki lekukan pada tumit atau yang memiliki tali pada pergelangan kaki, sehingga membantu mencegah sandal lepas.

3. Jangan menggunakan sandal jepit untuk aktivitas yang berat
Menurut beberapa ahli penyakit kaki, sandal jepit paling menyebabkan kerusakan karena kita terlalu sering memakainya, atau mengandalkannya untuk aktivitas yang berat. Sandal jepit lebih cocok dikenakan untuk ke pantai atau kolam renang saja, bukan untuk berjalan kaki dalam waktu yang lama. Sandal jepit bisa menyebabkan kaki rata bila dikenakan sepanjang waktu. Ketika telapak kaki menjadi rata, pergelangan kaki menekuk ke dalam, sehingga menambahkan tekanan pada lutut dan punggung bagian bawah.
4. Hati-hati dengan bahan bakunya
Banyak sandal jepit yang dibuat dari plastik atau karet yang bila terjadi gesekan bisa menyebabkan kaki melepuh. Selain itu, karena kaki Anda cenderung terkena udara dan tanah, bagian yang melepuh ini bisa menyebabkan infeksi. Pilih sandal dengan tali dari kulit atau kain yang lebih lembut untuk kaki Anda.

source: kompas.com

Perjalanan Tanah tertinggi Celebes




Gunung lantimojong (3478 mpdl), sulawesi secara administratif terletak di kabupaten enerekang. Propinsi Sulawesi selatan. Secara geografis gunung ini terketak di antara 120®01’30” BT-03®23’01” LS. Gunung latimojong termasuk jenis nonvolcano. Gunung ini lebih tepatnya bila disebut pegunungan karena terdiri dari banyak gunung. Gunung tertinggi di sulawesi selatan ini mempunyai banyak puncak, namun yang terkenal hanya 3, yaitu puncak buntu rante mario(3478 mpdl), puncak buntu nememori(3397 mpdl) puncak buntu rante kambola (3083 mpdl). Pegunungan ini membujur dari barat ke timur dengan urutan buntu panteloa (2500 mpdl), buntu pokapinjang(2970 mpdl) Buntu rante mario(3478 mpdl) dan dari utara ke selatan dengan urutan bunut sinaji(2430 mpdl) buntu sikolong(2754 mpdl) buntu rante kambola(3083 mpdl) buntu rante mario (3478 mpdl), buntu nenemori (3397 mpdl) buntu bajaja(2700 mpdl) buntu lantimojong(2800 mpdl). Menurut cerita, pegunungan latimojong merupakan tempat asal-usul nenek moyang orang enrekang, toraja, luwu dan bone. Saat ini yang mendominasi daerah baraka hingga dusun karangan adalah suku duri. Mereka berbicara dalam bahasa duri. Sumber mata pencaharian penduduk di daerah kaki pegunungan latimojong adalah bertani kopi. Waktu yang paling baik untuk mendaki adalah antara bulan juli sampai agustus. Binatang endemik sulawesi yaitu anoa, masih banyak berkeliaran di pegunungan ini. Begitulah sedikit cerita tentang gunung lantimojong.
Pegunungan Latimojong merupakan salah satu pegunungan yang berada di Pulau Sulawesi, tepatnya berada di provinsi Sulawesi selatan, Pegunungan Latimojong mempunyai banyak Puncak-puncak yang diantaranya memiliki ketinggian diatas 3000 Mdpl, dan salah satunya adalah Puncak Rante Mario (3450 Mdpl) yang merupakan Puncak Tertinggi yang ada di Pulau Sulawesi.

Jalur Menuju Pegunungan Latimojong, (R. Mario)


            Secara Administratif, Pegunungan Latimojong berada di Kabupaten Enrekang, Palopo dan Tana Toraja, namun bila menuju ke Puncak Rante Mario, jalur yang lazim digunakan adalah melalui Kabupaten Enrekang, dari kota Kecamatan Baraka.
         Dari Makassar, anda dapat menggunakan jasa angkutan berupa mobil Kijang/Panther atau sejenisnya yang menuju ke Baraka, Kabupaten Enrekang, harga terakhir yang berlaku (Juli 2010) adalah sebesar Rp 60.000,- dari Makassar – Baraka, dengan Waktu Tempuh ± 6 Jam, kemudian anda akan turun di pasar Baraka, dari pasar tersebut perjalanan akan dilanjutkan dengan menggunakan mobil Hard top atau Jeep, dengan harga 30.000 per kepala.
            Namun yang perlu diperhatikan adalah mobil hard top atau jeep tersebut biasanya hanya ada ketika berlangsung Hari Pasar, yaitu hari dimana para penduduk yang hidup di kaki pegunungan latimojong turun ke pasar di Baraka untuk menjual segala hasil buminya, seperti kopi, bawang, kentang, salak, dll. Untuk itu amat disarankan untuk mengatur waktu operasional tiba anda tepat ketika hari pasar sedang berlangsung. Agar anda tidak perlu menunggu lama di Baraka untuk menanti Hard top/Jeep.


       Dari pasar Baraka kita akan menaiki Hard Top/Jeep menuju Desa Latimojong, desa tersebut terdiri dari 3 dusun, yaitu Rante Lemo, Angin-Angin dan Karangan, dengan data terakhir Hard top tersebut hanya dapat mengantar sampai ke Dusun Rante Lemo. Jalur yang akan kita lewati amat becek dan memang hanya bisa dilalui dengan Hard top / Jeep yang memiliki Double Gardan / 4 Wheel Drive, dengan Waktu Tempuh ± 2 ½ Jam.
Di baraka ini juga, kita lapor diri dan bersilaturrahim dengan Kelompok Pecinta Alam setempat yang Bernama KPA Lembayung, KPA Lembayung juga sering mengantar pendaki – pendaki yang meminta untuk ditemani dalam mendaki gunung Latimojong, sekretariat KPA Lembayung berada di belakang Sekolah dasar di sebelah Lapangan Bola Baraka, dekat juga dengan rumah bapak Dadang yang dikenal banyak mengetahui tentang Gunung Latimojong. Biasanya Anggota KPA Lembayung juga berkenan membantu dalam mencari mobil yang menuju ke desa Rante Lemo.
Perjalanan menuju dusun Rante lemo dilalui dengan susah payah untuk tetap berpegangan dan bertengger di mobil Hard Top, karena jalan yang dilalui tidak semulus jalan tol Jagorawi, tapi amat seru bila kita menikmatinya, mirip seperti sedang berarung jeram, namun pastinya yang harus diperhatikan bahwa kalau kita terjatuh, hanya ada dua pilihan jatuh ke jurang yang ada di sebelah kanan, atau terbentur batu – batu yang ada di sebelah kiri.

Tiba di Dusun Rante Lemo kita masih harus melanjutkan ke dusun karangan, sebuah dusun terakhir sebelum Pendakian ke Pegunungan Latimojong, jalur yang akan dilewati cukup menanjak dengan medan pasir batu dan kadang jalan pengerasan, sepanjang jalan menuju karangan kita akan melewati dusun kecil bernama karuaja dan bulukumba, waktu tempuh yang diperlukan adalah ± 2 Jam, sepanjang jalan tersebut kita akan melihat dusun-dusun yang seperti bertengger diatas perbukitan. Setelah berjalan ± 2 jam maka kita akan memasuki Dusun Karangan.
Dusun Karangan, yang kini menjadi “ibu kota” dari Desa Latimojong di dominasi rumah panggung tinggi yang memiliki fungsi selain sebagai sebuah rumah tinggal, namun juga menjadi tempat para penduduk menyimpan  hasil pertaniannya, yang umumnya adalah Kopi, di dusun ini para penduduknya juga amat ramah dan selalu menawarkan untuk menginap di rumahnya, kadang terdengar suara radio dan tivi dari dalam rumah, ya….. karena walaupun dusun ini terletak amat jauh, namun telah dijamah oleh Listrik.

Jalur Pendakian Menuju Puncak Rante Mario


            Dari dusun karangan, kita akan berjalan menyusuri kebun-kebun kopi milik para penduduk, medannya berbukit-bukit dengan tanah becek sebagai pijakan kita, di sebelah kiri kita sungai (salu) Karangan mengalir deras, dan kira – kira  20  menit  kemudian kita akan mendaki sebuah bukit dengan medan cukup Terjal dan akan sampai di pos 1 yang terletak diatas bukit tersebut.
            Perjalanan akan terlihat indah bila cuaca sedang cerah, karena kita dapat melihat perkebunan kopi dan cengkeh milik warga desa karangan dan sekitarnya, isilah air di sungai kecil yang melintang di jalur menanjak menujunke pos 1, karena dari situ kita akan baru bertemu air lagi di pos 2.
            Jalur untuk mencapai pos 2 dilalui dengan mendaki punggungan sebuah bukit yang tipis dengan igir-igir yang memanjang, kemudian kita akan mulai memasuki canopy hutan yang lumayan sudah rapat, perjalanan tidak begitu terjal, malahan setengah perjalanan akan bertemu jalur menurun, karena pos 2 terletak di pinggir sungai. Pos 2 merupakan sebuah pos yang berada di pinggir sungai dan terdapat cerukan lumayan besar dari batu besar yang terdapat di pinggir sungai tersebut, dan cerukan tersebut sering dijadikancampuntukpara pendaki..
Untuk menujun Pos 3, kita harus benar – benar  menyetel Carrier kita senyaman mungkin, karena jalur menuju pos 3 benar-benar terjal dan hampir tegak, untuk mendakinya tak jarang kita memerlukan bantuan tangan, walaupun jaraknya hanya sekitar 0,6 Km, namun memerlukan waktu ± 40 menit dari pos 2. Medan yang dilalui di awal merupakan bebatuan lepas yang bisa menjadi berbahaya bila kita berjalan tidak hati hati, beberapa waktu kita harus menggunakan tangan untuk membantu pergerakan untuk tetap naik, mungkin sudah termasuk dalam klasifikasi Scrambling.
            Pos 3 merupakan pos yang tidak begitu besar, hanya seperti tempat istirahat ketika lelah mendaki, lagipula di pos ini tidak terdapat sumber air, setelah di pos 3 beristirahat sejenak, perjalanan akan tetap mendaki menuju pos 4, namun jalur menuju pos 4 tidak seterjal sebelumnya, namun jarak yang akan ditempuh lebih panjang, pos IV berada di punggungan dan tempat ini lumayan luas, namun Pos 4 tidak mempunyai tempat air.
            Perjalanan dari pos 4 akan berlanjut melalui hutan-hutan berlumut, perhatikan kaki anda, banyak terdapat akar-akar tanaman yang menonjol keluar dan kalau tidak hati-hati anda bisa tersandung, perjalanan menuju pos 5 lumayan menanjak namun tidak terlalu terjal, hanya saja agak panjang dan lebat hutannya, setelah kira-kira satu jam, kita akan tiba di Pos 5.
            Pos 5 merupakan tanah datar yang lumayan luas, namun bila sehabis hujan, air biasanya menggenangi daerah tengah-tengah pos 5, terdapat bekas pohon tumbang disini, di pos 5 ini dapat memuat 10 – 12 buah tenda dome, di pos 5 terdapat sumber air, namun anda harus berjalan ± 200 meter untuk menuju sumber air tersebut, dan untuk menuju sumber air tersebut anda harus berjalan ke arah pos 6 dan kemudian akan menemukan sebuah pertigaan, ke kanan adalah menuju pos 6 dan ke kiri (turun) menuju ke sumber air, dari pos 5 ini juga anda dapat melihat sebuah air terjun di kejauhan diatas bukit yang terdapat di depan anda, tentunya bila cuaca cerah.
             Dari pos 5 diperlukan waktu kira-kira 50 menit untuk tiba di pos 6, jalurnya akan benar-benar menanjak dan udara dingin sudah benar-benar menusuk, bila tiba di pos 6 maka kita sudah mulai bisa melihat pegunungan latimojong di sekitar kita, dan untuk menuju pos 7, perjalanan akan benar-benar mengasyikan. Karena perjalanan kita akan melewati jalur sempit yang berada di atas awan-awan yang bergulung, cahaya matahari akan terlihat sangat indah apabila anda melewati jalur ini pada sore hari di hari yang cerah, anda harus benar-benar memperhatikan langkah, karena di sebelah kanan kiri anda terdapat jurang yang curam.
            Setelah berjalan kira-kira 90 menit dari pos 6, maka anda akan tiba di pos 7, sebuah pos yang paling indah di jalur ini, dari sini seakan-akan anda sudah berada di puncak, ketinggiannya adalah 3100 Mdpl, disini terdapat sebuah sungai di lembah sebelah kiri, dan untuk mencapai puncak rante Mario hanya diperlukan waktu kurang dari 30 menit lagi. Pos 7 ini juga merupakan tempat melihat pemandangan jajaran pegunungan latimojong, hutan – hutan lebat dan cakrawala di kejauhan semua terlihat disini, apalagi pada sore hari, awan – awan seputih kapas begelung dan disinari mentari sore yang berwarna jingga. Sungguh pemandangan yang super indah.
            Bila anda sudah tiba sore hari di pos 7, anda dapat melanjutkan untuk menuju pos 8 atau langsung menuju puncak, namun para pendaki lebih banyak menginap dan membuat camp di pos 7, selain karena di pos 7 sumber air lebih terjamin, juga karena letak pos 7 lebih tertutupi daripada pos 8 yang berupa dataran luas yang rawan angin. Dan untuk summit attack, para pendaki lebih sering melakukannya di pagi hari.
            Perjalanan menuju Puncak Rante Mario tetap akan bertemu tanjakan demi tanjakan, namun setelah 5 menit kemudian, kita akan tiba di padang yang mengingatkan pada lembah mandalawangi di gunung pangrango, hanya saja tidak banyak ditumbuhi bunga edelweisse. Terbentang memanjang, jalur menuju puncak, dengan didominasi batu-batuan putih di kaki kita, tumbuhannya tidak lagi tinggi – tinggi, namun hanya setinggi leher orang dewasa, dan biasanya jalur menuju puncak ini lebih sering ditutupi oleh kabut dan di serbu angin yang menderu – deru.
            Lima belas menit kemudian kita bisa melihat langsung tugu triangulasi berwarna putih, dan kita telah berada di puncak tertinggi tanah Celebes.