Wednesday, October 6, 2010

Ternyata bulu babi bisa untuk menyembuhkan penyakit kanker

Pastinya orang yang pernah bermain ke pantai atau pulau-pulau kecil sudah mengenal makhluk satu ini, Bulu Babi. Sosoknya yang berduri (yang sama sekali tidak mirip dengan babi), menjadi biota yang paling dihindari oleh para penikmat laut saat sedang snorkeling ataupun sekedar berenang di area ekosistem pesisir dan lautan.
Meski sebenarnya tidak mematikan, tapi cukup membuat demam semalaman, jika tertusuk durinya. Malah secara ekologis, dianggap keberadaan biota ini dianggap hama (indikator ekologis buruk), jika populasicsudah banyak maka akan mengganggu ruang terumbu karang dan berbagai biota lainnya. Namun, dibalik sosoknya yang hitam pekat dan berduri panjang, ternyata terkandung zat-zat yang berguna dalam dunia medis.
Sebelumnya kita bahas dulu siapa sebenarnya Bulu Babi ini. Bulu babi (Sea urchins) merupakan biota ekinodermata yang berasal dari lebih 540 juta tahun yang lalu. Bulu babi ini mempunyai gonad, yang sudah menjadi makanan populer di Korea dan Jepang, dan juga menjadi makanan tradisional di Chili. Namun dibalik atraksi kulinernya, bulu babi dikenal mempunyai sistem immune yang kuat dan umur yang panjang, beberapa dapat hidup sampai 100 tahun.
Proyek penelitian sekarang ini sudah banyak yang mengarah pada bagaimana sistem imun dari bulu babi ini bekerja. Sebagai perbandingan, manusia terlahir dengan imunitas alami dan juga dilengkapi dengan imunitas tambahan sepanjang waktu, yang diproduksi oleh antibodi tubuh dalam merespon berbagai macam infeksi. Sedangkan
bulu babi hanya mempunyai imunitas alami, dengan 10 sampai 20 kali gen lebih banyak dari manusia. Harapannya adalah dengan mengkaji bulu babi akan menyediakan sebuah set baru antibodi dan antiviral untuk melawan berbagai macam penyakit. Para peneliti banyak menggunakan bulu babi untuk mengkaji penyakit seperti kanker, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson.
Meskipun biota ini adalah invertebrata, namun pada level genetik biota ini mempunyai kesamaan lebih dari 7000 gen dengan manusia. Hal yang sangat menakjubkan adalah meskipun tidak mempunyai mata, telinga dan hidung, tetapi biota ini indra untuk melihat, mendengar dan mencium, dari gen manusia yang dimilikinya.
Hal yang menguntungkan juga dengan menggunakan bulu babi adalah proses reproduksi yang cepat dari biota ini, sehingga jumlah sample juga tidak menjadi masalah. Maka akan mendukung penelitian berjalan dengan cepat.
Dengan pemetaan DNA yang lengkap dari biota ini, ilmuwan dapat mempelajari bagaimana memperlakukan dan mencegah penyakit pada manusia dengan lebih baik. Mungkin suatu hari dokter dapat mengetahui dengan tepat bagaimana memperlakukan dan bahkan mencegah berbagai kanker.penyakit, termasuk

Sumber : http://netsains.com/2010/02/bulu-babi-obat-medis-dari-lautan/

No comments: